alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Rektor Unud Ragukan Data Kekerasan Seksual di Kampus, Ini Kata LBH

DENPASAR – Pihak LBH Bali menjawab terkait keraguan pihak kampus Universitas Udayana (Unud) Bali yang mempertanyakan validitas data jumlah korban kekerasan seksual di kampus tersebut.

Direktur LBH Bali, Ni Kadek Vany Primaliraning mengatakan bahwa data yang didapatkan oleh pihaknya merupakan berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh LBH Bali, Seruni dan juga pihak BEM Universitas Udayana.

 

Diceritakannya bahwa itu bermula dari BEM Unud yang membuka posko pengaduan dugaan kekerasan seksual di kampus itu. Lalu survey pun dilakukan dalam bentuk google form.

 

Sehingga di sana terdata ada 42 orang di lingkungan kampus ini diduga menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh mahasiswa, staf, dosen, hingga oleh pedagang dan tukang bangunan.

 

- Advertisement -

Sebelumnya, LBH Bali menyebut untuk kasusnya, ada 2 kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh mahasiswa, 4 kasus intimidasi seksual, 5 kasus kekerasan berbasis gender dan sisanya adalah kasus pelecehan seksual.

Baca Juga:  Ditanya Hakim, Bule Rusia: “Biase Gen, Pang Be, Pang Karma Mejalan”

 

“Tuntaskan dulu kasus kekerasan seksual yang sebelumnya terjadi, sudah sampai sidang etik tapi sampai hari ini belum jelas hasilnya,” ujar Vany.

 

Dari 42 kasus tersebut tak satupun berujung pada pihak berwajib, apalagi ditangani pihak kampus Unud.

 

“LBH Bali telah berulang kali mengundang Unud untuk membuat SOP kekerasan seksual yang komprehensif tapi tidak ditanggapi. Ini kaitannya untuk mendorong Unud Darurat kasus kekerasan seksual,” kata Vany.

 

Diketahui, Rektor Unud Prof I Nyoman Gede Antara sebelumnya meragukan data LBH Bali lantaran mengungkap data dugaan kekerasan seksual di kampus itu. Prof Antara  juga mengancam mempidanakan LBH Bali. 

“Kalau sampai dia memainkan angka-angka ini dengan bukti yang tidak nyata, kami bisa melakukan perlawanan secara hukum kepada LBH Bali. Kami akan membela integritas Universitas Udayana dari hal-hal yang tidak benar. Kami akan segera bekerjasama untuk melaporkan ketua LBH ini manakala hal-hal itu tidak terbukti,” kata Rektor Unud, Prof I Nyoman Gede Antara, di kampus Unud, Jalan PB Sudirman, Denpasar, Senin (22/11/2021).

Baca Juga:  Polisi Mulai Usut Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Kampus Unud Bali

 

Prof Antara menyayangkan tindakan LBH Bali yang tidak mengajak Unud koordinasi terlebih dahulu sebelum mempublikasi data yang mereka miliki.

 

“Kami akan mengambil langkah-langkah hukum karena menyebarkan isu yang tidak baik dan tidak obyektif sesuai dengan undang-undang IT. Kami sudah sangat keberatan gaya-gaya model begini kami sudah berkomunikasi jauh-jauh sebelumnya. Mestinya kami diajak dulu sebelum publish,” ujarnya. 

- Advertisement -

DENPASAR – Pihak LBH Bali menjawab terkait keraguan pihak kampus Universitas Udayana (Unud) Bali yang mempertanyakan validitas data jumlah korban kekerasan seksual di kampus tersebut.

Direktur LBH Bali, Ni Kadek Vany Primaliraning mengatakan bahwa data yang didapatkan oleh pihaknya merupakan berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh LBH Bali, Seruni dan juga pihak BEM Universitas Udayana.

 

Diceritakannya bahwa itu bermula dari BEM Unud yang membuka posko pengaduan dugaan kekerasan seksual di kampus itu. Lalu survey pun dilakukan dalam bentuk google form.

 

Sehingga di sana terdata ada 42 orang di lingkungan kampus ini diduga menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh mahasiswa, staf, dosen, hingga oleh pedagang dan tukang bangunan.

 

Sebelumnya, LBH Bali menyebut untuk kasusnya, ada 2 kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh mahasiswa, 4 kasus intimidasi seksual, 5 kasus kekerasan berbasis gender dan sisanya adalah kasus pelecehan seksual.

Baca Juga:  Panggil Mahasiswi Bawa Poster Selangkangan, Duh Jawaban Rektor Unud…

 

“Tuntaskan dulu kasus kekerasan seksual yang sebelumnya terjadi, sudah sampai sidang etik tapi sampai hari ini belum jelas hasilnya,” ujar Vany.

 

Dari 42 kasus tersebut tak satupun berujung pada pihak berwajib, apalagi ditangani pihak kampus Unud.

 

“LBH Bali telah berulang kali mengundang Unud untuk membuat SOP kekerasan seksual yang komprehensif tapi tidak ditanggapi. Ini kaitannya untuk mendorong Unud Darurat kasus kekerasan seksual,” kata Vany.

 

Diketahui, Rektor Unud Prof I Nyoman Gede Antara sebelumnya meragukan data LBH Bali lantaran mengungkap data dugaan kekerasan seksual di kampus itu. Prof Antara  juga mengancam mempidanakan LBH Bali. 

“Kalau sampai dia memainkan angka-angka ini dengan bukti yang tidak nyata, kami bisa melakukan perlawanan secara hukum kepada LBH Bali. Kami akan membela integritas Universitas Udayana dari hal-hal yang tidak benar. Kami akan segera bekerjasama untuk melaporkan ketua LBH ini manakala hal-hal itu tidak terbukti,” kata Rektor Unud, Prof I Nyoman Gede Antara, di kampus Unud, Jalan PB Sudirman, Denpasar, Senin (22/11/2021).

Baca Juga:  UPDATE! Respons Kapolda, Rektor Unud Larang Demo Karena Takut Covid

 

Prof Antara menyayangkan tindakan LBH Bali yang tidak mengajak Unud koordinasi terlebih dahulu sebelum mempublikasi data yang mereka miliki.

 

“Kami akan mengambil langkah-langkah hukum karena menyebarkan isu yang tidak baik dan tidak obyektif sesuai dengan undang-undang IT. Kami sudah sangat keberatan gaya-gaya model begini kami sudah berkomunikasi jauh-jauh sebelumnya. Mestinya kami diajak dulu sebelum publish,” ujarnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/