27.6 C
Denpasar
Tuesday, May 30, 2023

Korupsi Dana KUR, Marketing Bank BUMN di Bali Dijebloskan ke Bui

DENPASAR– Setelah menjalani pemeriksaan di ruang jaksa penyidik, Riza Yuda Kertha Negara (RYKN) akhirnya dijebloskan ke dalam Rutan Polresta Denpasar, Senin (24/1) sore.

 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali di lapangan, Riza adalah marketing kredit dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) salah satu bank BUMN di Denpasar.

 

Saat digiring ke dalam mobil tahanan, pria 34 tahun itu mengenakan rompi tahanan kejaksaan warna merah. Ia berusaha menutupi borgol yang melilit di tangannya dengan kain warna merah.

 

“Tersangka RYKN kami tahan 20 hari ke depan. Sementara kami titipkan di Rutan Polresta Denpasar,” ujar Kasi Intel Kejari Denpasar, I Putu Eka Suyantha diwawancarai usai menerima pelimpahan barang bukti dan tersangka dari penyidik Polresta Denpasar.

Baca Juga:  Rekam Jejak Bule Denmark Ngamuk-ngamuk di Ubud Menyedihkan, Ternyata…

 

Eka menjelaskan, pada 2016 sampai 2018, tersangka selaku mantri bersama-sama dengan calon nasabah telah melakukan atau turut serta melakukan manipulasi proses KUR pada salah satu BUMN di Kota Denpasar.

 

Tersangka selaku mantri dengan sengaja tidak memastikan pemohon kredit telah melakukan usaha aktif minimal enam bulan, berdasar hasil pemeriksaan di lapangan yang dituangkan dalam KKN KUR mikro.

 

Tersangka dengan sengaja melaksanakan prakarsa dan analisa usulan pinjaman mengajukan syarat-syarat administrasi KTP, KK, Surat Keterangan Usaha tidak sesuai dengan prosedur.

 

“Tersangka dengan sengaja memfasilitasi 148 pengajuan kredit KUR dengan perjanjian yang tidak dilengkap dengan pemenuhan persyaratan,” tegas Eka.

 

Baca Juga:  Lelang Mobil Mewah Titian Wilaras Tunggu KPKNL

Akibat perbuatan tersangka bersama-sama dengan calon nasabah terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp3,1 miliar lebih. 

 

Adapun pasal yang disangkakan kepada tersangka yaitu Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 ayat (1), (2), dan (3) UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

 

“Adapun agenda kami selanjutnya adalah menyusun surat dakwaan dan segera melimpahkan perkara ke pengadilan tindak pidana korupsi untuk diperiksa dan diadili,” pungkasnya.



DENPASAR– Setelah menjalani pemeriksaan di ruang jaksa penyidik, Riza Yuda Kertha Negara (RYKN) akhirnya dijebloskan ke dalam Rutan Polresta Denpasar, Senin (24/1) sore.

 

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali di lapangan, Riza adalah marketing kredit dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) salah satu bank BUMN di Denpasar.

 

Saat digiring ke dalam mobil tahanan, pria 34 tahun itu mengenakan rompi tahanan kejaksaan warna merah. Ia berusaha menutupi borgol yang melilit di tangannya dengan kain warna merah.

 

“Tersangka RYKN kami tahan 20 hari ke depan. Sementara kami titipkan di Rutan Polresta Denpasar,” ujar Kasi Intel Kejari Denpasar, I Putu Eka Suyantha diwawancarai usai menerima pelimpahan barang bukti dan tersangka dari penyidik Polresta Denpasar.

Baca Juga:  Libatkan Ratusan Personel, Sidang Putusan Keris Cs Dijaga Super Ketat

 

Eka menjelaskan, pada 2016 sampai 2018, tersangka selaku mantri bersama-sama dengan calon nasabah telah melakukan atau turut serta melakukan manipulasi proses KUR pada salah satu BUMN di Kota Denpasar.

 

Tersangka selaku mantri dengan sengaja tidak memastikan pemohon kredit telah melakukan usaha aktif minimal enam bulan, berdasar hasil pemeriksaan di lapangan yang dituangkan dalam KKN KUR mikro.

 

Tersangka dengan sengaja melaksanakan prakarsa dan analisa usulan pinjaman mengajukan syarat-syarat administrasi KTP, KK, Surat Keterangan Usaha tidak sesuai dengan prosedur.

 

“Tersangka dengan sengaja memfasilitasi 148 pengajuan kredit KUR dengan perjanjian yang tidak dilengkap dengan pemenuhan persyaratan,” tegas Eka.

 

Baca Juga:  Yess…Tiga Pelaku Pengeroyok Anggota Dalmas Polda Dibekuk

Akibat perbuatan tersangka bersama-sama dengan calon nasabah terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp3,1 miliar lebih. 

 

Adapun pasal yang disangkakan kepada tersangka yaitu Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 ayat (1), (2), dan (3) UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

 

“Adapun agenda kami selanjutnya adalah menyusun surat dakwaan dan segera melimpahkan perkara ke pengadilan tindak pidana korupsi untuk diperiksa dan diadili,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru