alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Akibat Ditinju Pria Kekar Pakai Knuckle, Wajah Pegawai Servis HP Robek

TABANAN – Penganiayaan yang dilakukan Febriansyah alias Rian, 31, terhadap Donny Santoso, 17, pada Selasa (21/9) berakibat fatal. Apalagi, penganiayaan itu bukan dengan tangan kosong, yakni menggunakan knuckle atau keling, sejenis senjata tinju besi.

 

Menurut Kapolsek Kerambitan Kompol Bambang Gede Artha, akibat penganiayaan tersebut, pegawai  servis HP di Divya Cell, Banjar Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, itu mengalami luka serius.

 

“Dalam peristiwa yang terjadi pada Selasa sore itu korban Donny mengalami luka-luka robek pada pipi kirinya. Serta luka yang sama pada bagian bibirnya,” jelas Kompol Bambang.

  

Di sisi lain, pelaku Rian dijerat menggunakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

 

“Untuk sementara pelaku kami sangkakan dengan pasal penganiayaan,” pungkasnya.

 

Sekadar diketahui, Febriansyah alias Rian, 31, pria asal Jalan Padang Indah II/26 Lingkungan Padang Indah, Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, itu ditangkap polisi Rabu (22/9) di Jalan Kebo Iwa Denpasar.

Baca Juga:  Dosen Unud Mangkir Panggilan KPK, Ini Kata Kepala Ombudsman Bali

 

Dia ditangkap polisi dari Polsek Kerambitan lantaran menganiaya Donny Santoso, 17, pegawai  servis HP di Divya Cell, Banjar Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Selasa (21/9).

 

Menurut Kapolsek Kerambitan Kompol Bambang Gede Artha, peristiwa itu berawal ketika orang tua Rian memperbaiki HP di konter tersebut. Saat itu, orang tua pelaku menyebutkan bahwa konektor pengisian baterai pada ponselnya rusak.

 

“Setelah dilakukan pemeriksaan, kerusakannya bukan hanya pada konektor. Sehingga perbaikan dilakukan pada bagian lain. Biaya perbaikan pun membengkak,” jelas Kompoll Bambang dikonfirmasi Kamis (23/9).

 

Nah, kemudian datanglah pelaku ke tempat kerja korban di konter servis HP pada Selasa (21/9) sekitar pukul 17.30.

 

Pelaku datang mengendarai motor matic. Waktu itu dia berhenti di depan toko. Kemudian menghampiri korban dan mengatakan ingin mengambil ponsel milik orang tuanya.

 

Rian tidak terima ongkos servis HP orang tuanya membengkak. Dia pun ngotot hanya akan membayar sesuai dengan nota.

Baca Juga:  Mimih…Pekerja Kapal Pesiar Dijambret di Siang Bolong, Waspada…

 

Sedangkan korban menjelaskan bahwa bila pembayaran hanya dilakukan sesuai dengan nilai yang tertera pada nota, maka perbaikan hanya dilakukan terhadap konektor pengisian baterai saja.

  

Tak terima dengan penjelasan dan adanya tambahan ongkos tersebut, pelaku mencekik leher korban. Tetapi korban secara spontan menepisnya.

 

Terkena tepis, pelaku menjadi tambah ganas. Pelaku kemudian mencengkeram kerah baju korban dengan tangan kirinya. Dan di saat yang bersamaan ia melepaskan tinju dan mengenai bagian kiri wajah korban sebanyak empat kali.

 

“Kala itu pelaku memukul wajah korban, pelaku menggunakan alat bantu knuckle atau keling sehingga menimbulkan luka robek,” terang Kompol Bambang.

 

Tak hanya itu puas melampiaskan emosinya, pelaku mengambil ponsel orang tuanya kemudian pergi.

 

Korban Donny Santoso, yang tidak terima dengan perlakuan itu lantas melapor ke Polisi. Pelaku ditangkap Rabu (22/9) sore, di sekitar Jalan Kebo Iwa, Denpasar Utara.


TABANAN – Penganiayaan yang dilakukan Febriansyah alias Rian, 31, terhadap Donny Santoso, 17, pada Selasa (21/9) berakibat fatal. Apalagi, penganiayaan itu bukan dengan tangan kosong, yakni menggunakan knuckle atau keling, sejenis senjata tinju besi.

 

Menurut Kapolsek Kerambitan Kompol Bambang Gede Artha, akibat penganiayaan tersebut, pegawai  servis HP di Divya Cell, Banjar Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, itu mengalami luka serius.

 

“Dalam peristiwa yang terjadi pada Selasa sore itu korban Donny mengalami luka-luka robek pada pipi kirinya. Serta luka yang sama pada bagian bibirnya,” jelas Kompol Bambang.

  

Di sisi lain, pelaku Rian dijerat menggunakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

 

“Untuk sementara pelaku kami sangkakan dengan pasal penganiayaan,” pungkasnya.

 

Sekadar diketahui, Febriansyah alias Rian, 31, pria asal Jalan Padang Indah II/26 Lingkungan Padang Indah, Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, itu ditangkap polisi Rabu (22/9) di Jalan Kebo Iwa Denpasar.

Baca Juga:  Bikin Onar di Bali, Dua Warga Ukraina dan Satu Rusia Dideportasi

 

Dia ditangkap polisi dari Polsek Kerambitan lantaran menganiaya Donny Santoso, 17, pegawai  servis HP di Divya Cell, Banjar Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Selasa (21/9).

 

Menurut Kapolsek Kerambitan Kompol Bambang Gede Artha, peristiwa itu berawal ketika orang tua Rian memperbaiki HP di konter tersebut. Saat itu, orang tua pelaku menyebutkan bahwa konektor pengisian baterai pada ponselnya rusak.

 

“Setelah dilakukan pemeriksaan, kerusakannya bukan hanya pada konektor. Sehingga perbaikan dilakukan pada bagian lain. Biaya perbaikan pun membengkak,” jelas Kompoll Bambang dikonfirmasi Kamis (23/9).

 

Nah, kemudian datanglah pelaku ke tempat kerja korban di konter servis HP pada Selasa (21/9) sekitar pukul 17.30.

 

Pelaku datang mengendarai motor matic. Waktu itu dia berhenti di depan toko. Kemudian menghampiri korban dan mengatakan ingin mengambil ponsel milik orang tuanya.

 

Rian tidak terima ongkos servis HP orang tuanya membengkak. Dia pun ngotot hanya akan membayar sesuai dengan nota.

Baca Juga:  Napi Budi Daya Ikan Nila dengan Teknologi Aerator, Hasil pun Melimpah

 

Sedangkan korban menjelaskan bahwa bila pembayaran hanya dilakukan sesuai dengan nilai yang tertera pada nota, maka perbaikan hanya dilakukan terhadap konektor pengisian baterai saja.

  

Tak terima dengan penjelasan dan adanya tambahan ongkos tersebut, pelaku mencekik leher korban. Tetapi korban secara spontan menepisnya.

 

Terkena tepis, pelaku menjadi tambah ganas. Pelaku kemudian mencengkeram kerah baju korban dengan tangan kirinya. Dan di saat yang bersamaan ia melepaskan tinju dan mengenai bagian kiri wajah korban sebanyak empat kali.

 

“Kala itu pelaku memukul wajah korban, pelaku menggunakan alat bantu knuckle atau keling sehingga menimbulkan luka robek,” terang Kompol Bambang.

 

Tak hanya itu puas melampiaskan emosinya, pelaku mengambil ponsel orang tuanya kemudian pergi.

 

Korban Donny Santoso, yang tidak terima dengan perlakuan itu lantas melapor ke Polisi. Pelaku ditangkap Rabu (22/9) sore, di sekitar Jalan Kebo Iwa, Denpasar Utara.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/