alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Terungkap, Ini Alasan Pelaku Tega Tebas Korban dengan Sadis dan Brutal

 

SETELAH ditangkap dan diperiksa, fakta baru terungkap di balik kasus penebasan sadis di kawasan Monang-Maning, Denpasar Barat, Jumat (23/7) sore.

 

Usut punya usut, ternyata pelaku Wayan S (Wayan Sinar) juga ditebas lebih dulu oleh pelaku. Seperti apa?

 

ANDRE SULLA, Denpasar

 

- Advertisement -

PENYIDIKAN kasus penebasan yang menewaskan Gede Budiarta alias Kadek Budi alias De Budi, 34, warga asal Kubutambahan, Buleleng di Monang-Maning, Denbar terus berlanjut.

 

Setelah sempat ditangkap dan ditahan, polisi juga kembali memeriksa Tersangka Wayan Sinar. Dari pengakuan terbaru, terungkap jika aksi brutal pelaku menebas kepala dan tangan korban hingga putus karena ternyata korban De Budi lebih dulu menebas pelaku.

Baca Juga:  Jleb! Sindiran Gendo untuk 'Jaksa' Usai Terima Salinan Memori Kasasi

 

“Jadi sesuai dalih atau pengakuan pelaku, Korban (Gede Budiarsana) yang lebih dulu menebas pelaku. Karena tak terima makanya pelaku mengejar pakai parang dan membalas menebas korban hingga tewas,”ujar salah satu sumber kepolisian di Polresta Denpasar, Sabtu (23/7).

 

Lebih lanjut, sumber menjelaskan, pengakuan pelaku nekat mengabisi nyawa korban, itu juga diperkuat bekas luka di bagian kepala belakang pelaku.

 

Bahkan akibat ditebas korban dengan menggunakan parang, Pelaku Wayan Sinar harus mendapat 24 jahitan di kulit luar selapit kepala bagian dalam.

 

Terkait informasi sumber, Kapolresta Denpasar Kombespol Jansen Avitus Pandjaitan saat dikonfirmasi enggan merinci terkait kronologi maupun temuan penyidikan.

Baca Juga:  Sok Jagoan, Ini Sosok Gung Balang TSK Smackdown di Kebo Iwa Bali

 

Namun demikian, perwira menengah polisi dengan pangkat melati tiga di pundak ini mengaku, jjika dalam kasus ini, pihaknya telah menetapkan 6 (enam) orang sebagai tersangka.

 

“Tersangkanya dua orang Bali dan empat orang dari Ambon. Untuk pelaku penebasan itu Wayan S (Wayan Sinar),” jelas Kombespol Jansen singkat.

- Advertisement -

 

SETELAH ditangkap dan diperiksa, fakta baru terungkap di balik kasus penebasan sadis di kawasan Monang-Maning, Denpasar Barat, Jumat (23/7) sore.

 

Usut punya usut, ternyata pelaku Wayan S (Wayan Sinar) juga ditebas lebih dulu oleh pelaku. Seperti apa?

 

ANDRE SULLA, Denpasar

 

PENYIDIKAN kasus penebasan yang menewaskan Gede Budiarta alias Kadek Budi alias De Budi, 34, warga asal Kubutambahan, Buleleng di Monang-Maning, Denbar terus berlanjut.

 

Setelah sempat ditangkap dan ditahan, polisi juga kembali memeriksa Tersangka Wayan Sinar. Dari pengakuan terbaru, terungkap jika aksi brutal pelaku menebas kepala dan tangan korban hingga putus karena ternyata korban De Budi lebih dulu menebas pelaku.

Baca Juga:  Mobil Pengacara Ditembak di Tol, Ini Respons Polresta Denpasar

 

“Jadi sesuai dalih atau pengakuan pelaku, Korban (Gede Budiarsana) yang lebih dulu menebas pelaku. Karena tak terima makanya pelaku mengejar pakai parang dan membalas menebas korban hingga tewas,”ujar salah satu sumber kepolisian di Polresta Denpasar, Sabtu (23/7).

 

Lebih lanjut, sumber menjelaskan, pengakuan pelaku nekat mengabisi nyawa korban, itu juga diperkuat bekas luka di bagian kepala belakang pelaku.

 

Bahkan akibat ditebas korban dengan menggunakan parang, Pelaku Wayan Sinar harus mendapat 24 jahitan di kulit luar selapit kepala bagian dalam.

 

Terkait informasi sumber, Kapolresta Denpasar Kombespol Jansen Avitus Pandjaitan saat dikonfirmasi enggan merinci terkait kronologi maupun temuan penyidikan.

Baca Juga:  Lacak, Investigasi, Gorok Korban, Trik 27 WNA Penipu Online

 

Namun demikian, perwira menengah polisi dengan pangkat melati tiga di pundak ini mengaku, jjika dalam kasus ini, pihaknya telah menetapkan 6 (enam) orang sebagai tersangka.

 

“Tersangkanya dua orang Bali dan empat orang dari Ambon. Untuk pelaku penebasan itu Wayan S (Wayan Sinar),” jelas Kombespol Jansen singkat.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/