alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

WASPADA! Bali Masih Terindikasi Jadi Target Teror Teroris

DENPASAR – Bali punya pengalaman buruk dengan aksi terorisme. Dua kali Bali dikoyak bom. Yakni pada tahun 2002 dan 2005 (Bom Bali 1 dan Bom Bali 2).

Selepas indisen itu, kondisi Bali relatif aman dari aksi bom. Meski begitu, polisi tak lengah. Setiap sudut pintu masuk keluar Bali dijaga ketat untuk mengantisipasi aksi teror yang bisa datang kapan saja.

Kabag Binopnal Polda Bali AKBP Hagnyono mengutip pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mengatakan Bali masih menjadi target potensial serangan teroris.

“Karena itu, Kapolri langsung menginstruksikan untuk dilakukan penguatan keamanan di sejumlah tempat di Bali. Baik tempat ibadah, kantor kedutaan dan markas kepolisian,” ujar AKBP Hagnyono.

Baca Juga:  [Update] Arya Wedakarna Juga Dilaporkan Atas Tuduhan Penistaan Agama

Bali adalah daerah pariwisata kelas dunia, jadi bisa saja terdapat dugaan potensial teror. Oleh sebab itu, Polda Bali beserta jajaran melakukan penjagaan di tempat-tempat vital.

Polda Bali bekerjasama dengan TNI, masyarakat, dan juga elemen lintas agama serius melakukan pemantauan.

“Pelaku teror terlebih dahulu melakukan pantauan untuk mengetahui kelemahan target. Ketika mereka melihat target lemah, maka akan melakukan aksi serangan.

Karena itu jika masyarakat melihat oknum mencurigakan segera melapor ke pihak kepolisian terdekat,” pinta Kabag Binopnal Polda Bali.

Lantas seperti apa analisis Intelijen Polda Bali selama ini Bali diduga masih menjadi target sasaran serangan teror?

Sayang AKBP Hagnyono enggan merinci. Berdalih analisa Intelijen Polda Bali itu rahasia, dan hanya untuk konsumsi internal.

Baca Juga:  TRAGIS! Terpidana Korupsi Tewas Dibui, Anak Dropout Karena Dibully

Yang pasti Intelijen Polda Bali sudah mengantongi identitas sejumlah WNI yang pernah bergabung dengan ISIS dan sudah kembali ke Asal mereka.

“Intelijen sedang memantau pergerakan mereka. Yang pasti sampai saat ini Bali masih aman dari serangan teror,” timpalnya.

Apakah tidak ada teror selama ini karena upaya preventif (pencegahan) pelaku teror masuk Bali, sudah efektif?

 “Untuk pencegahan kami sudah melakukan dari tahun-tahun sebelumnya. Berbagai elemen masyarakat sudah kami gandeng untuk bekerja sama. Jadi jangan ragu dan cemas.

Kami Polda Bali tetap menjaga keamanan Bali dan Parawisata Bali. Baik masyarakat, lokal, turis manca dan domestik,” tutupnya. 



DENPASAR – Bali punya pengalaman buruk dengan aksi terorisme. Dua kali Bali dikoyak bom. Yakni pada tahun 2002 dan 2005 (Bom Bali 1 dan Bom Bali 2).

Selepas indisen itu, kondisi Bali relatif aman dari aksi bom. Meski begitu, polisi tak lengah. Setiap sudut pintu masuk keluar Bali dijaga ketat untuk mengantisipasi aksi teror yang bisa datang kapan saja.

Kabag Binopnal Polda Bali AKBP Hagnyono mengutip pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang mengatakan Bali masih menjadi target potensial serangan teroris.

“Karena itu, Kapolri langsung menginstruksikan untuk dilakukan penguatan keamanan di sejumlah tempat di Bali. Baik tempat ibadah, kantor kedutaan dan markas kepolisian,” ujar AKBP Hagnyono.

Baca Juga:  Awas! Polisi Mulai Sasar Pengendara Motor Sambil Pasang Headset

Bali adalah daerah pariwisata kelas dunia, jadi bisa saja terdapat dugaan potensial teror. Oleh sebab itu, Polda Bali beserta jajaran melakukan penjagaan di tempat-tempat vital.

Polda Bali bekerjasama dengan TNI, masyarakat, dan juga elemen lintas agama serius melakukan pemantauan.

“Pelaku teror terlebih dahulu melakukan pantauan untuk mengetahui kelemahan target. Ketika mereka melihat target lemah, maka akan melakukan aksi serangan.

Karena itu jika masyarakat melihat oknum mencurigakan segera melapor ke pihak kepolisian terdekat,” pinta Kabag Binopnal Polda Bali.

Lantas seperti apa analisis Intelijen Polda Bali selama ini Bali diduga masih menjadi target sasaran serangan teror?

Sayang AKBP Hagnyono enggan merinci. Berdalih analisa Intelijen Polda Bali itu rahasia, dan hanya untuk konsumsi internal.

Baca Juga:  Permalukan 23 TSK Narkoba di Depan Umum, Aktivis Kecam Polresta

Yang pasti Intelijen Polda Bali sudah mengantongi identitas sejumlah WNI yang pernah bergabung dengan ISIS dan sudah kembali ke Asal mereka.

“Intelijen sedang memantau pergerakan mereka. Yang pasti sampai saat ini Bali masih aman dari serangan teror,” timpalnya.

Apakah tidak ada teror selama ini karena upaya preventif (pencegahan) pelaku teror masuk Bali, sudah efektif?

 “Untuk pencegahan kami sudah melakukan dari tahun-tahun sebelumnya. Berbagai elemen masyarakat sudah kami gandeng untuk bekerja sama. Jadi jangan ragu dan cemas.

Kami Polda Bali tetap menjaga keamanan Bali dan Parawisata Bali. Baik masyarakat, lokal, turis manca dan domestik,” tutupnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/