alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Duh Gusti, Cabuli Bocah SD, Aktivis Anti Politik Uang Dipolisikan

SINGARAJA – Kasus pencabulan terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Buleleng. Kali ini korbannya adalah PA, pelajar di salah satu sekolah dasar yang ada di Kota Singaraja.

Kasus itu telah dilaporkan pada pihak kepolisian pekan lalu. Peristiwa pencabulan itu diduga terjadi pada Jumat, 24 Mei lalu. PA diduga dicabuli oleh FA, 18.

Menariknya, FA merupakan salah satu aktivis anti politik uang. Ia disebut sempat mengikuti aksi damai di Sekretariat Bawaslu Buleleng pada Mei lalu.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, korban PA dan FA sudah saling kenal sejak 6 bulan lalu. Keduanya saling kenal, lantaran korban sering lewat rumah pelaku.

Tiap berangkat atau pulang sekolah, korban selalu lewat depan rumah pelaku. Nah, pada akhir Mei lalu, pelaku meminta korban datang ke rumahnya.

Saat itu korban masih mengenakan pakaian sekolah. Korban lantas dicabuli di rumah pelaku yang saat itu kebetulan dalam kondisi sepi.

Baca Juga:  Ngaku Sudah Tiga Kali Terima Paket, Pria Asal Jember Terancam 10 Tahun

Orang tua korban belakangan baru mengetahui hal tersebut, setelah melihat isi pesan singkat di dalam ponsel korban. Peristiwa itu langsung dilaporkan ke Mapolres Buleleng pada Rabu (19/6) pekan lalu.

“Saya baru tahu itu tanggal 18 siang. Istri saya kan baru datang dari bank, kok rumah kosong. Mestinya anak saya ada di rumah.

Kemudian anak saya datang, dicek isi HP-nya. Di HP itu ternyata ada banyak SMS,” kata KA, orang tua korban saat ditemui di Singaraja.

KA kemudian mendatangi FA dan orang tuanya di rumah mereka. Saat itu FA mengaku pernah menyetubuhi korban. Saat itu, ungkap KA, pelaku FA berdalih bahwa korban yang sering main ke rumah pelaku.

Baca Juga:  Rugikan Negara Rp14,3 Miliar, Enam Tersangka Digiring ke Lapas

“Bagaimana pun alasannya, bukti SMS itu kan ada. Karena dia (FA, Red) yang sering mancing-mancing anak saya biar mau datang ke rumah dia. Ada kok SMS itu,” ujar KA.

Terhadap peristiwa pencabulan yang menimpa korban, KA mendesak agar pelaku segera diproses. Ia mengaku sudah menyerahkan sejumlah barang bukti.

Seperti SMS antara korban dengan pelaku, serta pakaian milik korban. Selain itu korban juga telah menjalani visum et repertum di RSUD Buleleng.

“Saya sudah di-BAP. Pakaian anak saya juga sudah diminta. Katanya polisi, sementara sudah lengkap. Saya serahkan ini ke polisi biar diproses seadil-adilnya,” tegasnya.

Sementara itu pihak kepolisian belum memberikan keterangan jelas terkait laporan pencabulan itu.

“Saya cek dulu laporannya ya. Sudah ada apa belum. Nanti kalau sudah jelas, saya kasih keterangan,” kata Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya. 



SINGARAJA – Kasus pencabulan terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Buleleng. Kali ini korbannya adalah PA, pelajar di salah satu sekolah dasar yang ada di Kota Singaraja.

Kasus itu telah dilaporkan pada pihak kepolisian pekan lalu. Peristiwa pencabulan itu diduga terjadi pada Jumat, 24 Mei lalu. PA diduga dicabuli oleh FA, 18.

Menariknya, FA merupakan salah satu aktivis anti politik uang. Ia disebut sempat mengikuti aksi damai di Sekretariat Bawaslu Buleleng pada Mei lalu.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, korban PA dan FA sudah saling kenal sejak 6 bulan lalu. Keduanya saling kenal, lantaran korban sering lewat rumah pelaku.

Tiap berangkat atau pulang sekolah, korban selalu lewat depan rumah pelaku. Nah, pada akhir Mei lalu, pelaku meminta korban datang ke rumahnya.

Saat itu korban masih mengenakan pakaian sekolah. Korban lantas dicabuli di rumah pelaku yang saat itu kebetulan dalam kondisi sepi.

Baca Juga:  Buat Cerita Tewas Masuk Jurang,Tipu Arisan Rp1 M Pakai Identitas Palsu

Orang tua korban belakangan baru mengetahui hal tersebut, setelah melihat isi pesan singkat di dalam ponsel korban. Peristiwa itu langsung dilaporkan ke Mapolres Buleleng pada Rabu (19/6) pekan lalu.

“Saya baru tahu itu tanggal 18 siang. Istri saya kan baru datang dari bank, kok rumah kosong. Mestinya anak saya ada di rumah.

Kemudian anak saya datang, dicek isi HP-nya. Di HP itu ternyata ada banyak SMS,” kata KA, orang tua korban saat ditemui di Singaraja.

KA kemudian mendatangi FA dan orang tuanya di rumah mereka. Saat itu FA mengaku pernah menyetubuhi korban. Saat itu, ungkap KA, pelaku FA berdalih bahwa korban yang sering main ke rumah pelaku.

Baca Juga:  Dipicu Dendam, Antar Pemuda di Gerokgak Duel Hingga Berdarah-darah

“Bagaimana pun alasannya, bukti SMS itu kan ada. Karena dia (FA, Red) yang sering mancing-mancing anak saya biar mau datang ke rumah dia. Ada kok SMS itu,” ujar KA.

Terhadap peristiwa pencabulan yang menimpa korban, KA mendesak agar pelaku segera diproses. Ia mengaku sudah menyerahkan sejumlah barang bukti.

Seperti SMS antara korban dengan pelaku, serta pakaian milik korban. Selain itu korban juga telah menjalani visum et repertum di RSUD Buleleng.

“Saya sudah di-BAP. Pakaian anak saya juga sudah diminta. Katanya polisi, sementara sudah lengkap. Saya serahkan ini ke polisi biar diproses seadil-adilnya,” tegasnya.

Sementara itu pihak kepolisian belum memberikan keterangan jelas terkait laporan pencabulan itu.

“Saya cek dulu laporannya ya. Sudah ada apa belum. Nanti kalau sudah jelas, saya kasih keterangan,” kata Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/