alexametrics
28.7 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Digerebek Sekamar dengan Istri Orang, Pengacara di Bali Ini Bungkam

DENPASAR – Seorang advokat atau pengacara di Bali berinisial ARMB memilih bungkam atas kasus yang menimpanya. Pengacara berusia 44 tahun itu sebelumnya digerebek saat sedang bersama istri orang berinisial MM yang juga berusia 44 tahun, di sebuah kamar vila di Kuta Utara, Badung, 8 Januari 2022 malam lalu.

 

“Maaf, ya, tidak mau memberikan komentar. Tidak usah,” kata ARMB ketika dikonfirmasi Minggu (24/4).

 

ARMB sebelumnya digerebek tengah malam sedang bersama MM di sebuah kamar vila di Kuta Utara. Yang menggerebek adalah Ng Boon Kwee, 68, suami dari MM.

Dilihat dari usianya, memang pasangan yang diduga selingkuh ini jauh lebih muda dari pelapor. ARMB dan MM sama-sama berusia 44 tahun. Selisih 24 tahun dengan Ng Boon Kwee.

 

Ng Boon Kwee alias Daniel menggerebek kamar vila itu tak sendiri. Dia menggerebek kamar vila pada tengah malam bersama anggota Polsek Kuta Utara.

 

Kasus dugaan perselingkungan atau zina ini pun sempat diproses Satreskrim Polres Badung. Namun, pada 28 Januari 2022 setelah penggerebekan, pihak pelapor, yakni Ng Boon Kwee malah mendapat SP2HP yang isinya bahwa penyidikan perkara dugaan perselingkuhan atau zina ini dihentikan.

 

”Alasannya waktu itu karena kurang alat bukti,” kata Daniel saat didampingi kuasa hukumnya, Ni Wayan Umi Martina, Minggu (24/4).

 

Kasat Reskrim Polres Badung Iptu I Putu Ika Prabawa Kartikama Utama ketika coba dikonfirmasi tidak memberikan respons sama sekali. Pertanyaan melalui Whatsapp tidak mendapatkan jawaban.

 

Utamanya mengapa kasus ini dihentikan dengan alasan kurang bukti. Padahal, penggerebekan pasangan bedan jenis kelamin ini di sebuah vila pada malam-malam hari itu juga diikuti anggota Polsek Kuta Utara.

 

Sekadar diketahui, setelah kasus dugaan perselingkungan atau zina ini mentok di Polres Badung, Ng Boon Kwee memilih melapor ke Kapolda Bali dan Kapolri. Dia meminta keadilan atas laporannya. Surat juga disampaikan kepada Direktorat Reskrimum Polda Bali, Bidang Propam Polda Bali hingga Irwasda Polda Bali.

“Saya juga sudah bersurat ke Kapolri dan Kapolda Bali untuk meminta perlindungan hukum, dan minta keadilan dalam perkara saya ini,” aku pria asal Selangor, Malaysia, ini.



DENPASAR – Seorang advokat atau pengacara di Bali berinisial ARMB memilih bungkam atas kasus yang menimpanya. Pengacara berusia 44 tahun itu sebelumnya digerebek saat sedang bersama istri orang berinisial MM yang juga berusia 44 tahun, di sebuah kamar vila di Kuta Utara, Badung, 8 Januari 2022 malam lalu.

 

“Maaf, ya, tidak mau memberikan komentar. Tidak usah,” kata ARMB ketika dikonfirmasi Minggu (24/4).

 

ARMB sebelumnya digerebek tengah malam sedang bersama MM di sebuah kamar vila di Kuta Utara. Yang menggerebek adalah Ng Boon Kwee, 68, suami dari MM.

Dilihat dari usianya, memang pasangan yang diduga selingkuh ini jauh lebih muda dari pelapor. ARMB dan MM sama-sama berusia 44 tahun. Selisih 24 tahun dengan Ng Boon Kwee.

 

Ng Boon Kwee alias Daniel menggerebek kamar vila itu tak sendiri. Dia menggerebek kamar vila pada tengah malam bersama anggota Polsek Kuta Utara.

 

Kasus dugaan perselingkungan atau zina ini pun sempat diproses Satreskrim Polres Badung. Namun, pada 28 Januari 2022 setelah penggerebekan, pihak pelapor, yakni Ng Boon Kwee malah mendapat SP2HP yang isinya bahwa penyidikan perkara dugaan perselingkuhan atau zina ini dihentikan.

 

”Alasannya waktu itu karena kurang alat bukti,” kata Daniel saat didampingi kuasa hukumnya, Ni Wayan Umi Martina, Minggu (24/4).

 

Kasat Reskrim Polres Badung Iptu I Putu Ika Prabawa Kartikama Utama ketika coba dikonfirmasi tidak memberikan respons sama sekali. Pertanyaan melalui Whatsapp tidak mendapatkan jawaban.

 

Utamanya mengapa kasus ini dihentikan dengan alasan kurang bukti. Padahal, penggerebekan pasangan bedan jenis kelamin ini di sebuah vila pada malam-malam hari itu juga diikuti anggota Polsek Kuta Utara.

 

Sekadar diketahui, setelah kasus dugaan perselingkungan atau zina ini mentok di Polres Badung, Ng Boon Kwee memilih melapor ke Kapolda Bali dan Kapolri. Dia meminta keadilan atas laporannya. Surat juga disampaikan kepada Direktorat Reskrimum Polda Bali, Bidang Propam Polda Bali hingga Irwasda Polda Bali.

“Saya juga sudah bersurat ke Kapolri dan Kapolda Bali untuk meminta perlindungan hukum, dan minta keadilan dalam perkara saya ini,” aku pria asal Selangor, Malaysia, ini.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/