alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Tersangka Ngaku 8 Kali Setubuhi Korban yang Tak Lain Keponakan Sendiri

NEGARA- Tersangka kasus persetubuhan anak dibawah umur berinisial ZA, 25, dilimpahkan penyidik Satreskrim Polres Jembrana kepada jaksa penuntut umum Kejari Jembrana, Rabu (24/11).

 

Hukuman tersangka terancam ditambah lebih berat karena masih berstatus sebagai keluarga dari korban. Mirisnya, dari pengakuan tersangka sudah melakukan persetubuhan sebanyak delapan kali.

 

Kasipidum Kejari Jembrana Delfi Trimariono mengatakan, berkas tersangka kasus persetubuhan anak dibawah umur sudah dinyatakan lengkap atau P21. “Berkas perkara sudah tahap dua. Tersangka dan berang bukti sudah dilimpahkan penyidik kepada Jpu,” jelasnya.

 

Setelah pelimpahan kemarin, tersangka dititip di ruang tahanan Polsek Mendoyo. Selanjutnya, pihaknya akan melimpahkan berkas ke pengadilan untuk disidangkan.

 

Tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat (2) dan (3) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak menjadi Undang-undang junto pasal 64 KUHP.

 

Karena tersangka masih berstatus sebagai keluarga, maka hukuman tersangka diperberat dengan ditambah sepertiga. Dari berkas yang dilimpahkan, pengakuan tersangka delapan kali melalukan persetubuhan dengan korban. Berbeda dengan pengakuan sebelumnya melakukan lima kali persetubuhan. “Tersangka ini paman dari korban, semestinya melindungi korban. Justru menjadi perusak masa depan korban,” ungkapnya.

 

Delfi menambahkan, maraknya kasus persetubuhan anak di bawah umur di Jembrana, harus menjadi perhatian semua pihak. Peran keluarga dan lingkungan sangat penting untuk menjaga anak agar tidak menjadi korban kekerasan seksual.

 

Kasus persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan tersangka terungkap bulan Oktober lalu. Korban yang masih berusia 12 tahun sudah delapan kali disetubuhi pelaku.



NEGARA- Tersangka kasus persetubuhan anak dibawah umur berinisial ZA, 25, dilimpahkan penyidik Satreskrim Polres Jembrana kepada jaksa penuntut umum Kejari Jembrana, Rabu (24/11).

 

Hukuman tersangka terancam ditambah lebih berat karena masih berstatus sebagai keluarga dari korban. Mirisnya, dari pengakuan tersangka sudah melakukan persetubuhan sebanyak delapan kali.

 

Kasipidum Kejari Jembrana Delfi Trimariono mengatakan, berkas tersangka kasus persetubuhan anak dibawah umur sudah dinyatakan lengkap atau P21. “Berkas perkara sudah tahap dua. Tersangka dan berang bukti sudah dilimpahkan penyidik kepada Jpu,” jelasnya.

 

Setelah pelimpahan kemarin, tersangka dititip di ruang tahanan Polsek Mendoyo. Selanjutnya, pihaknya akan melimpahkan berkas ke pengadilan untuk disidangkan.

 

Tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat (2) dan (3) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak menjadi Undang-undang junto pasal 64 KUHP.

 

Karena tersangka masih berstatus sebagai keluarga, maka hukuman tersangka diperberat dengan ditambah sepertiga. Dari berkas yang dilimpahkan, pengakuan tersangka delapan kali melalukan persetubuhan dengan korban. Berbeda dengan pengakuan sebelumnya melakukan lima kali persetubuhan. “Tersangka ini paman dari korban, semestinya melindungi korban. Justru menjadi perusak masa depan korban,” ungkapnya.

 

Delfi menambahkan, maraknya kasus persetubuhan anak di bawah umur di Jembrana, harus menjadi perhatian semua pihak. Peran keluarga dan lingkungan sangat penting untuk menjaga anak agar tidak menjadi korban kekerasan seksual.

 

Kasus persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan tersangka terungkap bulan Oktober lalu. Korban yang masih berusia 12 tahun sudah delapan kali disetubuhi pelaku.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/