alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Tepis Berlebihan, Jaksa Ungkap Alasan Borgol dan Tahan Oknum Sulinggih

PENAHANAN oknum pemuka agama (sulinggih) asal Gianyar dengan nama walaka (sebelum diksa atau sebelum dilantik) berinisial IWayan M, 37, oleh penyidik Kejari Denpasar langsung viral.

 

Sorotan publik terkait penahanan oknum sulinggih muda, asal Banjar Tegal, Desa/Kecamatan Tegalalang, Gianyar ini, menyusul adanya tindakan pemborgolan oleh petugas terhadap IWM saat hendak dibawa ke mobil tahanan.

 

Selain dinilai berlebihan, tindakan penyidik memborgol kedua tangan oknum sulinggih bergelar Ida Begawan RASM, ini juga tak luput dari komentar miring netizen.

 

Lalu apa respon kejaksaan terkait komentar miring warganet?

 

 

MARCELL PAMPURS, Denpasar

  

 

KASUS dugaan pencabulan yang dilakukan oknum sulinggih terhadap salah seorang ibu-ibu saat melukat di Tukad Campuhan Pakerisan, Desa Tampaksiring, Gianyar, Bali, pada 4 Juli 2020 sekitar pukul 01.00 WITA silam memasuki babak baru.

Baca Juga:  Sandoz Ngaku Hanya Sebatas Konsultan, Polda Sebut Kemungkinan TSK Baru

 

Babak baru atas kasus dugaan pencabulan ini, setelah penyidik dari Kepolisian Daerah (Polda) Bali melimpahkan berkas perkara, barang bukti, sekaligus Tersangka I Wayan M alias Ida Begawan RSAM, 37, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, pada Rabu (24/3).

 

Mengenakan rompi tahanan warna oranye dan hanya mengenakan sandal jepit, oknum sulinggih muda ini langsung digiring ke mobil tahanan untuk kemudian ditahan di Rutan Polda Bali selama 20 hari ke depan.

 

Terkait penahanan oknum sulinggih tersangka pencabulan, Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, A Luga Harlianto mengatakan, tersangka oknum sulinggih itu dijerat tiga pasal berlapis.

 

Ketiga pasal yang disangkakan kepada I Wayan M itu, yakni Pasal 289 KUHP tentang Kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang melakukan atau membiarkan dilakukannya perbuatan cabul, dengan ancaman pidana penjara maksimal 9 tahun;

Baca Juga:  Diduga Curi Ayam, Warga Kubutambahan Tewas Bunuh Diri di Tungku Api

 

atau Pasal 290 ayat (1) KUHP tentang Perbuatan cabul pada saat korban tak berdaya dengan ancaman pidana 7 tahun;

 dan atau Pasal 281 KUHP tentang Perbuatan yang melanggar kesusilaan. 

 

Sementara itu, terkait alasan penahanan dan pemborgolan terhadap tersangka I Wayan M, Jaksa Luga menjelaskan, bahwa penahanan terhadap oknum sulinggih, ini dilakukan atas dasar alasan obyektif dan subyektif serta telah terpenuhinya unsur untuk dilakukan penahanan.

 

“Alasan obyektifnya, dimana pasal yg didakwakan terhadap IWM lebih dari 5 tahun. Sedangkan alasan subyektif, karena ada kekhawatiran tersangka IWM melarikan diri atau mengulangi perbuatannya,” tandas Luga.


PENAHANAN oknum pemuka agama (sulinggih) asal Gianyar dengan nama walaka (sebelum diksa atau sebelum dilantik) berinisial IWayan M, 37, oleh penyidik Kejari Denpasar langsung viral.

 

Sorotan publik terkait penahanan oknum sulinggih muda, asal Banjar Tegal, Desa/Kecamatan Tegalalang, Gianyar ini, menyusul adanya tindakan pemborgolan oleh petugas terhadap IWM saat hendak dibawa ke mobil tahanan.

 

Selain dinilai berlebihan, tindakan penyidik memborgol kedua tangan oknum sulinggih bergelar Ida Begawan RASM, ini juga tak luput dari komentar miring netizen.

 

Lalu apa respon kejaksaan terkait komentar miring warganet?

 

 

MARCELL PAMPURS, Denpasar

  

 

KASUS dugaan pencabulan yang dilakukan oknum sulinggih terhadap salah seorang ibu-ibu saat melukat di Tukad Campuhan Pakerisan, Desa Tampaksiring, Gianyar, Bali, pada 4 Juli 2020 sekitar pukul 01.00 WITA silam memasuki babak baru.

Baca Juga:  Ajaib! Tergencet Bodi Mobil, Anak TK Sehat Walafiat

 

Babak baru atas kasus dugaan pencabulan ini, setelah penyidik dari Kepolisian Daerah (Polda) Bali melimpahkan berkas perkara, barang bukti, sekaligus Tersangka I Wayan M alias Ida Begawan RSAM, 37, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, pada Rabu (24/3).

 

Mengenakan rompi tahanan warna oranye dan hanya mengenakan sandal jepit, oknum sulinggih muda ini langsung digiring ke mobil tahanan untuk kemudian ditahan di Rutan Polda Bali selama 20 hari ke depan.

 

Terkait penahanan oknum sulinggih tersangka pencabulan, Kasi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, A Luga Harlianto mengatakan, tersangka oknum sulinggih itu dijerat tiga pasal berlapis.

 

Ketiga pasal yang disangkakan kepada I Wayan M itu, yakni Pasal 289 KUHP tentang Kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seseorang melakukan atau membiarkan dilakukannya perbuatan cabul, dengan ancaman pidana penjara maksimal 9 tahun;

Baca Juga:  SP3, Bupati Gianyar Segera Promosikan Eks TSK OTT Jadi Pejabat Eselon

 

atau Pasal 290 ayat (1) KUHP tentang Perbuatan cabul pada saat korban tak berdaya dengan ancaman pidana 7 tahun;

 dan atau Pasal 281 KUHP tentang Perbuatan yang melanggar kesusilaan. 

 

Sementara itu, terkait alasan penahanan dan pemborgolan terhadap tersangka I Wayan M, Jaksa Luga menjelaskan, bahwa penahanan terhadap oknum sulinggih, ini dilakukan atas dasar alasan obyektif dan subyektif serta telah terpenuhinya unsur untuk dilakukan penahanan.

 

“Alasan obyektifnya, dimana pasal yg didakwakan terhadap IWM lebih dari 5 tahun. Sedangkan alasan subyektif, karena ada kekhawatiran tersangka IWM melarikan diri atau mengulangi perbuatannya,” tandas Luga.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/