alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Tak Ada Tanda, Pencarian Ibu yang Jatuh ke Jurang di Ubud Dihentikan

PROSES pencarian satu dari tiga korban yang jatuh ke jurang di bawah Jembatan Banjar Laplapan, Desa Petulu, Kecamatan, Ubud, Gianyar Bali, hingga Kamis (25/3) hari ini genap memasuki hari ketujuh.

 

Sayang, meski segala upaya sudah dilakukan, namun satu dari tiga korban belum juga ditemukan.

 

 

IB INDRA PRASETYA, Gianyar

 

HIILANGNYA Ni Komang Ayu Ardani, pengendara sepeda motor yang jatuh ke jurang di Banjar Laplapan masih menyisakan misteri.

 

Meski petugas sudah melakukan penyisiran di sekitar jurang dan penyusuran di sepanjang aliran Tukad (sungai) Petanu, namun perempuan 37 tahun ini tak kunjung ditemukan.

 

Kini, ditengah penantian dan harapan masyarakat, kerabat, dan keluarga, dengan tidak adanya tanda keberadaan korban, petugas dari Basarnas Bali bersama tim gabungan dari unsur lain justru memutuskan menghentikan proses pencarian.

 

Seperti dibenarkan Kepala Seksi Operasi dan Siaga Badan SAR Nasional (Basarnas) Provinsi Bali, Anak Agung Alit Supartana.

 

Saat dikonfirmasi, pihaknya menyatakan jika proses pencarian terhadap korban Ni Komang Ayu Ardani, yang diduga terjatuh ke jurang sedalam 15 meter saat mengendarai sepeda motor bersama anak dan orang tuanya, pada Kamis malam (18/3) lalu terpaksa dihentikan.

Baca Juga:  Sering Transaksi di Pedungan, Pengedar Ganja Dituntut 19 Tahun Bui

 

Penghentian proses pencarian korban, ini kata AA Alit Supartana, karena mengacu peraturan perundang-undangan (Undang-Undang RI Nomor 29 tahun 2014) tentang Pencarian dan Pertolongan, disebutkan bahwa apabila selama 7 (tujuh)  hari pencarian, tidak ada tanda diketemukannya korban, maka pencarian terhadap target dihentikan.

 

“Bila mengacu pada tanggal laporan, bahwa peristiwa ini dilaporkan ke kantor kami (Basarnas) pada esok kejadian. Perhitungan kami, sekarang (Kamis (25/3)) memasuki hari ke-tujuh. Sehingga sesuai UU dengan tidak adanya tanda diketemukan, jadi pencarian terhadap target kami hentikan,”tandas AA Alit Suparta saat dikonfirmasi di area parkir Goa Gajah. 

 

Imbuh Alit Supartana, kendari proses pencarian korban dihentikan, namun menurutnya, penghentian pencarian bersifat tidak permanen.

“Apabila dikemudian hari ada informasi dari masyarakat, bahwa ada tanda sesuai yang digunakan target, berupa hal yang meyakinkan, kami akan aktifkan kembali pencarian,” jelasnya.

 

Selama proses pencarian dilakukan penyisiran dari lokasi kejadian hingga ke hilir. “Ada kubangan, itu kami susuri. Kami lakukan pengulangan (bolak-balik dari lokasi kejadian sampai hilir) sampai tiga kali. Target tidak ada di lokasi, kami geser lagi dengan tim SAR gabungan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Ngeri!! Serobot Jalan di Tikungan, Pemotor Tewas Berdarah-Darah

 

Bahkan imbuh Alit Supartana, proses pencarian korban hilang di Gianyar ini diakui mirip saat proses pencarian pemancing yang terhempas ombak di Karangasem.

 

“Pengalaman di Karangasem juga 7 hari. Sesuai Undang Undang juga dihentikan sementara,” terangnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, musibah yang menimpa satu keluarga yang terjadi di jembatan Banjar Laplapan Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali, ini terjadi pada Kamis malam (18/3) sekitar pukul 20.00 WITA lalu

Diduga karena jalanan licin dan gelap, tiga orang yang terdiri dari anak, ibu, dan  seorang nenek yang saat itu berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Vario Nopol DK 6488 KAD jatuh ke jurang sedalam 15 meter.

Tragisnya, dalam musibah itu, satu orang yakni sang anak (Korban Putu Kevin Ramansa, 9) dinyatakan selamat usai tersangkut disemak. Sedangkan sang nenek (Korban Ni Ketut Rindit, 55) ditemukan meninggal usai tersangkut di bebatuan. Sementara ibunya (korban Ni Komang Ayu Ardani, 37) hingga kini masih hilang dan belum ditemukan.

PROSES pencarian satu dari tiga korban yang jatuh ke jurang di bawah Jembatan Banjar Laplapan, Desa Petulu, Kecamatan, Ubud, Gianyar Bali, hingga Kamis (25/3) hari ini genap memasuki hari ketujuh.

 

Sayang, meski segala upaya sudah dilakukan, namun satu dari tiga korban belum juga ditemukan.

 

 

IB INDRA PRASETYA, Gianyar

 

HIILANGNYA Ni Komang Ayu Ardani, pengendara sepeda motor yang jatuh ke jurang di Banjar Laplapan masih menyisakan misteri.

 

Meski petugas sudah melakukan penyisiran di sekitar jurang dan penyusuran di sepanjang aliran Tukad (sungai) Petanu, namun perempuan 37 tahun ini tak kunjung ditemukan.

 

Kini, ditengah penantian dan harapan masyarakat, kerabat, dan keluarga, dengan tidak adanya tanda keberadaan korban, petugas dari Basarnas Bali bersama tim gabungan dari unsur lain justru memutuskan menghentikan proses pencarian.

 

Seperti dibenarkan Kepala Seksi Operasi dan Siaga Badan SAR Nasional (Basarnas) Provinsi Bali, Anak Agung Alit Supartana.

 

Saat dikonfirmasi, pihaknya menyatakan jika proses pencarian terhadap korban Ni Komang Ayu Ardani, yang diduga terjatuh ke jurang sedalam 15 meter saat mengendarai sepeda motor bersama anak dan orang tuanya, pada Kamis malam (18/3) lalu terpaksa dihentikan.

Baca Juga:  Ngeri!! Serobot Jalan di Tikungan, Pemotor Tewas Berdarah-Darah

 

Penghentian proses pencarian korban, ini kata AA Alit Supartana, karena mengacu peraturan perundang-undangan (Undang-Undang RI Nomor 29 tahun 2014) tentang Pencarian dan Pertolongan, disebutkan bahwa apabila selama 7 (tujuh)  hari pencarian, tidak ada tanda diketemukannya korban, maka pencarian terhadap target dihentikan.

 

“Bila mengacu pada tanggal laporan, bahwa peristiwa ini dilaporkan ke kantor kami (Basarnas) pada esok kejadian. Perhitungan kami, sekarang (Kamis (25/3)) memasuki hari ke-tujuh. Sehingga sesuai UU dengan tidak adanya tanda diketemukan, jadi pencarian terhadap target kami hentikan,”tandas AA Alit Suparta saat dikonfirmasi di area parkir Goa Gajah. 

 

Imbuh Alit Supartana, kendari proses pencarian korban dihentikan, namun menurutnya, penghentian pencarian bersifat tidak permanen.

“Apabila dikemudian hari ada informasi dari masyarakat, bahwa ada tanda sesuai yang digunakan target, berupa hal yang meyakinkan, kami akan aktifkan kembali pencarian,” jelasnya.

 

Selama proses pencarian dilakukan penyisiran dari lokasi kejadian hingga ke hilir. “Ada kubangan, itu kami susuri. Kami lakukan pengulangan (bolak-balik dari lokasi kejadian sampai hilir) sampai tiga kali. Target tidak ada di lokasi, kami geser lagi dengan tim SAR gabungan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dugaan Penculikan Bayi di Sukawati, Polisi Ternyata Punya Alibi Lain

 

Bahkan imbuh Alit Supartana, proses pencarian korban hilang di Gianyar ini diakui mirip saat proses pencarian pemancing yang terhempas ombak di Karangasem.

 

“Pengalaman di Karangasem juga 7 hari. Sesuai Undang Undang juga dihentikan sementara,” terangnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, musibah yang menimpa satu keluarga yang terjadi di jembatan Banjar Laplapan Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali, ini terjadi pada Kamis malam (18/3) sekitar pukul 20.00 WITA lalu

Diduga karena jalanan licin dan gelap, tiga orang yang terdiri dari anak, ibu, dan  seorang nenek yang saat itu berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Vario Nopol DK 6488 KAD jatuh ke jurang sedalam 15 meter.

Tragisnya, dalam musibah itu, satu orang yakni sang anak (Korban Putu Kevin Ramansa, 9) dinyatakan selamat usai tersangkut disemak. Sedangkan sang nenek (Korban Ni Ketut Rindit, 55) ditemukan meninggal usai tersangkut di bebatuan. Sementara ibunya (korban Ni Komang Ayu Ardani, 37) hingga kini masih hilang dan belum ditemukan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/