alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Fix! Jaksa Tolak Pengalihan Penahanan Mantan Pegawai Bank Plat Merah

MANGUPURA– Upaya Ida Bagus GS, 33, tersangka kasus penggelapan dana nasabah salah satu bank plat merah di Kabupaten Badung harus menunda mimpinya untuk bisa berkumpul bersama keluarganya.

Pasalnya, permohonan pengalihan penahanan yang diajukan pengacara GS ditolak Kejari Badung.

Oknum eks pegawai salah satu bank BUMN berinisial GS sendiri mengaku nekat menilap dana nasabah lantaran ketagihan game online.

“Minggu lalu tersangka mengajukan pengalihan penahanan. Pengajuan tersebut kami tolak,” ujar Kasi Pidsus Kejari Badung, Dewa Arya Lanang Raharja dikonfirmasi kemarin (24/3).

Dalam surat permohonan pengalihan penahanan keluarga GS menjaminkan diri. Namun, hal itu tetap ditolak oleh jaksa penyidik.

Lanang menjelaskan, penolakan pengalihan penahanan berdasar pertimbangan subjektif jaksa penyidik. Yakni tidak ingin tersangka menghilangkan barang bukti dan melarikan diri.

“Selain itu tidak lama lagi juga tersangka disidangkan. Kewenangan penahanan menjadi wewenang pengadilan,” imbuh Lanang.

Baca Juga:  Jaksa Obok-obok LPD Kekeran, Begini Respons Bendesa dan Ketua LPD
- Advertisement -

Jaksa asal Buleleng itu menargetkan setelah Hari Raya Galungan berkas GS sudah dilimpahkan tahap dua atau P21 ke jaksa penuntut umum (JPU).

Saat ini pemberkasan sudah berjalan separuh. Tersangka sudah 21 hari menjalani penahanan di Lapas Kelas IIA Kerobokan sejak ditahan 3 Maret lalu.

Rabu (24/3) jaksa penyidik juga memeriksa tujuh orang saksi yang merupakan nasabah bank.

Menurut Lanang, dengan diperiksanya tujuh saksi tambahan, maka penyidik hanya membutuhkan beberapa orang saksi lagi.

“Saksi yang diperiksa kemarin (Rabu (24/3) itu nasabah yang namanya dipakai meminjam dana, serta uang pelunasan tidak disetorkan,” tukasnya.

Tersangka disangka melanggar Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Tipikor Pasal 64 KUHP. Tersangka yang merupakan mantan marketing itu menilap dana bank hingga Rp 1 miliar.

Baca Juga:  Terancam 12 Tahun, Gerombolan Geng Dongky Hanya Dituntut 4 Bulan Bui

Kajari Badung I Ketut Maha Agung mengungkapkan, perbuatan terdakwa dilakukan sejak 2013 sampai 2017.

Sementara penyelidikan sudah dilakukan sejak tanggal 20 Januari 2021.

Modus operandi tersangka yaitu memberikan kredit topengan alias meminjam nama orang lain untuk mendapatkan dana pinjaman.

Sementara kredit tempilan yaitu tersangka tidak menyetorkan uang pelunasan dari nasabah.

Selain itu, tersangka kelahiran 20 April 1987 itu juga menggunakan modus kredit tempilan pada kredit debitur pemakaian angsuran, penyalahgunaan SOP kredit usaha rakyat (KUR) sejak 2013.

Tugas tersangka yakni menganalisis orang yang mengajukan kredit ke bank.

Pada beberapa nasbah, angka kredit yang diajukan kemudian dimark-up atau dinaikkan nilainya.

Setelah cair tersangka tidak memberikan semua uang kepada nasabah. Sebagian uang dimasukkan ke dalam kantong pribadi.

- Advertisement -

MANGUPURA– Upaya Ida Bagus GS, 33, tersangka kasus penggelapan dana nasabah salah satu bank plat merah di Kabupaten Badung harus menunda mimpinya untuk bisa berkumpul bersama keluarganya.

Pasalnya, permohonan pengalihan penahanan yang diajukan pengacara GS ditolak Kejari Badung.

Oknum eks pegawai salah satu bank BUMN berinisial GS sendiri mengaku nekat menilap dana nasabah lantaran ketagihan game online.

“Minggu lalu tersangka mengajukan pengalihan penahanan. Pengajuan tersebut kami tolak,” ujar Kasi Pidsus Kejari Badung, Dewa Arya Lanang Raharja dikonfirmasi kemarin (24/3).

Dalam surat permohonan pengalihan penahanan keluarga GS menjaminkan diri. Namun, hal itu tetap ditolak oleh jaksa penyidik.

Lanang menjelaskan, penolakan pengalihan penahanan berdasar pertimbangan subjektif jaksa penyidik. Yakni tidak ingin tersangka menghilangkan barang bukti dan melarikan diri.

“Selain itu tidak lama lagi juga tersangka disidangkan. Kewenangan penahanan menjadi wewenang pengadilan,” imbuh Lanang.

Baca Juga:  Terungkap, Sekali ke Kafe Remang-remang Nyoman Bawa Habiskan Rp 5 Juta

Jaksa asal Buleleng itu menargetkan setelah Hari Raya Galungan berkas GS sudah dilimpahkan tahap dua atau P21 ke jaksa penuntut umum (JPU).

Saat ini pemberkasan sudah berjalan separuh. Tersangka sudah 21 hari menjalani penahanan di Lapas Kelas IIA Kerobokan sejak ditahan 3 Maret lalu.

Rabu (24/3) jaksa penyidik juga memeriksa tujuh orang saksi yang merupakan nasabah bank.

Menurut Lanang, dengan diperiksanya tujuh saksi tambahan, maka penyidik hanya membutuhkan beberapa orang saksi lagi.

“Saksi yang diperiksa kemarin (Rabu (24/3) itu nasabah yang namanya dipakai meminjam dana, serta uang pelunasan tidak disetorkan,” tukasnya.

Tersangka disangka melanggar Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Tipikor Pasal 64 KUHP. Tersangka yang merupakan mantan marketing itu menilap dana bank hingga Rp 1 miliar.

Baca Juga:  Uang Dipakai Dugem, Diduga Ada Aktor Intelektual

Kajari Badung I Ketut Maha Agung mengungkapkan, perbuatan terdakwa dilakukan sejak 2013 sampai 2017.

Sementara penyelidikan sudah dilakukan sejak tanggal 20 Januari 2021.

Modus operandi tersangka yaitu memberikan kredit topengan alias meminjam nama orang lain untuk mendapatkan dana pinjaman.

Sementara kredit tempilan yaitu tersangka tidak menyetorkan uang pelunasan dari nasabah.

Selain itu, tersangka kelahiran 20 April 1987 itu juga menggunakan modus kredit tempilan pada kredit debitur pemakaian angsuran, penyalahgunaan SOP kredit usaha rakyat (KUR) sejak 2013.

Tugas tersangka yakni menganalisis orang yang mengajukan kredit ke bank.

Pada beberapa nasbah, angka kredit yang diajukan kemudian dimark-up atau dinaikkan nilainya.

Setelah cair tersangka tidak memberikan semua uang kepada nasabah. Sebagian uang dimasukkan ke dalam kantong pribadi.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/