alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Tersungkur di Kebun, Dilarikan ke Puskesmas, Petani Tabanan Tewas

TABANAN – Warga Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan dihebohkan dengan penemuan jasad petani bernama I Waya Gama, 75, Minggu petang (22/12) lalu.

Petani uzur tersebut ditemukan tersungkur di jalan perkebunan desa setempat saat memikul dua kampil berisi buah manggis.

Menurut informasi, jasad Wayan Gama ditemukan tersungkur oleh keponakannya sendiri dalam kondisi tertelungkup.

Selanjutnya, keponakananya tersebut melaporkan kejadian ini kepada Kepala desa dan Bhabinkamtibmas Desa Padangan.

Selanjutnya, aparat desa dan juga keluarga korban serta aparat kepolisian mendatangi lokasi tempat Gama tersungkur.

Saat badannya dibalik dan dilakukan pemeriksaan, kondisinya masih bernapas serta masih ada denyut nadi sehingga saat itu juga dibawa menuju bidan terdekat.

Baca Juga:  Pakai Sabu untuk Jaga Stamina, Lima Pengguna Diciduk Polisi Karangasem

Namun, oleh bidan disarankan agar korban yang kesehariannya sebagai petani ini dirujuk ke Puskesmas Pupuan untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut.

Sekitar pukul 19.20 malam, korban tiba di puskesmas dan mendapatkan penanganan dokter jaga. Sayangnya, korban tidak bisa tertolong dan pada pukul 20.30 korban dinyatakan meninggal dunia. 

Kapolsek Pupuan AKP I Kadek Ardika membenarkan kejadian tersebut. Kata dia, dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban.

Berdasar keterangan keluarga, korban diketahui mengidap sakit jantung sejak lama. “Kesimpulan sementara dokter jaga, korban pingsan dan meninggal karena kelelahan,” ujarnya.



TABANAN – Warga Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan dihebohkan dengan penemuan jasad petani bernama I Waya Gama, 75, Minggu petang (22/12) lalu.

Petani uzur tersebut ditemukan tersungkur di jalan perkebunan desa setempat saat memikul dua kampil berisi buah manggis.

Menurut informasi, jasad Wayan Gama ditemukan tersungkur oleh keponakannya sendiri dalam kondisi tertelungkup.

Selanjutnya, keponakananya tersebut melaporkan kejadian ini kepada Kepala desa dan Bhabinkamtibmas Desa Padangan.

Selanjutnya, aparat desa dan juga keluarga korban serta aparat kepolisian mendatangi lokasi tempat Gama tersungkur.

Saat badannya dibalik dan dilakukan pemeriksaan, kondisinya masih bernapas serta masih ada denyut nadi sehingga saat itu juga dibawa menuju bidan terdekat.

Baca Juga:  Diguyur Hujan Lebat, Dua Desa di Pupuan Tabanan Diterjang Longsor

Namun, oleh bidan disarankan agar korban yang kesehariannya sebagai petani ini dirujuk ke Puskesmas Pupuan untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut.

Sekitar pukul 19.20 malam, korban tiba di puskesmas dan mendapatkan penanganan dokter jaga. Sayangnya, korban tidak bisa tertolong dan pada pukul 20.30 korban dinyatakan meninggal dunia. 

Kapolsek Pupuan AKP I Kadek Ardika membenarkan kejadian tersebut. Kata dia, dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban.

Berdasar keterangan keluarga, korban diketahui mengidap sakit jantung sejak lama. “Kesimpulan sementara dokter jaga, korban pingsan dan meninggal karena kelelahan,” ujarnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/