Kamis, 02 Dec 2021
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Puluhan WNA Bermasalah Belum Dideportasi, Menumpuk di Rudenim Denpasar

24 September 2021, 17: 45: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Puluhan WNA Bermasalah Belum Dideportasi, Menumpuk di Rudenim Denpasar

Proses sidak oleh petugas terkait di Rudenim Denpasar, Kamis (23/9).. (IST)

Share this      

DENPASAR - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar jadi sasaran sidak rutin yang dilakukan oleh Sub Seksi Kemanan Imigrasi Denpasar sendiri. Kegiatan sidak itu digelar pada Kamis (23/9/2021). 

Dalam sidak itu, Kepala Sub Seksi Kemanan Tri Hermawan FK mengatakan sidak dilakukan di setiap blok yang ada.

"Sesuai dengan arahan Kepala Rudenim Denpasar, Seksi Keamanan dan Ketertiban beserta regu jaga pada Rudenim Denpasar melelakukan sidak dengan menggeledah seluruh Blok Deteni (warga asing penghuni Rudenim) untuk memastikan keamanan Deteni yang ditahan di setiap bloknya," katanya. 

Baca juga: Sadis! Pria Kekar 4 Kali Tinju Wajah Pegawai Servis HP Pakai Knuckle

Lanjut dia, sidak ini rutin dilaksanakan untuk memastikan keamanan deteni selama ditempatkan di Rudenim Denpasar. Tidak hanya sidak kepada Deteni dan blok Deteni, pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap fasilitas seperti kelistrikan, air bersih, alat pemadam api ringan dan fasilitas lainnya. 

"Bahkan sebelumnya kami juga telah melaksanakan pelatihan penggunaan APAR (alat pemadam api ringan) bagi petugas jaga," ujarnya.

Dari sidak yang ditemukan, di 16 blok Deteni tidak ditemukan barang terlarang atau berbahaya yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan. Dalam sidak ini hanya ditemukan beberapa barang seperti kayu, stop kontak yang rusak, garpu plastik, dan alat cukur. 

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk mengatakan, sidak rutin yang dilakukan oleh Rudenim Denpasar ini  penting dilakukan untuk memastikan Keamanan dan Ketertiban di setiap blok agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Sidak Rutin ini sangat penting dilakukan. Selain untuk mengecek setiap fasilitas yang ada, sidak ini juga bertujuan untuk meningkatkan Keamanan, Ketertiban, serta menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," katanya. 

Ditambahkannya, per tanggal 22 September 2021, jumlah Deteni yang ditempatkan di Rudenim Denpasar sebanyak 21 orang. Mereka berasal dari sejumlah negara. Seperti dari Mesir, Venezuela, Rusia, Libya, Australia, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Italia, New Zealand, India, Nigeria, Tanzania, Prancis, Pantai Gading, Belanda, dan Turki.

"Mereka semua sedang menunggu proses pemulangan atau pendeportasian ke negara asalnya," imbuh Jamaruli.

(rb/mar/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia