alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Ini Pengakuan Nengah Wanta, Pelaku Pembacokan di Gianyar, Bali

Nengah Wanta mengaku menyesal atas perbuatannya membacok Jupriadi hingga tewas dan menusuk istrinya Kadek Setyawati, 29, sebanyak 32 tusukan dengan sajam. “Saya sangat menyesal sekali. Menyesal sekali,” ujar Wanta di kantor polisi, Selasa (25/1).

 

Saat diperiksa polisi hingga Selasa siang pukul 11.00, ternyata Nengah Wanta mengaku tidak tahu jika Jupriadi yang dia bacok meninggal dunia. “Ah, masak meninggal. Kan cuma segitu (dua kali bacok),” ucapnya.

 

Nengah Wanta mengaku nekat bertindak barbar karena istrinya kedapatan sedang ngobrolin seks dengan korban. Wanta mengaku memiliki rekaman percakapan istrinya berselingkuh. “Saya ada  rekaman,” ujarnya.

 

Wanta pun menceritakan jika istrinya sudah tiga kali kepergok berselingkuh.

Baca Juga:  [Amor Ring Acintya] Pegawai Dishub Denpasar Tewas Mengenaskan

 

Seperti diketahui, kasus berdarah itu pecah di konter pulsa Setia Cell milik istrinya di Jalan Pasekan No 16 Banjar Kapal, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Senin (24/1) petang.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, setelah puas menganiaya korban Jupriadi dengan senjata tajam jenis sabit, pelaku lalu menyerang istrinya sendiri Kadek Setyawati, 29, menggunakan senjata tajam jenis belati.

 

Kadek Setyawati diketahui menderita luka tusuk senjata tajam jenis belati sebanyak 32 tusukan dan saat ini kritis di RS Premagana, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati.

 

Kadek Setyawati mengalami luka tusuk pada kaki kanan sebanyak 9 tusukan, luka tusuk di bagian kaki kiri 4 tusukan, dan luka tusuk di bagian tangan kanan sebanyak 5 tusukan. Ada juga luka tusuk di bagian tangan kiri 4 tusukan, luka tusuk di punggung sebanyak 7 tusukan, luka tusuk di bagian perut bagian bawah (di bawah pusar) sebanyak 2 tusukan dan luka sayatan di bagian pelipis kiri sebanyak 1 sayatan.  

Baca Juga:  Gadaikan Cincin Permata Artshop, Nasib Sales Ini Berakhir di Penjara

 

Kapolsek Sukawati, Kompol Made Ariawan P membenarkan kejadian berdarah itu. “Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, Unit Opsnal mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung mengamankan Nengah Wanta,” tegas Kapolsek, Kompol Ariawan Selasa (25/1).

- Advertisement -
- Advertisement -

Nengah Wanta mengaku menyesal atas perbuatannya membacok Jupriadi hingga tewas dan menusuk istrinya Kadek Setyawati, 29, sebanyak 32 tusukan dengan sajam. “Saya sangat menyesal sekali. Menyesal sekali,” ujar Wanta di kantor polisi, Selasa (25/1).

 

Saat diperiksa polisi hingga Selasa siang pukul 11.00, ternyata Nengah Wanta mengaku tidak tahu jika Jupriadi yang dia bacok meninggal dunia. “Ah, masak meninggal. Kan cuma segitu (dua kali bacok),” ucapnya.


 

Nengah Wanta mengaku nekat bertindak barbar karena istrinya kedapatan sedang ngobrolin seks dengan korban. Wanta mengaku memiliki rekaman percakapan istrinya berselingkuh. “Saya ada  rekaman,” ujarnya.

 

Wanta pun menceritakan jika istrinya sudah tiga kali kepergok berselingkuh.

Baca Juga:  Gadaikan Cincin Permata Artshop, Nasib Sales Ini Berakhir di Penjara

 

Seperti diketahui, kasus berdarah itu pecah di konter pulsa Setia Cell milik istrinya di Jalan Pasekan No 16 Banjar Kapal, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Senin (24/1) petang.

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan, setelah puas menganiaya korban Jupriadi dengan senjata tajam jenis sabit, pelaku lalu menyerang istrinya sendiri Kadek Setyawati, 29, menggunakan senjata tajam jenis belati.

 

Kadek Setyawati diketahui menderita luka tusuk senjata tajam jenis belati sebanyak 32 tusukan dan saat ini kritis di RS Premagana, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati.

 

Kadek Setyawati mengalami luka tusuk pada kaki kanan sebanyak 9 tusukan, luka tusuk di bagian kaki kiri 4 tusukan, dan luka tusuk di bagian tangan kanan sebanyak 5 tusukan. Ada juga luka tusuk di bagian tangan kiri 4 tusukan, luka tusuk di punggung sebanyak 7 tusukan, luka tusuk di bagian perut bagian bawah (di bawah pusar) sebanyak 2 tusukan dan luka sayatan di bagian pelipis kiri sebanyak 1 sayatan.  

Baca Juga:  Usai Video Di-share di WA, Tetangga Ikut Mengintip Wikwik Pelajar SMK

 

Kapolsek Sukawati, Kompol Made Ariawan P membenarkan kejadian berdarah itu. “Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, Unit Opsnal mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan langsung mengamankan Nengah Wanta,” tegas Kapolsek, Kompol Ariawan Selasa (25/1).

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/