alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Eka Wiryastuti Ditahan di Kantor Polisi, Dewa Wiratmaja Ditahan di KPK

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menahan dua tersangka dugaan korupsi berupa gratifikasi dalam pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Tabanan Tahun 2018. Namun, penahanan keduanya, yakni Mantan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti dan staf khusus bupati, I Dewa Nyoman Wiratmaja di tempat yang berbeda.  Eka Wiryastuti ditahan di kantor polisi, yakni di Rutan Polda Metro Jaya, sedangkan Dewa Wiratmaja di Rutan KPK.

“Untuk kepentingan proses penyidikan, Tim Penyidik melakukan upaya paksa penahanan pada para tersangka masing-masing selama 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 24 Maret 2022 sampai dengan 12 April 2022,” kata Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar saat menggelar konferensi pers  di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2022).

 

Lili menjelaskan, NPEW (Ni Putu Eka Wiryastuti), yakni Bupati Tabanan periode 2010 s/d 2015, dan periode 2016 s/d 2021ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

 

Sedangkan IDNW (I Dewa Nyoman Wiratmaja), dosen Unud yang merupakan sfat khusus Bupati Tabanan Bidang Ekonomi dan Pembangunan ditahan di Rutan KPK pada gedung Merah Putih.

 

“KPK sangat menyayangkan terjadinya dugaan tindak pidana korupsi pada Dana Insentif Daerah yang semestiya bisa digunakan untuk meningkatkan akselerasi pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Tabanan,” kata Lili didampingi Plt. Jubir KPK Ali Fikri dan Deputi Penindakan KPK, Karyoto.

 

Lili menambahkan, KPK mengingatkan kepada seluruh penyelenggara negara dan para pihak yang diberikan amanah untuk melaksanakan pembangunan dengan menggunakan uang negara, agar menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntable, dan bebas dari korupsi.



JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menahan dua tersangka dugaan korupsi berupa gratifikasi dalam pengurusan Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Tabanan Tahun 2018. Namun, penahanan keduanya, yakni Mantan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti dan staf khusus bupati, I Dewa Nyoman Wiratmaja di tempat yang berbeda.  Eka Wiryastuti ditahan di kantor polisi, yakni di Rutan Polda Metro Jaya, sedangkan Dewa Wiratmaja di Rutan KPK.

“Untuk kepentingan proses penyidikan, Tim Penyidik melakukan upaya paksa penahanan pada para tersangka masing-masing selama 20 hari pertama terhitung mulai tanggal 24 Maret 2022 sampai dengan 12 April 2022,” kata Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar saat menggelar konferensi pers  di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2022).

 

Lili menjelaskan, NPEW (Ni Putu Eka Wiryastuti), yakni Bupati Tabanan periode 2010 s/d 2015, dan periode 2016 s/d 2021ditahan di Rutan Polda Metro Jaya.

 

Sedangkan IDNW (I Dewa Nyoman Wiratmaja), dosen Unud yang merupakan sfat khusus Bupati Tabanan Bidang Ekonomi dan Pembangunan ditahan di Rutan KPK pada gedung Merah Putih.

 

“KPK sangat menyayangkan terjadinya dugaan tindak pidana korupsi pada Dana Insentif Daerah yang semestiya bisa digunakan untuk meningkatkan akselerasi pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Tabanan,” kata Lili didampingi Plt. Jubir KPK Ali Fikri dan Deputi Penindakan KPK, Karyoto.

 

Lili menambahkan, KPK mengingatkan kepada seluruh penyelenggara negara dan para pihak yang diberikan amanah untuk melaksanakan pembangunan dengan menggunakan uang negara, agar menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntable, dan bebas dari korupsi.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/