alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Begini Konstruksi Perkara Korupsi Mantan Bupati Tabanan Eka Wiryastuti

JAKARTA – Mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti akhirnya resmi mengenakan rompi oranye sebagai tahanan KPK. Oktober 2021 lalu, Eka Wiryastuti sejatinya sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama staf khusus bupati, I Dewa Nyoman Wiratmaja, dan pejabat Kemenkeu, Rifa Surya. KPK pun membeberkan konstruksi perkara dugaan korupsi dana insentif daerah (DID) Tabanan tahun 2018.

Meski sudah sejak Oktober 2021 ditetapkan tiga tersangka dugaan korupsi DID Tabanan, KPK baru secara secara resmi mengumumkannya ke publik pada Kamis, 24 Maret 2022.

Tiga tersangka dugaan korupsi DID Tabanan, yakni NPEW (Ni Putu Eka Wiryastuti), Bupati Tabanan periode 2010 s/d 2015, dan periode 2016 s/d 2021; IDNW (I Dewa Nyoman Wiratmaja), dosen Unud dan RS (Rifa Surya), Kepala Seksi Dana Alokasi Khusus Fisik II, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan tahun 2017.

 

Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2022) mengungkapkan konstruksi perkara.

 

Dia menjelaskan, bahwa NPEW (Ni Putu Eka Wisyastuti) selaku Bupati Tabanan periode 2010 sampai dengan 2015 dan periode 2016 sampai dengan 2021 dalam melaksanakan tugasnya mengangkat tersangka IDNW (I Dewa Nyoman Wiratmaja) sebagai staf khusus bidang ekonomi dan pembangunan.

 

Sekitar Agustus 2017, ada inisiatif tersangka Eka Wiryastuti untuk mengajukan permohonan Dana Insentif Daerah (DID) dari Pemerintah Pusat senilai Rp65 miliar.

 

“Untuk merealisasikan keinginannya tersebut, Tersangka NPEW memerintahkan Tersangka IDNW menyiapkan seluruh kelengkapan administrasi permohonan pengajuan dana DID dimaksud dan menemui serta berkomunikasi dengan beberapa pihak yang dapat memuluskan usulan tersebut,” ujar Lili didampingi Plt. Jubir KPK Ali Fikri dan Deputi Penindakan KPK, Karyoto.

 

Adapun pihak yang ditemui tersangka IDNW yaitu Yaya Purnomo dan Tersangka Rifa Surya yang diduga memiliki kewenangan dan dapat mengawal usulan dana DID untuk Kabupaten Tabanan tahun 2018.

 

Yaya Purnomo dan tersangka Rifa Surya kemudian diduga mengajukan syarat khusus untuk mengawal usulan Dana DID pada tersangka IDNW dengan meminta sejumlah uang sebagai fee dengan sebutan “dana adat istiadat”.

 

“Permintaan ini lalu diteruskan Tersangka IDNW pada Tersangka NPEW dan mendapat persetujuan,” kata Lili.

 

Dana ini kemudian diberikan Ni Putu Eka Wiryastuti melalui I Dewa Nyoman Wiratmaja kepada Yaya Purnomo dan Rifa Surya pada tahun 2017.



JAKARTA – Mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti akhirnya resmi mengenakan rompi oranye sebagai tahanan KPK. Oktober 2021 lalu, Eka Wiryastuti sejatinya sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama staf khusus bupati, I Dewa Nyoman Wiratmaja, dan pejabat Kemenkeu, Rifa Surya. KPK pun membeberkan konstruksi perkara dugaan korupsi dana insentif daerah (DID) Tabanan tahun 2018.

Meski sudah sejak Oktober 2021 ditetapkan tiga tersangka dugaan korupsi DID Tabanan, KPK baru secara secara resmi mengumumkannya ke publik pada Kamis, 24 Maret 2022.

Tiga tersangka dugaan korupsi DID Tabanan, yakni NPEW (Ni Putu Eka Wiryastuti), Bupati Tabanan periode 2010 s/d 2015, dan periode 2016 s/d 2021; IDNW (I Dewa Nyoman Wiratmaja), dosen Unud dan RS (Rifa Surya), Kepala Seksi Dana Alokasi Khusus Fisik II, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan tahun 2017.

 

Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2022) mengungkapkan konstruksi perkara.

 

Dia menjelaskan, bahwa NPEW (Ni Putu Eka Wisyastuti) selaku Bupati Tabanan periode 2010 sampai dengan 2015 dan periode 2016 sampai dengan 2021 dalam melaksanakan tugasnya mengangkat tersangka IDNW (I Dewa Nyoman Wiratmaja) sebagai staf khusus bidang ekonomi dan pembangunan.

 

Sekitar Agustus 2017, ada inisiatif tersangka Eka Wiryastuti untuk mengajukan permohonan Dana Insentif Daerah (DID) dari Pemerintah Pusat senilai Rp65 miliar.

 

“Untuk merealisasikan keinginannya tersebut, Tersangka NPEW memerintahkan Tersangka IDNW menyiapkan seluruh kelengkapan administrasi permohonan pengajuan dana DID dimaksud dan menemui serta berkomunikasi dengan beberapa pihak yang dapat memuluskan usulan tersebut,” ujar Lili didampingi Plt. Jubir KPK Ali Fikri dan Deputi Penindakan KPK, Karyoto.

 

Adapun pihak yang ditemui tersangka IDNW yaitu Yaya Purnomo dan Tersangka Rifa Surya yang diduga memiliki kewenangan dan dapat mengawal usulan dana DID untuk Kabupaten Tabanan tahun 2018.

 

Yaya Purnomo dan tersangka Rifa Surya kemudian diduga mengajukan syarat khusus untuk mengawal usulan Dana DID pada tersangka IDNW dengan meminta sejumlah uang sebagai fee dengan sebutan “dana adat istiadat”.

 

“Permintaan ini lalu diteruskan Tersangka IDNW pada Tersangka NPEW dan mendapat persetujuan,” kata Lili.

 

Dana ini kemudian diberikan Ni Putu Eka Wiryastuti melalui I Dewa Nyoman Wiratmaja kepada Yaya Purnomo dan Rifa Surya pada tahun 2017.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/