alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Napi Perempuan yang Tewas Dituduh Peracik Miras Disinfektan di Lapas

DENPASAR – Kasus mabuk disinfektan di dalam Lapas Perempuan Denpasar juga diusut kepolisian. Dari penyelidikan Polres Badung, sejumlah saksi menuduh pelaku yang meracik miras berbahan disinfektan dan minuman Nutrisari itu adalah RD. Sayangnya, RD tak bisa dikonfirmasi, sebab ia merupakan napi yang tewas karena mabuk disinfektan tersebut.

 

 

Kasat Reskrim Polres Badung, AKP Putu Ika Prabawa mengatakan, peracik minuman maut itu adalah RD sendiri. Di mana RD dinyatakan tewas sehari setelah dilarikan ke RSUP Sanglah Denpasar. Dijelaskan, RD merupakan tahanan kasus narkoba asal Jakarta.

 

 

“RD, korban meninggal diduga peraciknya,” kata AKP Ika, Kamis (24/6/2021).

 

Lanjut dia bahwa dugaan itu merupakan kesimpulan dari keterangan para saksi atau 20 orang korban lainnya sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengkonsumsi cairan disinfektan tersebut. 

Baca Juga:  Diduga Penyakit Ayan Kumat, Jatuh, Pedagang Paruh Baya Tewas di Pasar

 

“Itu menurut keterangan saksi-saksi,” ujar Ika.

 

 

Sejauh ini, lanjut dia, sudah ada 16 orang saksi yang telah dimintai keterangan oleh kepolisian Polres Badung. 

 

Sebelumnya, Kalapas Perempuan Kelas IIA Denpasar, Lili mengatakan, kejadian 21 menenggak cairan disinfektan itu terungkap pada Kamis (10/6/2021). Saat itu ada beberapa orang warga binaan mendatangi pihak medis Lapas dan mengeluhkan sakit perut. Setelah beberapa kali dipaksa, akhirnya mereka jujur telah meminum cairan disinfektan pada Rabu (9/6/2021) 

 

Lalu, delapan orang langsung dilarikan ke rumah sakit Sanglah Denpasar, Kamis (10/6/2021) sore untuk mendapatkan perawatan medis.

 

 

“Kondisinya ada dua yang kondisinya kritis dan tadi pagi meninggal itu ada satu orang,” kata Lili saat diwawancarai oleh awak media di Lapas Perempuan Kelas II A Denpasar, Jumat (11/6/2021) sore lalu. 

Baca Juga:  HEBOH! Majelis Hakim Tolak Tatap Muka, JRX Walk Out Sidang Online

 

Lanjut dia, setelah mengetahui rekannya ada yang tewas, beberapa warga binaan yang lain pun akhirnya memberanikan diri melapor bahwa mereka juga ikut minum dan setelahnya mengalami gejala sesak nafas. Mereka mengaku telah mulai menenggak cairan disinfektan yaang dicampur minuman sari buah itu sejak hari Selasa (8/6/2021). Namun gejalanya baru mulai dirasakan sejak Kamis (10/6/2021).

 

“Jadi, total semuanya ada 21 warga binaan kami dan 1 orang yang meninggal,” tambah Lili.

 

 

Dijelaskannya, bahwa disinfektan yang diminum oleh 21 orang itu merupakan cairan yang diambil dari gudang secara diam-diam. Disinfektan itu sisa dari pemakaian sebelumnya untuk menyemprotkan blok yang dihuni para warga binaan.

 

“Mereka ambil diam-diam dari gudang. Sedangkan minum sari buah itu mereka dapatkan dari koperasi kami di sini,” imbuhnya.

 


DENPASAR – Kasus mabuk disinfektan di dalam Lapas Perempuan Denpasar juga diusut kepolisian. Dari penyelidikan Polres Badung, sejumlah saksi menuduh pelaku yang meracik miras berbahan disinfektan dan minuman Nutrisari itu adalah RD. Sayangnya, RD tak bisa dikonfirmasi, sebab ia merupakan napi yang tewas karena mabuk disinfektan tersebut.

 

 

Kasat Reskrim Polres Badung, AKP Putu Ika Prabawa mengatakan, peracik minuman maut itu adalah RD sendiri. Di mana RD dinyatakan tewas sehari setelah dilarikan ke RSUP Sanglah Denpasar. Dijelaskan, RD merupakan tahanan kasus narkoba asal Jakarta.

 

 

“RD, korban meninggal diduga peraciknya,” kata AKP Ika, Kamis (24/6/2021).

 

Lanjut dia bahwa dugaan itu merupakan kesimpulan dari keterangan para saksi atau 20 orang korban lainnya sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengkonsumsi cairan disinfektan tersebut. 

Baca Juga:  Propam Mabes Polri Cek Anggota dan Tahanan Polres Badung, Ada Apa?

 

“Itu menurut keterangan saksi-saksi,” ujar Ika.

 

 

Sejauh ini, lanjut dia, sudah ada 16 orang saksi yang telah dimintai keterangan oleh kepolisian Polres Badung. 

 

Sebelumnya, Kalapas Perempuan Kelas IIA Denpasar, Lili mengatakan, kejadian 21 menenggak cairan disinfektan itu terungkap pada Kamis (10/6/2021). Saat itu ada beberapa orang warga binaan mendatangi pihak medis Lapas dan mengeluhkan sakit perut. Setelah beberapa kali dipaksa, akhirnya mereka jujur telah meminum cairan disinfektan pada Rabu (9/6/2021) 

 

Lalu, delapan orang langsung dilarikan ke rumah sakit Sanglah Denpasar, Kamis (10/6/2021) sore untuk mendapatkan perawatan medis.

 

 

“Kondisinya ada dua yang kondisinya kritis dan tadi pagi meninggal itu ada satu orang,” kata Lili saat diwawancarai oleh awak media di Lapas Perempuan Kelas II A Denpasar, Jumat (11/6/2021) sore lalu. 

Baca Juga:  Warga Angantaka Diminta Kembali Bersatu

 

Lanjut dia, setelah mengetahui rekannya ada yang tewas, beberapa warga binaan yang lain pun akhirnya memberanikan diri melapor bahwa mereka juga ikut minum dan setelahnya mengalami gejala sesak nafas. Mereka mengaku telah mulai menenggak cairan disinfektan yaang dicampur minuman sari buah itu sejak hari Selasa (8/6/2021). Namun gejalanya baru mulai dirasakan sejak Kamis (10/6/2021).

 

“Jadi, total semuanya ada 21 warga binaan kami dan 1 orang yang meninggal,” tambah Lili.

 

 

Dijelaskannya, bahwa disinfektan yang diminum oleh 21 orang itu merupakan cairan yang diambil dari gudang secara diam-diam. Disinfektan itu sisa dari pemakaian sebelumnya untuk menyemprotkan blok yang dihuni para warga binaan.

 

“Mereka ambil diam-diam dari gudang. Sedangkan minum sari buah itu mereka dapatkan dari koperasi kami di sini,” imbuhnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/