alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Setelah Ko Frangklyn, Polisi Segera Panggil Kadek Agus Herry Susanto

Rizki Adam –bos Goldkoin Sevalon Internasional kini jadi buron polisi. Namun, sejumlah nama mulai terlihat bungkam dan berupaya  “cuci tangan” alias tidak tahu-menahu terkait investasi bodong yang menyebabkan kerugian itu.

 

Belum lama ini, penyidik Polresta Denpasar telah memintai keterangan dari manajemen melalui Ko Frangklyn yang juga Human Resources Development (HRD) dari 4 perusahaan investasi bodong itu. Ko Frangklyn pun mengaku tidak mengetahui keberadaan Rizki Adam hingga Sabtu (23/4) kemarin.

“Diduga (Rizki Adam) sudah keluar dari Bali. Bahkan si HRD dari perusahaan yakni Ko Frangklyn sendiri mengaku tidak tahu keberadaannya,” kata sumber petugas, Sabtu (23/4).

 

Selain itu, kepada penyidik, Ko Frangklyn mengaku sudah kehilangan kontak dengan sang bos. Ko Frangklyn berdalih Rizki Adam kerap gonta-ganti nomor teleponnya.

Oleh sebab itu, pihak Polresta Denpasar mengecek keberadaannya di kampung asalnya di Padang, Sumatra Barat. Disingggung mengenai akankah pihak manejemen dari investasi bodong itu akan diseret ke Polresta untuk dimintai klarifikasi? Sumber polisi tadi mengaku segera memanggil sejumlah nama yang terlibat.

 

“Kami dapat informasi Sekretaris Koperasi Keluarga Goldkoin juga Komisaris Goldkoin Sevalon Internasional, Kadek Agus Herry Susanto sudah berikan statement di media bahwa tidak tahu-menahu, walaupun demikian kami akan mintai keterangannya juga,” sambung sumber petugas yang menolak ditulis namanya.

Dia mengatakan, sejauh ini pihak Polresta masih fokus pada Kantor Pusat Goldkoin Sevalon Internasional & Kantor Pusat Koperasi Konsumen Keluarga Goldkoin Internasional, di Jalan Nangka Selatan No. 66A, Denpasar, walaupun tersiarat kabar Rizki memilik beberapa kantor cabang yang berada di lokasi lain.

 

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat ketika dikonfirmasi masih enggan membeberkan proses dan hasil penyelidikan kasus ini. “Ya kami masih selidiki,” jawabnya singkat.

Seperti berita sebelumnya, Kantor Goldkoin di Jalan Nangka Selatan Nomor 66A, Kelurahan Dangin Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara digerebek dan disegel Polresta Denpasar, Selasa (19/4).

 

Setelah penggerebekan, puluhan nasabah menggeruduk Polda Bali, Kamis pagi (21/4). Kantor Cabang Goldkoin di Jalan IB Mantra, Desa Saba, Gianyar juga tutup serta malamnya sejumlah barang di kantor ini diangkut menggunakan truk.

 

Ini adalah buntut dari laporan member ke polisi terkait dugaan penipuan. Korban yang menyetorkan uangnya sebagai investasi ternyata tidak mendapatkan untung yang dijanjikan. Bahkan, modalnya tidak dikembalikan. Berdasarkan data ada 3.500 member, kerugian total sekitar Rp77 miliar.



Rizki Adam –bos Goldkoin Sevalon Internasional kini jadi buron polisi. Namun, sejumlah nama mulai terlihat bungkam dan berupaya  “cuci tangan” alias tidak tahu-menahu terkait investasi bodong yang menyebabkan kerugian itu.

 

Belum lama ini, penyidik Polresta Denpasar telah memintai keterangan dari manajemen melalui Ko Frangklyn yang juga Human Resources Development (HRD) dari 4 perusahaan investasi bodong itu. Ko Frangklyn pun mengaku tidak mengetahui keberadaan Rizki Adam hingga Sabtu (23/4) kemarin.

“Diduga (Rizki Adam) sudah keluar dari Bali. Bahkan si HRD dari perusahaan yakni Ko Frangklyn sendiri mengaku tidak tahu keberadaannya,” kata sumber petugas, Sabtu (23/4).

 

Selain itu, kepada penyidik, Ko Frangklyn mengaku sudah kehilangan kontak dengan sang bos. Ko Frangklyn berdalih Rizki Adam kerap gonta-ganti nomor teleponnya.

Oleh sebab itu, pihak Polresta Denpasar mengecek keberadaannya di kampung asalnya di Padang, Sumatra Barat. Disingggung mengenai akankah pihak manejemen dari investasi bodong itu akan diseret ke Polresta untuk dimintai klarifikasi? Sumber polisi tadi mengaku segera memanggil sejumlah nama yang terlibat.

 

“Kami dapat informasi Sekretaris Koperasi Keluarga Goldkoin juga Komisaris Goldkoin Sevalon Internasional, Kadek Agus Herry Susanto sudah berikan statement di media bahwa tidak tahu-menahu, walaupun demikian kami akan mintai keterangannya juga,” sambung sumber petugas yang menolak ditulis namanya.

Dia mengatakan, sejauh ini pihak Polresta masih fokus pada Kantor Pusat Goldkoin Sevalon Internasional & Kantor Pusat Koperasi Konsumen Keluarga Goldkoin Internasional, di Jalan Nangka Selatan No. 66A, Denpasar, walaupun tersiarat kabar Rizki memilik beberapa kantor cabang yang berada di lokasi lain.

 

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat ketika dikonfirmasi masih enggan membeberkan proses dan hasil penyelidikan kasus ini. “Ya kami masih selidiki,” jawabnya singkat.

Seperti berita sebelumnya, Kantor Goldkoin di Jalan Nangka Selatan Nomor 66A, Kelurahan Dangin Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara digerebek dan disegel Polresta Denpasar, Selasa (19/4).

 

Setelah penggerebekan, puluhan nasabah menggeruduk Polda Bali, Kamis pagi (21/4). Kantor Cabang Goldkoin di Jalan IB Mantra, Desa Saba, Gianyar juga tutup serta malamnya sejumlah barang di kantor ini diangkut menggunakan truk.

 

Ini adalah buntut dari laporan member ke polisi terkait dugaan penipuan. Korban yang menyetorkan uangnya sebagai investasi ternyata tidak mendapatkan untung yang dijanjikan. Bahkan, modalnya tidak dikembalikan. Berdasarkan data ada 3.500 member, kerugian total sekitar Rp77 miliar.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/