alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Kasus Istri Berzina dengan Pengacara Mentok, Suami Mengadu ke Kapolri

DENPASAR – Kasus dugaan selingkuh dan zina antara seorang istri dengan seorang pengacara mentok di Polres Badung. Oleh sebab itu, seorang suami yang merupakan warga negara Malaysia bernama Ng Boon Kwee, 68, mengadu ke Kapolri dan Kapolda Bali.

 

Ng Boon Kwee alias Daniel terus berusaha  mencari keadilan atas tindakan istrinya berinisial MM, yang diduga berselingkuh dengan oknum pengacara ARMB hingga saat ini. Salah satu imbas dari ulah sang istri, tiga orang anak menjadi korban penelantaran.


Ng Boon Kwee didampingi pengacaranya Ni Wayan Umi Martina mengatakan, sangat mengapresiasi pihak kepolisian. Sebab, ia sempat didampingi polisi memergoki istri dan ARMB yang pengacara itu dalam satu kamar vila.

 

“Tak mengapa jika kasusnya dihentikan Satreskrim Polres Badung. Saya sudah menulis surat ke Kapolda Bali dan Kapolri untuk memohon keadilan,” kata Ng Boon Kwee alias Daniel dengan nada sedih, di Denpasar, Sabtu (24/4).

Pria kelahiran Selangor yang akrab disapa Daniel ini berujar, kisah pilunya berawal pada Januari lalu saat ditinggal istri selama dua hari meninggalkan tiga buah hatinya.

 

Kejadian ini dilaporkan ke Polsek Kuta Utara, yang sigap membantu pencarian sampai kemudian menemukan lokasi istrinya di salah satu villa di kawasan Kuta Utara, Sabtu  8 Januari 2022 sekitar pukul 23.00.

 

Benar saja, MM yang menjadi pengurus gereja itu didapati sedang bersama pria lain yang belakangan diketahui berinisial ARMB berprofesi sebagai pengacara.

“Ya jam 11 (malam) saya pergoki dia dengan PIL (pria idaman lain) di vila. Di sana keduanya sama sekali tidak merasa bersalah,” jelasnya.

 

Selanjutnya, MM, ARMB dan beberapa barang bukti dibawa ke Polres Badung untuk diperiksa atas dugaan perzinaan sesuai Pasal 284 KUHP. Setelah penyelidikan berjalan sekitar dua pekan, tepatnya pada Jumat 28 Januari 2022, penyidik Polres Badung mengeluarkan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan) yang isinya menghentikan perkara tersebut.

”Alasannya waktu itu karena kurang alat bukti,” ucap Daniel dengan memperlihatkan mata cerkaca-kaca sembari menunjukkan SP2HP tersebut dan dan surat yang ditulis tangan, curhatan hati kepada Kapolri meminta perlindungan hukum.

 

Terpukul karena merasa tidak mendapat keadilan, Daniel berjuang untuk dapat melanjutkan laporannya dengan bersurat ke Dit. Reskrimum Polda Bali, Bid. Propam Polda Bali hingga Irwasda Polda Bali.

Saat itu, dia diminta mencari legal opinion dari saksi ahli pidana untuk dipakai rujukan memeriksa kasus ini. Daniel lalu minta pendapat ahli dari Universitas Udayana, Gde Made Swardhana, yang intinya menyatakan dalam kasus ini alat bukti cukup untuk bisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

 

“Saya juga sudah bersurat ke Kapolri dan Kapolda Bali untuk meminta perlindungan hukum, dan minta keadilan dalam perkara saya ini,” cetus Daniel.

Sementara itu, Ni Wayan Umi Martina menambahkan, dalam perkara ini polisi seyogianya tidak bisa hanya berpatokan pada satu pasal saja, yakni pasal 284 KUHP tentang perzinahan.

 

Karena, kata dia, kasus ini bisa di-juncto-kan dengan pasal lainnya seperti UU Perlindungan Anak, UU Penghapusan KDRT ataupun pasal-pasal lainnya.

 

Meski begitu, dia dan Daniel tetap mengapresiasi langkah-langkah kepolisian dalam menangani perkara ini.

Dikatakan, Polsek Kuta Utara sangat membantu saat menggerebek istrinya. Namun, pihaknya juga mohon penyelidikan bisa dlanjutkan agar kasus terang benderang, dan memberi keadilan dan kepastian hukum untuk klien.

 

“MM kini menggugat cerai Daniel di Pengadilan Negeri Denpasar. Menariknya, yang menjadi kuasa hukumnya adalah ARMB, pria yang diajak sekamar oleh MM di vila saat digerebek polisi dan Daniel,” papar Umi.

Dikonfirmasi terpisah pengacara berinisial ARMB  enggan berkomentar. “Maaf, ya, tidak mau memberikan komentar. Tidak usah,” ketus ARMB.

Kasat Reskrim Polres Badung Iptu I Putu Ika Prabawa Kartikama Utama belum merespons konfirmasi via WA terkait kekurangan bukti-bukti apa yang dimaksud.



DENPASAR – Kasus dugaan selingkuh dan zina antara seorang istri dengan seorang pengacara mentok di Polres Badung. Oleh sebab itu, seorang suami yang merupakan warga negara Malaysia bernama Ng Boon Kwee, 68, mengadu ke Kapolri dan Kapolda Bali.

 

Ng Boon Kwee alias Daniel terus berusaha  mencari keadilan atas tindakan istrinya berinisial MM, yang diduga berselingkuh dengan oknum pengacara ARMB hingga saat ini. Salah satu imbas dari ulah sang istri, tiga orang anak menjadi korban penelantaran.


Ng Boon Kwee didampingi pengacaranya Ni Wayan Umi Martina mengatakan, sangat mengapresiasi pihak kepolisian. Sebab, ia sempat didampingi polisi memergoki istri dan ARMB yang pengacara itu dalam satu kamar vila.

 

“Tak mengapa jika kasusnya dihentikan Satreskrim Polres Badung. Saya sudah menulis surat ke Kapolda Bali dan Kapolri untuk memohon keadilan,” kata Ng Boon Kwee alias Daniel dengan nada sedih, di Denpasar, Sabtu (24/4).

Pria kelahiran Selangor yang akrab disapa Daniel ini berujar, kisah pilunya berawal pada Januari lalu saat ditinggal istri selama dua hari meninggalkan tiga buah hatinya.

 

Kejadian ini dilaporkan ke Polsek Kuta Utara, yang sigap membantu pencarian sampai kemudian menemukan lokasi istrinya di salah satu villa di kawasan Kuta Utara, Sabtu  8 Januari 2022 sekitar pukul 23.00.

 

Benar saja, MM yang menjadi pengurus gereja itu didapati sedang bersama pria lain yang belakangan diketahui berinisial ARMB berprofesi sebagai pengacara.

“Ya jam 11 (malam) saya pergoki dia dengan PIL (pria idaman lain) di vila. Di sana keduanya sama sekali tidak merasa bersalah,” jelasnya.

 

Selanjutnya, MM, ARMB dan beberapa barang bukti dibawa ke Polres Badung untuk diperiksa atas dugaan perzinaan sesuai Pasal 284 KUHP. Setelah penyelidikan berjalan sekitar dua pekan, tepatnya pada Jumat 28 Januari 2022, penyidik Polres Badung mengeluarkan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan) yang isinya menghentikan perkara tersebut.

”Alasannya waktu itu karena kurang alat bukti,” ucap Daniel dengan memperlihatkan mata cerkaca-kaca sembari menunjukkan SP2HP tersebut dan dan surat yang ditulis tangan, curhatan hati kepada Kapolri meminta perlindungan hukum.

 

Terpukul karena merasa tidak mendapat keadilan, Daniel berjuang untuk dapat melanjutkan laporannya dengan bersurat ke Dit. Reskrimum Polda Bali, Bid. Propam Polda Bali hingga Irwasda Polda Bali.

Saat itu, dia diminta mencari legal opinion dari saksi ahli pidana untuk dipakai rujukan memeriksa kasus ini. Daniel lalu minta pendapat ahli dari Universitas Udayana, Gde Made Swardhana, yang intinya menyatakan dalam kasus ini alat bukti cukup untuk bisa dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

 

“Saya juga sudah bersurat ke Kapolri dan Kapolda Bali untuk meminta perlindungan hukum, dan minta keadilan dalam perkara saya ini,” cetus Daniel.

Sementara itu, Ni Wayan Umi Martina menambahkan, dalam perkara ini polisi seyogianya tidak bisa hanya berpatokan pada satu pasal saja, yakni pasal 284 KUHP tentang perzinahan.

 

Karena, kata dia, kasus ini bisa di-juncto-kan dengan pasal lainnya seperti UU Perlindungan Anak, UU Penghapusan KDRT ataupun pasal-pasal lainnya.

 

Meski begitu, dia dan Daniel tetap mengapresiasi langkah-langkah kepolisian dalam menangani perkara ini.

Dikatakan, Polsek Kuta Utara sangat membantu saat menggerebek istrinya. Namun, pihaknya juga mohon penyelidikan bisa dlanjutkan agar kasus terang benderang, dan memberi keadilan dan kepastian hukum untuk klien.

 

“MM kini menggugat cerai Daniel di Pengadilan Negeri Denpasar. Menariknya, yang menjadi kuasa hukumnya adalah ARMB, pria yang diajak sekamar oleh MM di vila saat digerebek polisi dan Daniel,” papar Umi.

Dikonfirmasi terpisah pengacara berinisial ARMB  enggan berkomentar. “Maaf, ya, tidak mau memberikan komentar. Tidak usah,” ketus ARMB.

Kasat Reskrim Polres Badung Iptu I Putu Ika Prabawa Kartikama Utama belum merespons konfirmasi via WA terkait kekurangan bukti-bukti apa yang dimaksud.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/