alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Seminggu Jadi Kurir, Pria Tamatan SMP Lemas Dituntut 9 Tahun

DENPASAR – Niat mendapat untung dari bekerja sebagai kurir sabu-sabu, malah membuat Frits Ardiles Agustinus Sondak, 31, berakhir di penjara.

Bahkan pria tamatan SMP ini, Senin (24/5) langsung lemas ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Ketut Kartika Widnyana menuntutnya dengan hukuman pidana penjara selama 9 tahun.

Tak hanya pidana penjara, saat membacakan surat tuntutan, JPU Kartika Widnyana juga menuntut pidana denda kepada Ardiles sebesar Rp 1 miliar penjara.  

Jika tidak dibayar, terdakwa harus membayarnya dengan empat bulan penjara.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 ayat (1) UU Narkotika,” ujar JPU Kartika.

Mendengar tuntutan JPU, terdakwa asal Tomohon itu pasrah. Ia menyerahkan sepenuhnya pembelaan pada penasihat hukum probono yang mendampinginya.

Baca Juga:  Meresahkan, Polisi Tembak Residivis Garong Kos-Kosan di Terminal Tegal

Hakim I Putu Sayoga memberikan waktu sepekan pada pengacara terdakwa untuk membuat pledoi tertulis.

- Advertisement -

Terdakwa Ardiles mengaku memiliki dua tujuan menjadi kurir narkoba. Pertama karena ingin mendapat upah Rp 50 ribu sekali tempel sabu.

Kedua, Ardiles ingin mendapat sabu secara cuma-Cuma untuk dipakai sendiri.

“Saya kalau tidak memakai (sabu-sabu) rasanya lemas dan tidak bisa konsentrasi,” ujar Frits kepada hakim.

Seperti diketahui, hingga kasus ini bergulir berawal saat terdakwa berangkat mengambil dan menempelkan sabu-sabu sesuai perintah seseorang yang dipanggil Mas.

Sebagai pendatang baru, Frits tiga kali sukses menempel sabu.

Nah, pada aksinya yang keempat itulah dia dicokok anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar.

“Saya baru tiga Minggu menjadi tukang tempel. Saya dikasih Rp 50 ribu sekali tempel,” tukasnya.

Baca Juga:  [Lagi] Warga Asing Berulah, Aniaya dan Rampas HP Sopir Taksi di Kuta
- Advertisement -

- Advertisement -

DENPASAR – Niat mendapat untung dari bekerja sebagai kurir sabu-sabu, malah membuat Frits Ardiles Agustinus Sondak, 31, berakhir di penjara.

Bahkan pria tamatan SMP ini, Senin (24/5) langsung lemas ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Ketut Kartika Widnyana menuntutnya dengan hukuman pidana penjara selama 9 tahun.

Tak hanya pidana penjara, saat membacakan surat tuntutan, JPU Kartika Widnyana juga menuntut pidana denda kepada Ardiles sebesar Rp 1 miliar penjara.  


Jika tidak dibayar, terdakwa harus membayarnya dengan empat bulan penjara.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 ayat (1) UU Narkotika,” ujar JPU Kartika.

Mendengar tuntutan JPU, terdakwa asal Tomohon itu pasrah. Ia menyerahkan sepenuhnya pembelaan pada penasihat hukum probono yang mendampinginya.

Baca Juga:  Nyabu Bareng, Diborgol Bareng, Dua Guide Diadili

Hakim I Putu Sayoga memberikan waktu sepekan pada pengacara terdakwa untuk membuat pledoi tertulis.

Terdakwa Ardiles mengaku memiliki dua tujuan menjadi kurir narkoba. Pertama karena ingin mendapat upah Rp 50 ribu sekali tempel sabu.

Kedua, Ardiles ingin mendapat sabu secara cuma-Cuma untuk dipakai sendiri.

“Saya kalau tidak memakai (sabu-sabu) rasanya lemas dan tidak bisa konsentrasi,” ujar Frits kepada hakim.

Seperti diketahui, hingga kasus ini bergulir berawal saat terdakwa berangkat mengambil dan menempelkan sabu-sabu sesuai perintah seseorang yang dipanggil Mas.

Sebagai pendatang baru, Frits tiga kali sukses menempel sabu.

Nah, pada aksinya yang keempat itulah dia dicokok anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar.

“Saya baru tiga Minggu menjadi tukang tempel. Saya dikasih Rp 50 ribu sekali tempel,” tukasnya.

Baca Juga:  Antisipasi Corona, Tunda Sidang Dua Minggu, Batasi Pengunjung Sidang

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/