alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Bejat! Sang Paman Perkosa Gadis 12 Tahun saat Nonton TV Sendirian

Pria berinisial ZN, 24, yang dilaporkan karena menyetubuhi keponakannya sendiri di Jembrana benar-benar bejat. Dia memperkosa keponakannya yang masih berusia 12 tahun, ini saat sedang nonton TV sendirian di rumah.

M. BASIR, Negara

 

AYAH mana yang tak murka bila anaknya disakiti. Apalagi mendapat kekerasan seksual. Tak peduli, pelakunya adalah adik sendiri.

Itu yang dirasakan seorang ayah di sebuah desa di Kecamatan Negara, Jembrana. Anak gadisnya yang baru gadis 12 tahun  disetubuhi di rumahnya oleh ZN, adik sendiri yang merupakan paman korban.

Peristiwa kekerasan seksual terhadap anak ini terungkap saat ayah mendengar kabar bahwa anaknya disetubuhi oleh ZN, Selasa (19/10) lalu.

Baca Juga:  NEKAT! Rampas Senjata Api Polisi, Anggota Geng Motor Dongki Didor

 

Murka ayah korban yang seorang nelayan itu pun berujung pada laporan ke Polres Jembrana Kamis (21/10) lalu.

 

Dari informasi yang didapat radarbali.id, kasus perkosaan itu terjadi berawal saat korban sendirian sedang menonton televisi. Tiba-tiba pelaku yang juga seorang nelayan tersebut masuk dari pintu belakang rumah lalu menarik tangan korban masuk kamar.

 

Korban sejatinya sempat melawan. Ia mencoba melepaskan diri kuasa sang paman. Tetapi, gadis 12 tahun ini tetap ditarik. Apa daya, tenaga sang paman lebih kuat darinya. Ia pun disetubuhi dengan cara dipaksa. Usai menggagahinya, sang paman kemudian pergi meninggalkannya sendirian di kamar.

 

Ayah korban yang mendengar kabar anak gadisnya diperkosa pun  langsung menanyakan hal tersebut pada anaknya. Dan anak gadis itu mengakui sudah diperkosa pamannya sendiri.

Baca Juga:  Sebelum Sebar Foto, Teman Pria Bidan NW Sempat Minta Uang Rp 30 Juta

 

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP  Muhammad Reza Pranata membenarkan adanya laporan persetubuhan anak tersebut. Seizin Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, pihaknya sudah melakukan visum dan memeriksa sejumlah saksi. Jika hasil sudah keluar dan benar ada tanda-tanda pemerkosaan kami amankan pelaku.

 

“Kami atensi kasus ini dan kami pastikan lanjut karena kasus kekerasan pada anak menjadi atensi khusus kami,” tegasnya.

- Advertisement -

- Advertisement -

Pria berinisial ZN, 24, yang dilaporkan karena menyetubuhi keponakannya sendiri di Jembrana benar-benar bejat. Dia memperkosa keponakannya yang masih berusia 12 tahun, ini saat sedang nonton TV sendirian di rumah.

M. BASIR, Negara

 


AYAH mana yang tak murka bila anaknya disakiti. Apalagi mendapat kekerasan seksual. Tak peduli, pelakunya adalah adik sendiri.

Itu yang dirasakan seorang ayah di sebuah desa di Kecamatan Negara, Jembrana. Anak gadisnya yang baru gadis 12 tahun  disetubuhi di rumahnya oleh ZN, adik sendiri yang merupakan paman korban.

Peristiwa kekerasan seksual terhadap anak ini terungkap saat ayah mendengar kabar bahwa anaknya disetubuhi oleh ZN, Selasa (19/10) lalu.

Baca Juga:  NEKAT! Rampas Senjata Api Polisi, Anggota Geng Motor Dongki Didor

 

Murka ayah korban yang seorang nelayan itu pun berujung pada laporan ke Polres Jembrana Kamis (21/10) lalu.

 

Dari informasi yang didapat radarbali.id, kasus perkosaan itu terjadi berawal saat korban sendirian sedang menonton televisi. Tiba-tiba pelaku yang juga seorang nelayan tersebut masuk dari pintu belakang rumah lalu menarik tangan korban masuk kamar.

 

Korban sejatinya sempat melawan. Ia mencoba melepaskan diri kuasa sang paman. Tetapi, gadis 12 tahun ini tetap ditarik. Apa daya, tenaga sang paman lebih kuat darinya. Ia pun disetubuhi dengan cara dipaksa. Usai menggagahinya, sang paman kemudian pergi meninggalkannya sendirian di kamar.

 

Ayah korban yang mendengar kabar anak gadisnya diperkosa pun  langsung menanyakan hal tersebut pada anaknya. Dan anak gadis itu mengakui sudah diperkosa pamannya sendiri.

Baca Juga:  Dari 94 Pasien yang Meninggal di Jembrana, 85 Orang Belum Divaksin

 

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP  Muhammad Reza Pranata membenarkan adanya laporan persetubuhan anak tersebut. Seizin Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa, pihaknya sudah melakukan visum dan memeriksa sejumlah saksi. Jika hasil sudah keluar dan benar ada tanda-tanda pemerkosaan kami amankan pelaku.

 

“Kami atensi kasus ini dan kami pastikan lanjut karena kasus kekerasan pada anak menjadi atensi khusus kami,” tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/