30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

AKBP Dody Prawiranegara Tegaskan Irjen Teddy Aktor Utama Penjualan Sabu-sabu

MANTAN Kapolsek Kuta dan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara yang jadi tersangka kasus penjualan barang bukti sabu-sabu, menegaskan bahwa Irjen Pol Teddy Minahasa adalah aktor utama dari kasus dugaan penjualan barang bukti narkoba. Penegasan itu diungkapkan lagi usai menjalani konfrontasi dengan mantan kapolda Polda Sumbar itu.

“Klien kami, Pak Dody, tetap konsisten pada keterangannya dalam BAP sebelumnya. Tidak berubah, tidak menambah,” kata Adriel Viari Purba selaku pengacara AKBP Dody Prawiranegara, kepada wartawan, Rabu (23/11).

Adriel Viari menegaskan, Dody tetap konsisten pada kesaksiannya bahwa dia disuruh Teddy menjual barang bukti hasil penangkapan. Adapun barang bukti itu adalah sabu-sabu.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menaikkan status hukum para pelaku penjualan narkoba yang melibatkan Irjen Pol Teddy Minahasa. Seluruhnya kini berstatus tersangka, baik itu warga sipil maupun anggota polisi.

Baca Juga:  Anggaran Ludes, Kejari Denpasar tanpa Pemusnahan Barang Bukti

“Total ada 11 tersangka,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa kepada wartawan, Sabtu (15/10).

Kesebelas tersangka itu adalah HE, AR, AD, KS, J, L, A, AW, DG, D, dan TM. Dari 11 tersangka ini, lima di antaranya polisi. Mereka adalah Irjen Teddy Minahasa, AKBP Dody Prawiranegara, Kompol Kasranto, Aiptu Janto Situmorang, dan Aipda AD.

Atas perbuatannya, Teddy dikenakan Pasal 114 Ayat (3) sub Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Jo Pasal 55 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati dan minimal 20 tahun penjara. (jpg)



MANTAN Kapolsek Kuta dan Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara yang jadi tersangka kasus penjualan barang bukti sabu-sabu, menegaskan bahwa Irjen Pol Teddy Minahasa adalah aktor utama dari kasus dugaan penjualan barang bukti narkoba. Penegasan itu diungkapkan lagi usai menjalani konfrontasi dengan mantan kapolda Polda Sumbar itu.

“Klien kami, Pak Dody, tetap konsisten pada keterangannya dalam BAP sebelumnya. Tidak berubah, tidak menambah,” kata Adriel Viari Purba selaku pengacara AKBP Dody Prawiranegara, kepada wartawan, Rabu (23/11).

Adriel Viari menegaskan, Dody tetap konsisten pada kesaksiannya bahwa dia disuruh Teddy menjual barang bukti hasil penangkapan. Adapun barang bukti itu adalah sabu-sabu.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menaikkan status hukum para pelaku penjualan narkoba yang melibatkan Irjen Pol Teddy Minahasa. Seluruhnya kini berstatus tersangka, baik itu warga sipil maupun anggota polisi.

Baca Juga:  Kecam Penembakan Christchruch, Togar: Terorism Has No Religion!

“Total ada 11 tersangka,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa kepada wartawan, Sabtu (15/10).

Kesebelas tersangka itu adalah HE, AR, AD, KS, J, L, A, AW, DG, D, dan TM. Dari 11 tersangka ini, lima di antaranya polisi. Mereka adalah Irjen Teddy Minahasa, AKBP Dody Prawiranegara, Kompol Kasranto, Aiptu Janto Situmorang, dan Aipda AD.

Atas perbuatannya, Teddy dikenakan Pasal 114 Ayat (3) sub Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Jo Pasal 55 UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati dan minimal 20 tahun penjara. (jpg)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/