alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 16, 2022

Terungkap, 2 Remaja Pria dan 1 Wanita Positif Pakai Sabu & Ganja

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Buleleng mengungkap fakta baru. Ini, terkait peredaran narkotika di kalangan remaja yang kian mengkhawatirkan. BNN Kabupaten Buleleng kini tengah melakukan rehabilitasi  sejumlah remaja yang terindikasi mengonsumsi narkotika.

 

Temuan itu bermula saat BNN Kabupaten Buleleng menggeledah sebuah rumah kost di Jalan Srikandi, Desa Sambangan pada Jumat (18/2) pekan lalu.

 

“ Saat itu warga melaporkan kegaduhan di rumah kost tersebut. Warga sengaja mengadu ke BNN karena khawatir terjadi pesta minuman keras dan narkotika di sana,” kata Kepala BNNK Buleleng AKBP I Putu Gede Astawa, Kamis (24/2).

 

Benar saja, saat digerebek tim gabungan BNNK, polisi dan aparat desa, mendapati 11 orang remaja sedang pesta minuman keras. Tim pemberantasan pun langsung melakukan tes urine di sana.

Baca Juga:  UPDATE! Versi Dua TSK, Ganja 25 Kg Milik Napi Kerobokan Berinisial RZ

 

“ Hasilnya, ada 3 orang yang dinyatakan positif. Urine mereka mengadung senyawa sabu dan ganja. Dari ketiga orang itu, 2 orang di antaranya remaja pria dan seorang lagi remaja wanita. Salah seorang remaja pria diketahui masih berusia 16 tahun,” ujar Astawa.

 

Astawa mengatakan, dari hasil pemeriksaan ketiga remaja itu mengaku sudah konsumsi dua hari sebelumnya.

 

Konon , remaja-remaja itu membeli narkotika di wilayah Kecamatan Banjar. Setelah mendapat narkotika tersebut, mereka mengonsumsinya di wilayah Seririt. Selang beberapa hari, mereka memutuskan kumpul-kumpul di rumah kost tersebut.

 

Astawa menyatakan BNN telah melakukan penggeledahan di sana. “Kami tidak menemukan barang bukti di sana. Baik itu berupa narkotika atau alat bantu hisap (bong, Red). Sehingga ketiganya kami minta menjalani rehabilitasi jalan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Edan! Hamil Besar, Sembunyikan Kokain di Pembalut, Ibu Ini Terancam..

 

Ditengarai remaja-remaja itu sudah rutin mengonsumsi narkotika sejak beberapa bulan sebelumnya. Beruntung tingkat ketergantungan terhadap narkotika belum terlalu parah. Sehingga masih bisa dilakukan rehabilitasi rawat jalan.

 

 



Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Buleleng mengungkap fakta baru. Ini, terkait peredaran narkotika di kalangan remaja yang kian mengkhawatirkan. BNN Kabupaten Buleleng kini tengah melakukan rehabilitasi  sejumlah remaja yang terindikasi mengonsumsi narkotika.

 

Temuan itu bermula saat BNN Kabupaten Buleleng menggeledah sebuah rumah kost di Jalan Srikandi, Desa Sambangan pada Jumat (18/2) pekan lalu.

 

“ Saat itu warga melaporkan kegaduhan di rumah kost tersebut. Warga sengaja mengadu ke BNN karena khawatir terjadi pesta minuman keras dan narkotika di sana,” kata Kepala BNNK Buleleng AKBP I Putu Gede Astawa, Kamis (24/2).

 

Benar saja, saat digerebek tim gabungan BNNK, polisi dan aparat desa, mendapati 11 orang remaja sedang pesta minuman keras. Tim pemberantasan pun langsung melakukan tes urine di sana.

Baca Juga:  Kadek Krisna Ditangkap karena simpan 5 Kilogram Ganja, SS, dan Ekstasi

 

“ Hasilnya, ada 3 orang yang dinyatakan positif. Urine mereka mengadung senyawa sabu dan ganja. Dari ketiga orang itu, 2 orang di antaranya remaja pria dan seorang lagi remaja wanita. Salah seorang remaja pria diketahui masih berusia 16 tahun,” ujar Astawa.

 

Astawa mengatakan, dari hasil pemeriksaan ketiga remaja itu mengaku sudah konsumsi dua hari sebelumnya.

 

Konon , remaja-remaja itu membeli narkotika di wilayah Kecamatan Banjar. Setelah mendapat narkotika tersebut, mereka mengonsumsinya di wilayah Seririt. Selang beberapa hari, mereka memutuskan kumpul-kumpul di rumah kost tersebut.

 

Astawa menyatakan BNN telah melakukan penggeledahan di sana. “Kami tidak menemukan barang bukti di sana. Baik itu berupa narkotika atau alat bantu hisap (bong, Red). Sehingga ketiganya kami minta menjalani rehabilitasi jalan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Bobol 8 TKP di Kota Seni Gianyar, Dua Pencuri Diciduk

 

Ditengarai remaja-remaja itu sudah rutin mengonsumsi narkotika sejak beberapa bulan sebelumnya. Beruntung tingkat ketergantungan terhadap narkotika belum terlalu parah. Sehingga masih bisa dilakukan rehabilitasi rawat jalan.

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/