30.4 C
Denpasar
Thursday, December 8, 2022

Berapa Harga Motor Curian?Cuma Rp 2,5 Jutaan, Polisi Telisik Kejadian Lain

NEGARA – Penangkapan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jembrana, yakni pasangan suami-istri Sukron, 23 dan Jamilatul Rosidah, 23, tak menyurutkan penyelidikan kejadian. Karena masih ada kasus curanmor serupa di tempat lain.

Pelaku curanmor gampang menjual motor karena harga motor curian sangat murah. Hanya Rp 2,5 jutaan.  Polisi pun masih melakukan penyelidikan kasus curanmor di wilayah hukum Polres Jembrana.

Karena selain curanmor oleh dua tersangka yang sudah ditangkap, masih ada tempat kejadian perkara (TKP) lain masih belum terungkap pelakunya.

Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Muhammad Reza Pranata mengatakan, kasus curanmor di wilayah hukum Polres Jembrana bulan November ini memang terjadi peningkatan. Dari sejumlah kasus curanmor, lebih banyak dilakukan oleh dua orang tersangka yang sudah tertangkap. “Kasus lain masih penyelidikan,” jelasnya, Rabu (23/11).

Pengikatan kasus curanmor dan tindak pidana pencurian lain, terutama pada akhir tahun, tidak hanya dengan upaya represif. Upaya pencegahan dengan langkah preentif dan preventif untuk mencegah terjadinya situasi gangguan kamtibmas sudah dijalankan. “Sudah melaksanakan imbauan, mengingatkan kepada masyarakat dan patroli juga di malam hari untuk melakukan pencegahan,” jelasnya.

Baca Juga:  Sebelum Ditangkap Polisi, Gilang Ternyata Pernah Ditangkap Satpol PP

Menurutnya, pencegahan tidak pidana curanmor juga perlu peran serta masyarakat untuk lebih waspada. Apabila meninggalkan motor agar dipastikan lagi di tempat aman, kunci jangan dibiarkan nyantol dan dikunci pengaman.

Karena meskipun sudah ada tersangka yang ditangkap, masih ada kemungkinan pelaku lain. “Kalau kejadian pencurian motor ini kita tidak bisa prediksi. Jika ada niat dan kesempatan dari pelaku jika ada kesempatan juga pasti terjadi. Karena itu kembali ke mayarakat untuk lebih waspada,” ungkapnya.

Reza menambahkan, Pelabuhan Gilimanuk menjadi salah satu pintu keluar Bali yang mendapat pengawasan ketat. Pemeriksaan selalu dialkukan oleh kepolisian untuk mencegah adanya motor hasil tindak pidana keluar Bali. “Gilimanuk selalu ada pemeriksaan. Kalau ada infomasi kejadian selalu berkoordinasi dengan jajaran Polsek untuk mengamankan wilayah pelabuhan,” tegasnya.

Sebelumnya, pasangan suami istri (pasutri) pelaku pencurian motor Sukron, 23 dan Jamilatul Rosidah, 23, ditangkap Satreskrim Polres Jembrana. Dua tersangka mengaku melakukan pencurian di lima TKP di Jembrana dan satu TKP di wilayah Gerokgak, Buleleng.

Baca Juga:  Sakit Hati Diputus, Pria Asal Ringdikit Curi Motor Mantan Pacar

Pencurian enam TKP ini dilakukan selama bulan November ini. Dalam melancarkan aksinya, pasutri ini lebih dulu memantau situasi. Ketika ada motor yang diincar, lalu berbagai peran. Tersangka Sukron menjadi pelaku pencurian motor, sedangkan istrinya mengantar dan memantau situasi saat suaminya beraksi melalukan pencurian.

Setelah berhasil membawa kabur motor, lalu dibawa ke tempat kosnya di wilayah Kelurahan Pendem. Dari total 6 unit motor yang dicuri, satu motor sudah dijual seharga Rp 2,5 jutaan, dua motor sudah dipisahkan menjadi beberapa bagian spare part untuk dijual dengan harga rata-rata Rp 500 ribu, sesuai dengan jenis barang ke rongsokan dan penjualan spare part kendaraan bekas.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun.  (m.basir/radar bali)

 



NEGARA – Penangkapan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Jembrana, yakni pasangan suami-istri Sukron, 23 dan Jamilatul Rosidah, 23, tak menyurutkan penyelidikan kejadian. Karena masih ada kasus curanmor serupa di tempat lain.

Pelaku curanmor gampang menjual motor karena harga motor curian sangat murah. Hanya Rp 2,5 jutaan.  Polisi pun masih melakukan penyelidikan kasus curanmor di wilayah hukum Polres Jembrana.

Karena selain curanmor oleh dua tersangka yang sudah ditangkap, masih ada tempat kejadian perkara (TKP) lain masih belum terungkap pelakunya.

Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Muhammad Reza Pranata mengatakan, kasus curanmor di wilayah hukum Polres Jembrana bulan November ini memang terjadi peningkatan. Dari sejumlah kasus curanmor, lebih banyak dilakukan oleh dua orang tersangka yang sudah tertangkap. “Kasus lain masih penyelidikan,” jelasnya, Rabu (23/11).

Pengikatan kasus curanmor dan tindak pidana pencurian lain, terutama pada akhir tahun, tidak hanya dengan upaya represif. Upaya pencegahan dengan langkah preentif dan preventif untuk mencegah terjadinya situasi gangguan kamtibmas sudah dijalankan. “Sudah melaksanakan imbauan, mengingatkan kepada masyarakat dan patroli juga di malam hari untuk melakukan pencegahan,” jelasnya.

Baca Juga:  NEKAT! Terpergok Bawa Motor Curian, Tendang Polisi, Maling Didor

Menurutnya, pencegahan tidak pidana curanmor juga perlu peran serta masyarakat untuk lebih waspada. Apabila meninggalkan motor agar dipastikan lagi di tempat aman, kunci jangan dibiarkan nyantol dan dikunci pengaman.

Karena meskipun sudah ada tersangka yang ditangkap, masih ada kemungkinan pelaku lain. “Kalau kejadian pencurian motor ini kita tidak bisa prediksi. Jika ada niat dan kesempatan dari pelaku jika ada kesempatan juga pasti terjadi. Karena itu kembali ke mayarakat untuk lebih waspada,” ungkapnya.

Reza menambahkan, Pelabuhan Gilimanuk menjadi salah satu pintu keluar Bali yang mendapat pengawasan ketat. Pemeriksaan selalu dialkukan oleh kepolisian untuk mencegah adanya motor hasil tindak pidana keluar Bali. “Gilimanuk selalu ada pemeriksaan. Kalau ada infomasi kejadian selalu berkoordinasi dengan jajaran Polsek untuk mengamankan wilayah pelabuhan,” tegasnya.

Sebelumnya, pasangan suami istri (pasutri) pelaku pencurian motor Sukron, 23 dan Jamilatul Rosidah, 23, ditangkap Satreskrim Polres Jembrana. Dua tersangka mengaku melakukan pencurian di lima TKP di Jembrana dan satu TKP di wilayah Gerokgak, Buleleng.

Baca Juga:  Terdampak Corona dan Di-PHK, Sopir Ekspedisi Nekat Maling Sepeda Motor

Pencurian enam TKP ini dilakukan selama bulan November ini. Dalam melancarkan aksinya, pasutri ini lebih dulu memantau situasi. Ketika ada motor yang diincar, lalu berbagai peran. Tersangka Sukron menjadi pelaku pencurian motor, sedangkan istrinya mengantar dan memantau situasi saat suaminya beraksi melalukan pencurian.

Setelah berhasil membawa kabur motor, lalu dibawa ke tempat kosnya di wilayah Kelurahan Pendem. Dari total 6 unit motor yang dicuri, satu motor sudah dijual seharga Rp 2,5 jutaan, dua motor sudah dipisahkan menjadi beberapa bagian spare part untuk dijual dengan harga rata-rata Rp 500 ribu, sesuai dengan jenis barang ke rongsokan dan penjualan spare part kendaraan bekas.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun.  (m.basir/radar bali)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/