alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 16, 2022

Heboh! Siswi SMP di Karangasem Diperkosa Teman Chatting

AMLAPURA-Kasus dugaan pemerkosaan terhadap gadis dibawah umur kembali terjadi di Kabupaten Karangasem.

Kali ini, korbannya menimpa salah seorang siswi yang masuk duduk di bangku SMP di kabupaten ujung timur Bali.

Korban berinisial PS, 16, asal Karangasem ini mengaku diperkosa seorang pemuda berinisial KY, 21, teman chatting, pada Rabu sore (23/10) lalu.

Tragisnya lagi, kasus pemerkosaan yang dilakukan KY terhadap PS dilakukan di rumah kakek korban.

Mendengar  kejadian yang menimpa korban, ayah korban yang sedang bekerja di luar negeri meminta pihak keluarga melaporkan kasus ini ke Polres Karangasem, pada Jumat (25/10).

Korban didampingi oleh Organisasi Bantuan Hukum (OBH) Kelompok Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Bali Ni Nyoman Suparni SH.

Baca Juga:  Ngeri! Ngantuk, Bersenggolan, Dua Sopir Sama-Sama Tergencet Mobil

“Ya kami yang dimintai bantuan untuk mendampingi korban dan juga bersama sama melaporkan kasus ini,” ujar Suparni di Polres Karangasem.

Menurut Suparni, sebelum peristiwa dugaan perkosaan terjadi, korban tidak tinggal bersama orang tuanya.

Melainkan, korban tinggal di rumah kakeknya. Sedangkan hubungan antara korban dan pelaku hanyalah teman yang dikenalnya lewat media sosial.

“Korban dan pelaku kenal lewat chatting,”tegas Suparni



AMLAPURA-Kasus dugaan pemerkosaan terhadap gadis dibawah umur kembali terjadi di Kabupaten Karangasem.

Kali ini, korbannya menimpa salah seorang siswi yang masuk duduk di bangku SMP di kabupaten ujung timur Bali.

Korban berinisial PS, 16, asal Karangasem ini mengaku diperkosa seorang pemuda berinisial KY, 21, teman chatting, pada Rabu sore (23/10) lalu.

Tragisnya lagi, kasus pemerkosaan yang dilakukan KY terhadap PS dilakukan di rumah kakek korban.

Mendengar  kejadian yang menimpa korban, ayah korban yang sedang bekerja di luar negeri meminta pihak keluarga melaporkan kasus ini ke Polres Karangasem, pada Jumat (25/10).

Korban didampingi oleh Organisasi Bantuan Hukum (OBH) Kelompok Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Bali Ni Nyoman Suparni SH.

Baca Juga:  Gegara Surat Tuntutan Belum Rampung, Sidang Jaksa Gadungan Ditunda

“Ya kami yang dimintai bantuan untuk mendampingi korban dan juga bersama sama melaporkan kasus ini,” ujar Suparni di Polres Karangasem.

Menurut Suparni, sebelum peristiwa dugaan perkosaan terjadi, korban tidak tinggal bersama orang tuanya.

Melainkan, korban tinggal di rumah kakeknya. Sedangkan hubungan antara korban dan pelaku hanyalah teman yang dikenalnya lewat media sosial.

“Korban dan pelaku kenal lewat chatting,”tegas Suparni


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/