alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

OMG! Mabuk, Buruh Proyek Hotel Sangrila Ribut, Satu Tewas, Satu Kritis

RadarBali.com – Pembunuhan kembali terjadi di wilayah hukum Polresta Denpasar. Hadi Ikhwanto, 39, asal Dusun Krajan RT 02/RW 03 Darungan, Yosowilangun, Kota Lumajang Jawa Timur tewas mengenaskan Minggu (24/9).

Sementara Panjiono, 26, asal Desa Sumber Sari Kabupaten Jember, Jawa Timur kritis akibat menderita luka tusuk di dada kiri, perut, dan pinggang.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, keduanya merupakan korban penganiayaan pada Sabtu (23/9) sekitar pukul 22.30 di bedeng Proyek Hotel Sangrila, Jalan Trompong, Lingkungan Peminge, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan.

Sanksi Joni, 49, asal Dusun Krajan Timur, Jember, Jawa Timur kepada petugas kepolisian mengaku mendengar keributan di bedeng atas.

Setelah mengecek ke dalam bedeng dirinya terkejut karena melihat anak buahnya (Hadi Ikhwanto red) bersimbah darah dan terkapar.

Baca Juga:  Perburuan Tuntas, Propam Tetap Lanjutkan Pemeriksaan Tiga Polisi Jaga

Dia lantas meminta saksi bernama Untung dan Arifin mengantar korban ke RS Surya Husada mengendarai sepeda motor.

Sumber di kepolisian menyebut Untung kembali ke bedeng dan mengabarkan bahwa korban meninggal dunia sehingga kemudian saksi menuju RS Surya Husada.

Sesampai di RS Surya Husada ternyata saksi Joni juga melihat Panjiono (korban 2) terbaring dan ditangani oleh para perawat yang menyebut korban dalam keadaan kritis.

Sanksi kedua, Samuel Koiki Sida asal Tebara Waikabubak Sumba Barat NTT menyebut dirinya sempat melihat beberapa orang yang sedang minum arak, yakni Raimon, Markus, Niga, Agus, Yohanes, Ahmad Akbar Agung Wibowo, Andri Suswanto, dan Sutrisno di bedeng lantai dua.

Baca Juga:  Dua Kelompok Buruh Asal Sumba Bentrok, Diciduk, Tangan – Kaki Dirantai

Sesaat kemudian terdengar suara ribut-ribut dari kerumunan tersebut, namun akhirnya reda. Tak lama kemudian beberapa orang dari kerumunan tersebut turun ke lantai bawah.

Tak beberapa lama  kemudian terdengar dari bawah yang menyebut ada yang luka. Mendengar teriakan tersebut saksi akhirnya turun namun beberapa yang turun dari lantai dua, yakni Agus, Niga, Markus, dan Raimon sudah tak kelihatan.

Selang beberapa menit kemudian saksi dikumpulkan oleh sekuriti proyek bersama buruh proyek lainnya dikarenakan dari kejadian tadi ada korban yang meninggal dan ada yang terluka berat.

Kejadian dan pelaku kejadian ini diketahui masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian.



RadarBali.com – Pembunuhan kembali terjadi di wilayah hukum Polresta Denpasar. Hadi Ikhwanto, 39, asal Dusun Krajan RT 02/RW 03 Darungan, Yosowilangun, Kota Lumajang Jawa Timur tewas mengenaskan Minggu (24/9).

Sementara Panjiono, 26, asal Desa Sumber Sari Kabupaten Jember, Jawa Timur kritis akibat menderita luka tusuk di dada kiri, perut, dan pinggang.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, keduanya merupakan korban penganiayaan pada Sabtu (23/9) sekitar pukul 22.30 di bedeng Proyek Hotel Sangrila, Jalan Trompong, Lingkungan Peminge, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan.

Sanksi Joni, 49, asal Dusun Krajan Timur, Jember, Jawa Timur kepada petugas kepolisian mengaku mendengar keributan di bedeng atas.

Setelah mengecek ke dalam bedeng dirinya terkejut karena melihat anak buahnya (Hadi Ikhwanto red) bersimbah darah dan terkapar.

Baca Juga:  Terlibat Jual Surat PCR Palsu, Selebgram Jakarta Ditangkap di Bali

Dia lantas meminta saksi bernama Untung dan Arifin mengantar korban ke RS Surya Husada mengendarai sepeda motor.

Sumber di kepolisian menyebut Untung kembali ke bedeng dan mengabarkan bahwa korban meninggal dunia sehingga kemudian saksi menuju RS Surya Husada.

Sesampai di RS Surya Husada ternyata saksi Joni juga melihat Panjiono (korban 2) terbaring dan ditangani oleh para perawat yang menyebut korban dalam keadaan kritis.

Sanksi kedua, Samuel Koiki Sida asal Tebara Waikabubak Sumba Barat NTT menyebut dirinya sempat melihat beberapa orang yang sedang minum arak, yakni Raimon, Markus, Niga, Agus, Yohanes, Ahmad Akbar Agung Wibowo, Andri Suswanto, dan Sutrisno di bedeng lantai dua.

Baca Juga:  Ancam Korban dengan Pedang, Buruh Proyek Terancam 10 Tahun Penjara

Sesaat kemudian terdengar suara ribut-ribut dari kerumunan tersebut, namun akhirnya reda. Tak lama kemudian beberapa orang dari kerumunan tersebut turun ke lantai bawah.

Tak beberapa lama  kemudian terdengar dari bawah yang menyebut ada yang luka. Mendengar teriakan tersebut saksi akhirnya turun namun beberapa yang turun dari lantai dua, yakni Agus, Niga, Markus, dan Raimon sudah tak kelihatan.

Selang beberapa menit kemudian saksi dikumpulkan oleh sekuriti proyek bersama buruh proyek lainnya dikarenakan dari kejadian tadi ada korban yang meninggal dan ada yang terluka berat.

Kejadian dan pelaku kejadian ini diketahui masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/