alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Warga Bajera Ditemukan Tewas Mendadak, Keluarga Korban Pilih Ikhlaskan

TABANAN – Salah seorang warga asal Banjar Bajera Kelod, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya, Sabtu (22/2) lalu.

I Ketut Adnyana Wibawa, 43, dilaporkan secara mendadak meninggal dunia diduga akibat sakit yang dideritanya.

Menurut informasi, penemuan jenazah I Ketut Adnyana Wibawa itu bermula ketika Polsek Selemadeg mendapatkan informasi bahwa korban ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 09.30 Sabtu pagi.

Atas laporan tersebut Kapolsek Selemadeg bersama  Kanit Reskrim, Intel, dan anggota turun ke rumah korban.

“Dari hasil pengecekan TKP korban ditemukan meninggal dunia di atas tempat tidur korban dalam keadaan sudah kaku,” ujar Kapolsek Selemadeg AKP I Made Budi Astawa, Minggu (23/2).

Baca Juga:  Dua Remaja Putri Baku Hantam Diduga di Sebuah Pantai di Buleleng

Selanjutnya, jenazah korban dicek oleh dokter dari Puskesmas Selemadeg. Dari hasil pemeriksaan medis itu dinyatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Diduga korban meninggal dunia karena sakit dan pada punggung jenazah terdapat lebam, serta pada kemaluan terdapat cairan sperma.

“Tim medis memperkirakan korban meninggal tujuh jam sebelum ditemukan,” lanjutnya. Pihaknya pun meminta keterangan dari keluarga korban.

Dari keterangan keluarga, yakni kakak korban I Made Widiarta, sekitar dua hari yang lalu korban sempat mengeluh demam, sehingga dibelikan obat paracetamol.

Selain itu Adnyana pernah mengeluhkan sesak pada dada. “Berdasar kesepakatan keluarga telah mengikhlaskan mengingat kematiannya dengan cara wajar,” tandasnya. 



TABANAN – Salah seorang warga asal Banjar Bajera Kelod, Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, ditemukan meninggal dunia di dalam kamarnya, Sabtu (22/2) lalu.

I Ketut Adnyana Wibawa, 43, dilaporkan secara mendadak meninggal dunia diduga akibat sakit yang dideritanya.

Menurut informasi, penemuan jenazah I Ketut Adnyana Wibawa itu bermula ketika Polsek Selemadeg mendapatkan informasi bahwa korban ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 09.30 Sabtu pagi.

Atas laporan tersebut Kapolsek Selemadeg bersama  Kanit Reskrim, Intel, dan anggota turun ke rumah korban.

“Dari hasil pengecekan TKP korban ditemukan meninggal dunia di atas tempat tidur korban dalam keadaan sudah kaku,” ujar Kapolsek Selemadeg AKP I Made Budi Astawa, Minggu (23/2).

Baca Juga:  Dua Remaja Putri Baku Hantam Diduga di Sebuah Pantai di Buleleng

Selanjutnya, jenazah korban dicek oleh dokter dari Puskesmas Selemadeg. Dari hasil pemeriksaan medis itu dinyatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Diduga korban meninggal dunia karena sakit dan pada punggung jenazah terdapat lebam, serta pada kemaluan terdapat cairan sperma.

“Tim medis memperkirakan korban meninggal tujuh jam sebelum ditemukan,” lanjutnya. Pihaknya pun meminta keterangan dari keluarga korban.

Dari keterangan keluarga, yakni kakak korban I Made Widiarta, sekitar dua hari yang lalu korban sempat mengeluh demam, sehingga dibelikan obat paracetamol.

Selain itu Adnyana pernah mengeluhkan sesak pada dada. “Berdasar kesepakatan keluarga telah mengikhlaskan mengingat kematiannya dengan cara wajar,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/