alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Putu Andika Salah Pergaulan Setelah Ditinggal Ayah dan Ibu Sejak Kecil

Di balik kasus pencurian yang dilakukan Putu Andika Wahyu Indra di rumah kakeknya, ternyata tersimpan cerita pilu. Putu Andika sejak kecil diasuh sang kakek karena ditinggal ayah dan diibunya.

 

MAULANA SANDIJAYA, Denpasar

 

CERITA bermula pada Oktober 2021 lalu, bertempat di rumah Nyoman Puspanda. Putu Andika Wahyu Indra mengambil satu buah kompresor yang disimpan di gudang.

 

“Tersangka mengambil kunci gudang yang digantung di rumah. Setelah itu tersangka membuka gudang dengan kunci tersebut,” jelas Astawa.

 

Setelah mencuri kompresor, tersangka mengambil satu unit TV LED merek Polytron 32 inci yang terpasang di kamar Nyoman Puspanda.

Tak cukup sampai di situ, pada November 2021, Andika mengambil satu buah TV tabung merek Toshiba 29 inci yang berada di ruang tamu rumah kakeknya itu.

 

“Akibatnya korban mengalami kerugian Rp9 juta,” tukas Kajari Buleleng, Putu Astawa, Senin (24/1).

Baca Juga:  Berkat Maaf Sang Kakek, Sang Cucu Lolos dari Ancaman 5 Tahun Penjara

 

Kasus ini pun akhirnya dilaporkan Nyoman Puspanda ke polisi. Dan ternyata, pelakunya adalah cucunya sendiri. Putu Andika Wahyu Indra.

 

Andika nekat mencuri benda milik kakenya sendiri untuk dijual. Uang hasil mencuri barang milik kakeknya dia gunakan untuk keperluan pribadi.

 

Menurut Astawa, Andika melakukan perbuatan tersebut akibat salah pergaulan. Kisah hidupnya lumayan kelam. Andika disebut kurang kasih sayang orang tua.

 

“Ayah tersangka meninggal dunia sejak dia berumur dua tahun,” tutur Astawa.

 

Tersangka juga ditinggal ibunya pulang ke rumah asalnya sejak kelas 1 SD. Kurang lebih ketika Andika masih berusia enam atau tujuh tahun.

Sehingga tersangka hanya diasuh dan dirawat oleh kakeknya yang tidak bisa memberikan perhatian penuh selayaknya orang tua kandungnya.

 

Astawa membeberkan sembilan alasan menempuh restorative justice. Pertama, tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana. Selain itu, pasal yang disangkakan tindak pidananya diancam pidana tidak lebih dari lima tahun.

Baca Juga:  Bermodal Botol Air Mineral, Pria di Denpasar Curi Uang ATM Rp 530 Juta

 

“Alasan lain tersangka dan korban memiliki hubungan keluarga antara cucu dan kakek kandung,” ungkapnya.

 

Alasan keempat yakni telah ada kesepakatan perdamaian antara tersangka dengan korban pada tanggal 29 Desember 2021 dan tanggal 18 Januari 2022, setelah perkara ditangani Kejari Buleleng.

 

Alasan kelima, terhadap barang bukti sudah dilakukan penyitaan sehingga dapat dikembalikan kepada korban dan keadaan dapat dipulihkan kembali seperti semula.

 

Apabila perkara ini dilanjutkan dikhawatirkan akan mengakibatkan hubungan kekeluargaan antara tersangka dan korban menjadi renggang. “Masyarakat juga merespons positif,” tandasnya.

 

Setelah proses damai selesai, Andika akan tinggal bersama pamannya di Denpasar. Tujuannya agar tidak kembali ke pergaulan yang sama sehingga, tidak mengulangi lagi perbuatannya. (habis)


Di balik kasus pencurian yang dilakukan Putu Andika Wahyu Indra di rumah kakeknya, ternyata tersimpan cerita pilu. Putu Andika sejak kecil diasuh sang kakek karena ditinggal ayah dan diibunya.

 

MAULANA SANDIJAYA, Denpasar

 

CERITA bermula pada Oktober 2021 lalu, bertempat di rumah Nyoman Puspanda. Putu Andika Wahyu Indra mengambil satu buah kompresor yang disimpan di gudang.

 

“Tersangka mengambil kunci gudang yang digantung di rumah. Setelah itu tersangka membuka gudang dengan kunci tersebut,” jelas Astawa.

 

Setelah mencuri kompresor, tersangka mengambil satu unit TV LED merek Polytron 32 inci yang terpasang di kamar Nyoman Puspanda.

Tak cukup sampai di situ, pada November 2021, Andika mengambil satu buah TV tabung merek Toshiba 29 inci yang berada di ruang tamu rumah kakeknya itu.

 

“Akibatnya korban mengalami kerugian Rp9 juta,” tukas Kajari Buleleng, Putu Astawa, Senin (24/1).

Baca Juga:  Berkat Maaf Sang Kakek, Sang Cucu Lolos dari Ancaman 5 Tahun Penjara

 

Kasus ini pun akhirnya dilaporkan Nyoman Puspanda ke polisi. Dan ternyata, pelakunya adalah cucunya sendiri. Putu Andika Wahyu Indra.

 

Andika nekat mencuri benda milik kakenya sendiri untuk dijual. Uang hasil mencuri barang milik kakeknya dia gunakan untuk keperluan pribadi.

 

Menurut Astawa, Andika melakukan perbuatan tersebut akibat salah pergaulan. Kisah hidupnya lumayan kelam. Andika disebut kurang kasih sayang orang tua.

 

“Ayah tersangka meninggal dunia sejak dia berumur dua tahun,” tutur Astawa.

 

Tersangka juga ditinggal ibunya pulang ke rumah asalnya sejak kelas 1 SD. Kurang lebih ketika Andika masih berusia enam atau tujuh tahun.

Sehingga tersangka hanya diasuh dan dirawat oleh kakeknya yang tidak bisa memberikan perhatian penuh selayaknya orang tua kandungnya.

 

Astawa membeberkan sembilan alasan menempuh restorative justice. Pertama, tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana. Selain itu, pasal yang disangkakan tindak pidananya diancam pidana tidak lebih dari lima tahun.

Baca Juga:  Bermodal Botol Air Mineral, Pria di Denpasar Curi Uang ATM Rp 530 Juta

 

“Alasan lain tersangka dan korban memiliki hubungan keluarga antara cucu dan kakek kandung,” ungkapnya.

 

Alasan keempat yakni telah ada kesepakatan perdamaian antara tersangka dengan korban pada tanggal 29 Desember 2021 dan tanggal 18 Januari 2022, setelah perkara ditangani Kejari Buleleng.

 

Alasan kelima, terhadap barang bukti sudah dilakukan penyitaan sehingga dapat dikembalikan kepada korban dan keadaan dapat dipulihkan kembali seperti semula.

 

Apabila perkara ini dilanjutkan dikhawatirkan akan mengakibatkan hubungan kekeluargaan antara tersangka dan korban menjadi renggang. “Masyarakat juga merespons positif,” tandasnya.

 

Setelah proses damai selesai, Andika akan tinggal bersama pamannya di Denpasar. Tujuannya agar tidak kembali ke pergaulan yang sama sehingga, tidak mengulangi lagi perbuatannya. (habis)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/