alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Setubuhi Siswi SMK, Pemuda 18 Tahun Dihukum 5,5 Tahun Penjara

DENPASAR – Gara-gara nafsu sesaat, terdakwa I Ketut TA harus melalui masa mudanya di balik jeruji besi. Pemuda 18 tahun itu dinyatakan terbukti bersalah menyetubuhi gadis berinisial SD yang masih berusia 17 tahun.

 

SD masih berstatus sebagai siswa kelas XII salah satu SMK di Badung. Sedangkan pelaku baru saja lulus SMA.

“Menjatuhkan pidana penjara selama lima tahun dan enam bulan (5,5) tahun,” tegas hakim I Wayan Sukradana.

 

Hakim PN Denpasar itu menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 81 Ayat (2) UU RI Nomor 17/2016 tentang Perlindungan Anak sebagaimana dakwaan ke satu Penuntut Umum. 

 

“Terdakwa dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan persetubuhan dengannya,” imbuh hakim.

Baca Juga:  Kerap Bikin Ulah, WN Rusia & Australia Dominasi Kasus Narkoba di Bali

 

Selain penjara, terdakwa juga dihukum membayar pidana denda sebesar Rp 1 miliar subsider tiga bulan kurungan. Tak hanya itu, hakim juga membebankan terdakwa membayar ganti rugi kepada korban.

“Terdakwa dibebankan untuk membayar restitusi sebesar Rp 3.710.000,00,” tandas hakim Sukradana.

 

Hukuman pidana penjara ini, masih lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Dina K Sitepu. Sebelumnya, JPU Kejari Denpasar itu menuntut terdakwa delapan tahun penjara.

 

“Kami pikir-pikir, Yang Mulia,” kata JPU. Terdakwa yang didampingi Penasihat hukumnya menyatakan pikir-pikir. 

 

Terdakwa dan korban berkenalan di media sosial WhatsApp (WA) pada 4 Juni 2021. Lantas keduanya pun menjalani hubungan asmara. Setelah resmi berpacaran, korban diajak ke rumah terdakwa di seputaran wilayah Kuta.

Baca Juga:  Terungkap, AD Tak Sendiri karena Dibantu Dua Orang dari Luar Lapas

 

Di dalam rumah itulah, terdakwa membujuk korban untuk bersetubuh dengannya. Korban sempat menolak. Namun, terdakwa terus merayu dengan berkata akan bertanggung jawab apabila korban hamil nantinya. 

 

Orang tua korban mengetahui hubungan mereka setelah melihat perubahan perilaku pada diri korban. Korban sudah mulai jarang betah tinggal di rumah dan sering keluyuran malam-malam. 

Korban akhirnya mengaku sudah melakukan hubungan badan dengan terdakwa. Tak terima anaknya disetubuhi, orang tua korban melapor ke polisi.



DENPASAR – Gara-gara nafsu sesaat, terdakwa I Ketut TA harus melalui masa mudanya di balik jeruji besi. Pemuda 18 tahun itu dinyatakan terbukti bersalah menyetubuhi gadis berinisial SD yang masih berusia 17 tahun.

 

SD masih berstatus sebagai siswa kelas XII salah satu SMK di Badung. Sedangkan pelaku baru saja lulus SMA.

“Menjatuhkan pidana penjara selama lima tahun dan enam bulan (5,5) tahun,” tegas hakim I Wayan Sukradana.

 

Hakim PN Denpasar itu menyatakan terdakwa terbukti melanggar Pasal 81 Ayat (2) UU RI Nomor 17/2016 tentang Perlindungan Anak sebagaimana dakwaan ke satu Penuntut Umum. 

 

“Terdakwa dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan persetubuhan dengannya,” imbuh hakim.

Baca Juga:  Berbekal Jurus Rayuan, Sang Paman Setubuhi Keponakan Tanpa Paksaan

 

Selain penjara, terdakwa juga dihukum membayar pidana denda sebesar Rp 1 miliar subsider tiga bulan kurungan. Tak hanya itu, hakim juga membebankan terdakwa membayar ganti rugi kepada korban.

“Terdakwa dibebankan untuk membayar restitusi sebesar Rp 3.710.000,00,” tandas hakim Sukradana.

 

Hukuman pidana penjara ini, masih lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Dina K Sitepu. Sebelumnya, JPU Kejari Denpasar itu menuntut terdakwa delapan tahun penjara.

 

“Kami pikir-pikir, Yang Mulia,” kata JPU. Terdakwa yang didampingi Penasihat hukumnya menyatakan pikir-pikir. 

 

Terdakwa dan korban berkenalan di media sosial WhatsApp (WA) pada 4 Juni 2021. Lantas keduanya pun menjalani hubungan asmara. Setelah resmi berpacaran, korban diajak ke rumah terdakwa di seputaran wilayah Kuta.

Baca Juga:  8 Fakta Sidang Sudikerta: Tulis Pledoi Sehari, Klaim Tak Bohongi Alim

 

Di dalam rumah itulah, terdakwa membujuk korban untuk bersetubuh dengannya. Korban sempat menolak. Namun, terdakwa terus merayu dengan berkata akan bertanggung jawab apabila korban hamil nantinya. 

 

Orang tua korban mengetahui hubungan mereka setelah melihat perubahan perilaku pada diri korban. Korban sudah mulai jarang betah tinggal di rumah dan sering keluyuran malam-malam. 

Korban akhirnya mengaku sudah melakukan hubungan badan dengan terdakwa. Tak terima anaknya disetubuhi, orang tua korban melapor ke polisi.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/