alexametrics
26.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Garase Terbakar, Mobil dan Sepeda Gayung Warga Gianyar Hangus

GIANYAR – Sebuah garase di kediaman Anak Agung Gde Dalem Pariana, 38, di Desa Petak Kaja, Kecamatan Gianyar dilalap si jago merah.

Kejadian pada Jumat kemarin (24/7) mengakibatkan tiga unit mobil dan tiga sepeda gayung yang terparkir hangus. Pemilik rumah mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Menurut informasi yang dihimpun koran ini, kejadian ini diketahui sejumlah warga setempat. Warga awalnya melihat kepulan asap.

Saat didekati, ternyata kepulan asap berasal dari garase milik Anak Agung Gde Dalem Pariana. Korban sendiri awalnya berada di Puri Delod, yakni sebelah selatan dari lokasi kebakaran.

Sekitar pukul 10.30, pemilik rumah diberitahukan jika garase rumahnya terbakar. Besarnya kobaran api membuat warga membunyikan kentongan.

Kulkul bulus pun membuat warga berhamburan keluar rumah mendatangi lokasi kejadian. Warga berupaya memadamkan api dengan alat seadanya.

Warga juga sempat memanggil Pemadam Kebakaran (Damkar) Gianyar. Tidak berselang lama 3 unit Damkar Gianyar tiba di lokasi kejadian. Petugas melakukan pemadaman.

Petugas langsung berjibaku melakukan pemadaman. Sampai akhirnya api bisa ditangani sekitar pukul 11.00. Meski api berhasil padam, namun beberapa barang tak bisa diselamatkan.

Tiga unit kendaraan ikut terbakar. Diantaranya Daihatsu Terios warna putih DK 1836 KV; Daihatsu Xenia DK 1615 LJ dan pikap Colt DK 9840 KI.

Sejumlah barang berharga lainya yang diletakkan di garase itu juga ikut ludes terbakar. Yakni 3 unit sepeda gunung dan sebuah mesin jahit.

Banyaknya kendaraan yang ludes membuat pemilik rumah mengalami kerugian besar. Diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Kasubaghumas Polres Gianyar Iptu I Ketut Suarnata membenarkan kejadian kebakaran tersebut. Polisi sudah mendatangi lokasi kejadian guna melakukan penyelidikan.

“Penyebab kebakaran diperkirakan karena sisa pembakaran tungku masak yang sebelumnya sering dipergunakan masak oleh Ibu korban,” ujarnya.

Perwira berkumis dengan pangkat balok dua di pundak menambahkan, saat kejadian tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Kerugian materi diperkirakan sekitar Rp 300 juta dan nihil (tidak ada, red) korban jiwa,” pungkasnya. 



GIANYAR – Sebuah garase di kediaman Anak Agung Gde Dalem Pariana, 38, di Desa Petak Kaja, Kecamatan Gianyar dilalap si jago merah.

Kejadian pada Jumat kemarin (24/7) mengakibatkan tiga unit mobil dan tiga sepeda gayung yang terparkir hangus. Pemilik rumah mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Menurut informasi yang dihimpun koran ini, kejadian ini diketahui sejumlah warga setempat. Warga awalnya melihat kepulan asap.

Saat didekati, ternyata kepulan asap berasal dari garase milik Anak Agung Gde Dalem Pariana. Korban sendiri awalnya berada di Puri Delod, yakni sebelah selatan dari lokasi kebakaran.

Sekitar pukul 10.30, pemilik rumah diberitahukan jika garase rumahnya terbakar. Besarnya kobaran api membuat warga membunyikan kentongan.

Kulkul bulus pun membuat warga berhamburan keluar rumah mendatangi lokasi kejadian. Warga berupaya memadamkan api dengan alat seadanya.

Warga juga sempat memanggil Pemadam Kebakaran (Damkar) Gianyar. Tidak berselang lama 3 unit Damkar Gianyar tiba di lokasi kejadian. Petugas melakukan pemadaman.

Petugas langsung berjibaku melakukan pemadaman. Sampai akhirnya api bisa ditangani sekitar pukul 11.00. Meski api berhasil padam, namun beberapa barang tak bisa diselamatkan.

Tiga unit kendaraan ikut terbakar. Diantaranya Daihatsu Terios warna putih DK 1836 KV; Daihatsu Xenia DK 1615 LJ dan pikap Colt DK 9840 KI.

Sejumlah barang berharga lainya yang diletakkan di garase itu juga ikut ludes terbakar. Yakni 3 unit sepeda gunung dan sebuah mesin jahit.

Banyaknya kendaraan yang ludes membuat pemilik rumah mengalami kerugian besar. Diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Kasubaghumas Polres Gianyar Iptu I Ketut Suarnata membenarkan kejadian kebakaran tersebut. Polisi sudah mendatangi lokasi kejadian guna melakukan penyelidikan.

“Penyebab kebakaran diperkirakan karena sisa pembakaran tungku masak yang sebelumnya sering dipergunakan masak oleh Ibu korban,” ujarnya.

Perwira berkumis dengan pangkat balok dua di pundak menambahkan, saat kejadian tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Kerugian materi diperkirakan sekitar Rp 300 juta dan nihil (tidak ada, red) korban jiwa,” pungkasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/