alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Selidiki Kebakaran, Labfor Polda Bali Amankan Sejumlah Barang Bukti

NEGARA– Tim laboratorium forensik Polda Bali menyelidiki kebakaran pasar desa adat Lelateng, Senin (24/5).

Sejumlah barang bukti diamankan untuk memastikan penyebab kebakaran. Hasil penyelidikan diperkirakan dalam waktu satu minggu.

Laboratorium Forensik Polda Bali bersama infanis Polres Jembrana menelusuri dari dugaan awal api muncul.

Yakni, kios nomor dua sebelah selatan bagian depan. Barang bukti yang diamankan, mulai dari abu arang dan bekas kabel yang terbakar.

“Kita cari penyebabnya. Barang bukti yang diambil cek di labfor,” kata Kasubbid Fisika dan Komputer Bidang Laboratorium forensik Polda Bali AKBP Anang Kusnadi.

Pengecekan barang bukti tersebut untuk memastikan, apakah kebakaran karena listrik atau penyebab lain. Pihaknya menargetkan selesai pengecekan di laboratorium sekitar satu minggu, paling cepat tiga hari.

“Nanti kalau sudah ada hasil laboratorium forensik akan kami sampaikan ke sini (Polres Jembrana),” ungkapnya.

Baca Juga:  Sebelum Kabur, Tersangka Tulis Pesan, Masak Mie & Minum Susu di TKP

Kapolsek Negara I Gusti Made Sudarma Putra mengatakan, kebakaran yang terjadi di pasar adat Lelateng masih dalam proses penyelidikan.

Selain pemeriksaan saksi, inafis Satreskrim Polres Jembrana dan laboratorium forensik, masih melakukan penyelidikan mendalam.

“Setelah pemeriksaan dari labfor ini garis polisi bisa dilepas,” ungkapnya.

Kapolsek menambahkan, peristiwa kebakaran pasar ini harus menjadi perhatian masyarakat agar selalu waspada.

Menurutnya, masyarakat perlu diwaspadai sambungan listrik untuk mengantisipasi korsleting listrik.

Apabila melakukan penyambungan listrik, harus menggunakan kabel standar agar tidak terjadi penyebab kebakaran.

Fasilitas umum, seperti pasar juga harus menyediakan alat pemadam kebakaran ringan (Apar) untuk mengantisipasi kebakaran.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak memasang kabel listrik sendiri dan sediakan apar, terutama di fasilitas umum seperti pasar,” terangnya.

Kepala pasar desa adat Lelateng Ketut Suparta mengatakan, selain 10 kios dalam satu los yang ludes terbakar, kios sekitar los yang terbakar juga ada yang terbakar berat.

Baca Juga:  Polisi Serbu Balap Liar di Pantai, Satu Pelaku Ditangkap, Satu Kabur

Sekitar lima kios atapnya sebagian terbakar sehingga tidak bisa digunakan lagi. “Pemiliknya tidak berani menempati lagi karena atapnya rusak,” terangnya.

Seperti diketahui, sebanyak 10 kios dalam satu los pasar desa adat Lelateng, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Lelateng, ludes terbakar, Jumat (21/5) lalu.

Lantaran banyak barang mudah terbakar, petugas membutuhkan waktu hampir dua jam untuk menjinakkan api.

Kebakaran pasar terjadi sekitar pukul 17.00 wita. Saat api masih kecil, warga sudah berusaha untuk memadamkan api dengan alat seadanya.

Petugas pemadam kebakaran yang datang berjibaku memadamkan api dengan mengarahkan seluruh armada. Karena banyak barang mudah terbakar api cepat membesar hingga melalap seluruh kios.


NEGARA– Tim laboratorium forensik Polda Bali menyelidiki kebakaran pasar desa adat Lelateng, Senin (24/5).

Sejumlah barang bukti diamankan untuk memastikan penyebab kebakaran. Hasil penyelidikan diperkirakan dalam waktu satu minggu.

Laboratorium Forensik Polda Bali bersama infanis Polres Jembrana menelusuri dari dugaan awal api muncul.

Yakni, kios nomor dua sebelah selatan bagian depan. Barang bukti yang diamankan, mulai dari abu arang dan bekas kabel yang terbakar.

“Kita cari penyebabnya. Barang bukti yang diambil cek di labfor,” kata Kasubbid Fisika dan Komputer Bidang Laboratorium forensik Polda Bali AKBP Anang Kusnadi.

Pengecekan barang bukti tersebut untuk memastikan, apakah kebakaran karena listrik atau penyebab lain. Pihaknya menargetkan selesai pengecekan di laboratorium sekitar satu minggu, paling cepat tiga hari.

“Nanti kalau sudah ada hasil laboratorium forensik akan kami sampaikan ke sini (Polres Jembrana),” ungkapnya.

Baca Juga:  Ngaku Masih Gadis ke Suami, Ibu Cantik Ini Mewek Minta Ampun-ampun

Kapolsek Negara I Gusti Made Sudarma Putra mengatakan, kebakaran yang terjadi di pasar adat Lelateng masih dalam proses penyelidikan.

Selain pemeriksaan saksi, inafis Satreskrim Polres Jembrana dan laboratorium forensik, masih melakukan penyelidikan mendalam.

“Setelah pemeriksaan dari labfor ini garis polisi bisa dilepas,” ungkapnya.

Kapolsek menambahkan, peristiwa kebakaran pasar ini harus menjadi perhatian masyarakat agar selalu waspada.

Menurutnya, masyarakat perlu diwaspadai sambungan listrik untuk mengantisipasi korsleting listrik.

Apabila melakukan penyambungan listrik, harus menggunakan kabel standar agar tidak terjadi penyebab kebakaran.

Fasilitas umum, seperti pasar juga harus menyediakan alat pemadam kebakaran ringan (Apar) untuk mengantisipasi kebakaran.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak memasang kabel listrik sendiri dan sediakan apar, terutama di fasilitas umum seperti pasar,” terangnya.

Kepala pasar desa adat Lelateng Ketut Suparta mengatakan, selain 10 kios dalam satu los yang ludes terbakar, kios sekitar los yang terbakar juga ada yang terbakar berat.

Baca Juga:  Alamak‚ĶSaling Tatap di Jalan, Emosi, Main Keroyok, Dua Pemuda Diciduk

Sekitar lima kios atapnya sebagian terbakar sehingga tidak bisa digunakan lagi. “Pemiliknya tidak berani menempati lagi karena atapnya rusak,” terangnya.

Seperti diketahui, sebanyak 10 kios dalam satu los pasar desa adat Lelateng, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Lelateng, ludes terbakar, Jumat (21/5) lalu.

Lantaran banyak barang mudah terbakar, petugas membutuhkan waktu hampir dua jam untuk menjinakkan api.

Kebakaran pasar terjadi sekitar pukul 17.00 wita. Saat api masih kecil, warga sudah berusaha untuk memadamkan api dengan alat seadanya.

Petugas pemadam kebakaran yang datang berjibaku memadamkan api dengan mengarahkan seluruh armada. Karena banyak barang mudah terbakar api cepat membesar hingga melalap seluruh kios.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/