alexametrics
28.7 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

JAHAT! Penculik ABG Autis Intai Korban Sejak Lama, Pernah Bujuk Pakai…

DENPASAR – Hasan Alhadad alias Hasan pelaku penculikan ABG autis berinisial AASSDL, 17, di Jalan Pulau Saelus, Senin (24/10) sore hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Denpasar.

Dari hasil pemeriksaan didapati fakta yang cukup mengejutkan. Di mana pelaku mengaku memang sudah beberapa kali merencanakan dan berusaha membawa kabur korban.

Hal ini bahkan diakui sendiri oleh pelaku asal Waingapu Sumba Timur, NTT, saat rilis media, di Polresta Denpasar, Rabu (24/10) siang.

Menurut tersangka yang akrab dipanggil Acan ini, dirinya telah beberapa kali mencoba memantau pergerakan korban.

Terutama saat korban sedang bermain-main di sekitar rumahnya di Banjar Tengah, Sesetan, Denpasar Selatan. “Ya sebelumnya saya sering lihat dia (korban), tapi saya tidak kenal,” kata pelaku. 

Baca Juga:  Over Dimensi, Bukan Sopir yang Dipenjara, Tapi Pemilik Truk & Karoseri

Lanjutnya, dirinya juga sudah beberapa kali mengiming-imingi korban dengan uang agar mau diajak oleh pelaku.

Pada intinya pelaku memanfaatkan keluguan korban dengan berpura-pura baik. Tapi karena dalam kondisi yang belum memungkinkan, pelaku kemudian memutuskan untuk membatalkan aksinya beberapa kali. 

“Sebelumnya saya coba ajak saya berikan uang Rp 5.000,” tambah pelaku yang kesehariannya sebagai pengepul barang antik ini.

Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo mengatakan, saat ini pihaknya juga tengah menyelidiki dan memeriksa pelaku untuk bisa menguak lebih jauh terkait motif dan apakah adanya korban lain.

“Kami masih mendalami keterangan pelaku ini,” tandasnya. 



DENPASAR – Hasan Alhadad alias Hasan pelaku penculikan ABG autis berinisial AASSDL, 17, di Jalan Pulau Saelus, Senin (24/10) sore hingga kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Denpasar.

Dari hasil pemeriksaan didapati fakta yang cukup mengejutkan. Di mana pelaku mengaku memang sudah beberapa kali merencanakan dan berusaha membawa kabur korban.

Hal ini bahkan diakui sendiri oleh pelaku asal Waingapu Sumba Timur, NTT, saat rilis media, di Polresta Denpasar, Rabu (24/10) siang.

Menurut tersangka yang akrab dipanggil Acan ini, dirinya telah beberapa kali mencoba memantau pergerakan korban.

Terutama saat korban sedang bermain-main di sekitar rumahnya di Banjar Tengah, Sesetan, Denpasar Selatan. “Ya sebelumnya saya sering lihat dia (korban), tapi saya tidak kenal,” kata pelaku. 

Baca Juga:  KPU Kota Denpasar Musnahkan 572 Surat Suara Rusak

Lanjutnya, dirinya juga sudah beberapa kali mengiming-imingi korban dengan uang agar mau diajak oleh pelaku.

Pada intinya pelaku memanfaatkan keluguan korban dengan berpura-pura baik. Tapi karena dalam kondisi yang belum memungkinkan, pelaku kemudian memutuskan untuk membatalkan aksinya beberapa kali. 

“Sebelumnya saya coba ajak saya berikan uang Rp 5.000,” tambah pelaku yang kesehariannya sebagai pengepul barang antik ini.

Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo mengatakan, saat ini pihaknya juga tengah menyelidiki dan memeriksa pelaku untuk bisa menguak lebih jauh terkait motif dan apakah adanya korban lain.

“Kami masih mendalami keterangan pelaku ini,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/