alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, June 30, 2022

Rebus Ketupat, Warung Ludes Terbakar, Uang Tunai Rp 5 Juta Ikut Ludes

MANGUPURA – Ketenangan masyarakat Banjar Kemulan, Desa Jagapati, Abiansemal, Badung, Minggu (22/12) pukul 10.30 langsung pecah begitu kobaran api muncul dari dalam warung kopi dan sembako milik I Gusti Rai Arnyana, 45.

Kebakaran terjadi lantaran korban lupa mematikan kompor saat merebus ketupat. Berdasar keterangan saksi yang juga istri korban, Ni Nyoman Nadi, 43, saat itu hendak membuka warung.

Namun, saksi melihat warungnya sudah ludes terbakar. Saksi mengakui saat menutup warung, kondisi kompor gas yang ada di dalam warung masih menyala.

“Dalam kondisi kompor menyala, korban pulang karena hendak ke sawah untuk mencari rumput. Nah, saat korban kembali

pulang melihat warungnya sudah terbakar dan api sudah membesar,” ungkap Kasubag Humas Polres Badung, Iptu Ketut Gede Oka Bawa.

Mengetahui kejadian tersebut, warga setempat  berjibaku berusaha memadamkan api dengan menggunakan air yang ada di lokasi.

Selanjutnya warga menghubungi pemadam kebakaran. Tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung

yang datang ke lokasi berusaha memadamkan api. Sayang, barang-barang yang ada di dalam warung sudah tidak bisa terselamatkan. Hangus menjadi arang. 

Adapun barang-barang yang terbakar satu buah kulkas beserta isinya, sembako, uang tunai Rp 5 juta, dan barang – barang lainnya.

“Akibat dari kejadian tersebut korban mengalami  kerugian sekitar Rp 150 juta,” beber Iptu Oka.

Sementara itu, petugas damkar membutuhkan waktu satu jam lebih untuk benar-benar memadamkan kobaran api.

“Penyebab kebakaran murni kelalaian pemilik warung karena lupa mematikan kompor gas pada saat merebus ketupat,” tukas Iptu Oka. 



MANGUPURA – Ketenangan masyarakat Banjar Kemulan, Desa Jagapati, Abiansemal, Badung, Minggu (22/12) pukul 10.30 langsung pecah begitu kobaran api muncul dari dalam warung kopi dan sembako milik I Gusti Rai Arnyana, 45.

Kebakaran terjadi lantaran korban lupa mematikan kompor saat merebus ketupat. Berdasar keterangan saksi yang juga istri korban, Ni Nyoman Nadi, 43, saat itu hendak membuka warung.

Namun, saksi melihat warungnya sudah ludes terbakar. Saksi mengakui saat menutup warung, kondisi kompor gas yang ada di dalam warung masih menyala.

“Dalam kondisi kompor menyala, korban pulang karena hendak ke sawah untuk mencari rumput. Nah, saat korban kembali

pulang melihat warungnya sudah terbakar dan api sudah membesar,” ungkap Kasubag Humas Polres Badung, Iptu Ketut Gede Oka Bawa.

Mengetahui kejadian tersebut, warga setempat  berjibaku berusaha memadamkan api dengan menggunakan air yang ada di lokasi.

Selanjutnya warga menghubungi pemadam kebakaran. Tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung

yang datang ke lokasi berusaha memadamkan api. Sayang, barang-barang yang ada di dalam warung sudah tidak bisa terselamatkan. Hangus menjadi arang. 

Adapun barang-barang yang terbakar satu buah kulkas beserta isinya, sembako, uang tunai Rp 5 juta, dan barang – barang lainnya.

“Akibat dari kejadian tersebut korban mengalami  kerugian sekitar Rp 150 juta,” beber Iptu Oka.

Sementara itu, petugas damkar membutuhkan waktu satu jam lebih untuk benar-benar memadamkan kobaran api.

“Penyebab kebakaran murni kelalaian pemilik warung karena lupa mematikan kompor gas pada saat merebus ketupat,” tukas Iptu Oka. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/