alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Penyelundup Sabu Dalam Sandal ke Bali Asal Aceh Terancam Hukuman Mati

DENPASAR-Zamzami, 26, pemuda asal Aceh yang tertangkap karena menyelundupkan narkotika jenis sabu-sabu seberat 449, 23 gram atau hampir setengah kilogram ke Bali terancam hukuman mati.

Seperti terungkap saat sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan yang digelar secara daring alias online, Kamis (25/2).

 Saat pembacaan dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Wayan Sutarta, mendakwa pria asal Desa Ceumeucet, Kecamatan Kuta Timur, Kabupaten Aceh Utara, ini dengan pasal berlapis.

 

Pasal berlapis itu, yaitu Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dalam dakwaan pertama; dan Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika dalam dakwaan kedua. 

 

Sesuai surat dakwaan, JPU menguraikan, bahwa bergulirnya kasus ini, berawal saat Terdakwa Zamzani dihubungi seseorang yang mengaku bernama Nyak (masih buron) untuk bertemu di salah satu warung kopi di Kampung Bathufhat Aceh, pada 23 November 2020 lalu.

Baca Juga:  Dituntut 12 Tahun Penjara, Pembawa 36 Paket Sabu Tegang Bukan Main

 

Dalam pertemuan itu, terdakwa yang belum memiliki pekerjaan ini diminta untuk membawa narkotika jenis sabu ke Bali dengan upah Rp 20 juta.

 

Tergiur dengan tawaran, Zamzami pun mengiyakan tawaran tersebut, meski risikonya sangat besar.

 

Dari upah Rp 20 juta yang dijanjikan, ia dikasih uang Rp 2 juta untuk bekal ke Bali.

 

Sisanya bakal dibayarkan setelah terdakwa kembali dari Bali.

 

“Terdakwa menyembunyikan sabu-sabu ke dalam sandal yang dipakai,” ujar JPU I Wayan Sutarta..

 

Selanjutnya, sekitar pukul 11.50 WIB, terdakwa berangkat dari Bandara Kuala Namu, Medan menggunakan pesawat Batik Air menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai.

 

Namun, setibanya terdakwa di Terminal Kedatangan Domestik I Gusti Ngurah Rai, terdakwa langsung ditangkap oleh petugas BNNP Bali.

 

Petugas kemudian melakukan pengembangan dengan menanyakan siapa orang yang akan menerima sabu tersebut.

Baca Juga:  Beh!Divonis 12 Tahun, Malaysia Penyelundup Sabhu Via Anus Semringah

 

Di bawah arahan petugas, terdakwa menghubungi Nyak dan diberikan nomor handphone orang yang akan menerima sabu tersebut atas nama Wahyu Hidayat.

 

“Terdakwa menggunakan kata sandi jus jeruk,” imbuh JPU Kejati Bali itu. 

 

Terdakwa kemudian menghubungi Wahyu Hidayat dengan mengatakan pesan apa.

 

Wahyu Hidayat menjawab “jus jeruk”. Terdakwa meminta Wahyu Hidayat untuk datang ke Hotel Puri Nusantara di kamar Nomor 29, pukul 22.30.

 

Setelah Wahyu datang, petugas langsung menyergap. Wahyu dan Zamzami pun sama-sama ditangkap.

 

Kini, mereka diadili dengan berkas terpisah.

 

Sementara atas dakwaan JPU, Terdakwa Zamzani yang didampingi penasihat hukum dari PBH Peradi Denpasar tidak mengajukan keberatan atau eksepsi.

Sidang dilanjutkan pembuktian dengan mendengar keterangan saksi sekaligus pemeriksaan terdakwa.

Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda tuntutan dari JPU.



DENPASAR-Zamzami, 26, pemuda asal Aceh yang tertangkap karena menyelundupkan narkotika jenis sabu-sabu seberat 449, 23 gram atau hampir setengah kilogram ke Bali terancam hukuman mati.

Seperti terungkap saat sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan yang digelar secara daring alias online, Kamis (25/2).

 Saat pembacaan dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Wayan Sutarta, mendakwa pria asal Desa Ceumeucet, Kecamatan Kuta Timur, Kabupaten Aceh Utara, ini dengan pasal berlapis.

 

Pasal berlapis itu, yaitu Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dalam dakwaan pertama; dan Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika dalam dakwaan kedua. 

 

Sesuai surat dakwaan, JPU menguraikan, bahwa bergulirnya kasus ini, berawal saat Terdakwa Zamzani dihubungi seseorang yang mengaku bernama Nyak (masih buron) untuk bertemu di salah satu warung kopi di Kampung Bathufhat Aceh, pada 23 November 2020 lalu.

Baca Juga:  Terbukti Selundupkan 495 Gram Sabu, Buruh Asal Aceh Diganjar 15 Tahun

 

Dalam pertemuan itu, terdakwa yang belum memiliki pekerjaan ini diminta untuk membawa narkotika jenis sabu ke Bali dengan upah Rp 20 juta.

 

Tergiur dengan tawaran, Zamzami pun mengiyakan tawaran tersebut, meski risikonya sangat besar.

 

Dari upah Rp 20 juta yang dijanjikan, ia dikasih uang Rp 2 juta untuk bekal ke Bali.

 

Sisanya bakal dibayarkan setelah terdakwa kembali dari Bali.

 

“Terdakwa menyembunyikan sabu-sabu ke dalam sandal yang dipakai,” ujar JPU I Wayan Sutarta..

 

Selanjutnya, sekitar pukul 11.50 WIB, terdakwa berangkat dari Bandara Kuala Namu, Medan menggunakan pesawat Batik Air menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai.

 

Namun, setibanya terdakwa di Terminal Kedatangan Domestik I Gusti Ngurah Rai, terdakwa langsung ditangkap oleh petugas BNNP Bali.

 

Petugas kemudian melakukan pengembangan dengan menanyakan siapa orang yang akan menerima sabu tersebut.

Baca Juga:  Ketagihan Ganja di Bali, Bule Rusia Didakwa Pasal Berlapis

 

Di bawah arahan petugas, terdakwa menghubungi Nyak dan diberikan nomor handphone orang yang akan menerima sabu tersebut atas nama Wahyu Hidayat.

 

“Terdakwa menggunakan kata sandi jus jeruk,” imbuh JPU Kejati Bali itu. 

 

Terdakwa kemudian menghubungi Wahyu Hidayat dengan mengatakan pesan apa.

 

Wahyu Hidayat menjawab “jus jeruk”. Terdakwa meminta Wahyu Hidayat untuk datang ke Hotel Puri Nusantara di kamar Nomor 29, pukul 22.30.

 

Setelah Wahyu datang, petugas langsung menyergap. Wahyu dan Zamzami pun sama-sama ditangkap.

 

Kini, mereka diadili dengan berkas terpisah.

 

Sementara atas dakwaan JPU, Terdakwa Zamzani yang didampingi penasihat hukum dari PBH Peradi Denpasar tidak mengajukan keberatan atau eksepsi.

Sidang dilanjutkan pembuktian dengan mendengar keterangan saksi sekaligus pemeriksaan terdakwa.

Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda tuntutan dari JPU.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/