alexametrics
28.7 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Banyak Ortu Beri Anak Naik Motor, Dirlantas: Kalau Tabrakan Nangis!

DENPASAR – Sejak Januari 2020 hingga bulan September 2020 angka kecelakaan lalu lintas di Bali sudah mencapai 1.350 kejadian. Kecelakaan ini terdiri dari roda dua dan roda empat. Mirisnya, kecelakaan yang melibatkan anak bawah umur dan pelajar juga tergolong cukup tinggi. Hal ini disampaikan oleh Dirlantas Polda Bali, Kombes Pol Indra, Kamis (24/9).

Dijelaskannya bahwa salah atau penyebab adanya kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur karena masih banyak orang tua yang membiarkan anak mereka mengendarai kendaraan. Baik itu roda dua maupun roda empat. Padahal status anak-anak itu masih di bawah umur dan bahkan ada yang masih berstatus pelajar. 

“Karena yang lebih banyak pelanggaran adalah usia produktif. Bahkan banyak juga anak-anak di bawah umur yang masih sekolah. Mereka-mereka ini generasi bangsa kita ini banyak yang jadi korban, kenapa harus dibiarkan. Makanya kita minta peran orang tua di rumah. Kadang orang tua abaikan anaknya dilepas begitu aja,” kata Kombes Indra, menyalahkan orang tua. 

Baca Juga:  UPDATE! Diduga Hendak Kabur, Sudikerta Ditangkap di Bandara Ngurah Rai

Lanjut dia, bahwa masih banyak orang tua yang tidak memperhatikan anaknya dan membiarkan mereka berkendara. Padahal mereka belum punya SIM. Dan di jalan raya, anak-anak di bawah umur ini kerap ugal-ugalan. Berkendara dengan kecepatan tinggi dan melanggar rambu lalu lintas. Mereka juga kerap berkendara dengan kecepatan tinggi untuk mengejar waktu. Namun mengesampingkan protokol keselamatan berlalu lintas. 

“Kalau sudah anaknya tabrakan baru nangis-nangis. Kalau motornya ditahan baru merengek-rengek. Beli motor kan pakai duit. Susah cari duit bukan untuk dirusak atau ditabrakkan begitu saja,” ujarnya. 

Dengan angka kecelakaan yang cukup tinggi ini, dia pun meminta para pengendara untuk berhati-hati di jalan. Selalu mengenakan helm dan membawa surat kendaraan dan SIM. Polisi juga telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan sosialisasi kepada para pengguna jalan. Baik itu secara langsung di jalan raya maupun melalui media dan juga media sosial. 

Baca Juga:  Berniat Klarifikasi, Warga Nusa Penida Tolak AWK, Ini Pemicunya

“Sekarang ini kita tidak bisa melakukan sosialisasi karena masa pandemi. Jadi sekarang ini kita memanfaatkan media sosial untuk mensosialisasikan itu. Paling kita di jalan melakukan pengaturan sambil membawa tulisan-tulisan dan imbauan-imbauan. Kami juga berharap masyarakat melihat juga imbauan itu. Imbauan itu merupakan implementasi dari peraturan yang ada. Agar masyarakat bisa paham bahwa tertib lalu lintas itu penting,” tandas perwira dengan melati tiga di pundak ini.



DENPASAR – Sejak Januari 2020 hingga bulan September 2020 angka kecelakaan lalu lintas di Bali sudah mencapai 1.350 kejadian. Kecelakaan ini terdiri dari roda dua dan roda empat. Mirisnya, kecelakaan yang melibatkan anak bawah umur dan pelajar juga tergolong cukup tinggi. Hal ini disampaikan oleh Dirlantas Polda Bali, Kombes Pol Indra, Kamis (24/9).

Dijelaskannya bahwa salah atau penyebab adanya kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur karena masih banyak orang tua yang membiarkan anak mereka mengendarai kendaraan. Baik itu roda dua maupun roda empat. Padahal status anak-anak itu masih di bawah umur dan bahkan ada yang masih berstatus pelajar. 

“Karena yang lebih banyak pelanggaran adalah usia produktif. Bahkan banyak juga anak-anak di bawah umur yang masih sekolah. Mereka-mereka ini generasi bangsa kita ini banyak yang jadi korban, kenapa harus dibiarkan. Makanya kita minta peran orang tua di rumah. Kadang orang tua abaikan anaknya dilepas begitu aja,” kata Kombes Indra, menyalahkan orang tua. 

Baca Juga:  SMP PGRI 7 Panjer Denpasar Dibobol Maling, 17 Unit Laptop Raib

Lanjut dia, bahwa masih banyak orang tua yang tidak memperhatikan anaknya dan membiarkan mereka berkendara. Padahal mereka belum punya SIM. Dan di jalan raya, anak-anak di bawah umur ini kerap ugal-ugalan. Berkendara dengan kecepatan tinggi dan melanggar rambu lalu lintas. Mereka juga kerap berkendara dengan kecepatan tinggi untuk mengejar waktu. Namun mengesampingkan protokol keselamatan berlalu lintas. 

“Kalau sudah anaknya tabrakan baru nangis-nangis. Kalau motornya ditahan baru merengek-rengek. Beli motor kan pakai duit. Susah cari duit bukan untuk dirusak atau ditabrakkan begitu saja,” ujarnya. 

Dengan angka kecelakaan yang cukup tinggi ini, dia pun meminta para pengendara untuk berhati-hati di jalan. Selalu mengenakan helm dan membawa surat kendaraan dan SIM. Polisi juga telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan sosialisasi kepada para pengguna jalan. Baik itu secara langsung di jalan raya maupun melalui media dan juga media sosial. 

Baca Juga:  Geger, Wanita Muda di Badung Bali Jadi Korban Begal Payudara

“Sekarang ini kita tidak bisa melakukan sosialisasi karena masa pandemi. Jadi sekarang ini kita memanfaatkan media sosial untuk mensosialisasikan itu. Paling kita di jalan melakukan pengaturan sambil membawa tulisan-tulisan dan imbauan-imbauan. Kami juga berharap masyarakat melihat juga imbauan itu. Imbauan itu merupakan implementasi dari peraturan yang ada. Agar masyarakat bisa paham bahwa tertib lalu lintas itu penting,” tandas perwira dengan melati tiga di pundak ini.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/