alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Jadi Tersangka, Pengacara Husein Diduga Kembali Terjerumus Narkoba

DENPASAR – Tertangkapnya pengacara spesialis narkoba M. Husein menghebohkan dunia pengacara di Bali. Sejumlah pengacara mengaku terkejut.

Namun, sebagian lagi bersikap biasa saja. Mereka menilai kondisi mental Husein saat ini sedang sakit. Bahkan, di kalangan pengacara beredar kabar jika Husein kembali mengonsumsi sabu-sabu.

“Sudah setahun belakangan ini kayaknya dia pakai lagi,” ujar salah seorang pengacara yang tidak mau disebutkan namanya.

Menurut sumber Jawa Pos Radar Bali, Husein sejatinya sempat sembuh setelah dijebloskan di dalam Lapas Kelas IIA Kerobokan karena kasus serupa.

Namun, belakangan dia diduga kambuh lagi. “Kasihan juga sebenarnya. Tapi, kami sebagai teman juga tidak bisa berbuat banyak,” imbuh sumber.

Perilaku Husein memang aneh. Pada suatu persidangan tanggal 25 Mei lalu, Husein bertingkah seperti orang yang sakau.

Waktu itu dia telat datang. Kliennya dibuat kelimpungan. Ketika masuk dalam sidang, Husein menunjukkan gelagat tak normal.

Ia terlihat gelisah. Matanya melotot, kepalanya geleng-geleng bergerak ke kanan dan ke kiri. Sesekali ia menaikkan kedua tangannya.

Duduknya juga tidak tegak. Husein paling sering menggosok hidung dan memegang kening. Kemudian ia meringis. Giginya gemertak saling beradu.

Saat dipanggil hakim ke depan jalannya sempoyongan. Anehnya lagi, Husein membentak dua saksi polisi anggota Buser Polresta Denpasar.

“Hei, kalian berdua! Kalian ngomong muter-muter seperti film India tidak laku!” teriak Hussein sambil melotot.

Sontak teriakan seluruh ruang sidang terkejut. Majelis hakim yang diketuai Esthar Oktavi dengan anggota Kony Hartono dan Novita Riama tak kalah kaget.

Saksi polisi Cok Sutrisna yang awalnya kaget membentak balik Hussein. “Maksudnya apa?!  Saya ini saksi polisi, bukan tersangka (terdakwa).

Kamu mau tanya sama siapa?!” sahut Cok dengan nada meninggi sambil menatap Hussein. Tempat duduk antara Husein dengan Cok cukup berdekatan membuat suasana tegang.

Perilaku Husein di luar dugaan itu langsung ditegur hakim. Bahkan, hakim sempat mengancam mengeluarkan Husein dari ruang sidang. Peringatan dari hakim itu membuat Husein gelagapan dan meminta maaf. 



DENPASAR – Tertangkapnya pengacara spesialis narkoba M. Husein menghebohkan dunia pengacara di Bali. Sejumlah pengacara mengaku terkejut.

Namun, sebagian lagi bersikap biasa saja. Mereka menilai kondisi mental Husein saat ini sedang sakit. Bahkan, di kalangan pengacara beredar kabar jika Husein kembali mengonsumsi sabu-sabu.

“Sudah setahun belakangan ini kayaknya dia pakai lagi,” ujar salah seorang pengacara yang tidak mau disebutkan namanya.

Menurut sumber Jawa Pos Radar Bali, Husein sejatinya sempat sembuh setelah dijebloskan di dalam Lapas Kelas IIA Kerobokan karena kasus serupa.

Namun, belakangan dia diduga kambuh lagi. “Kasihan juga sebenarnya. Tapi, kami sebagai teman juga tidak bisa berbuat banyak,” imbuh sumber.

Perilaku Husein memang aneh. Pada suatu persidangan tanggal 25 Mei lalu, Husein bertingkah seperti orang yang sakau.

Waktu itu dia telat datang. Kliennya dibuat kelimpungan. Ketika masuk dalam sidang, Husein menunjukkan gelagat tak normal.

Ia terlihat gelisah. Matanya melotot, kepalanya geleng-geleng bergerak ke kanan dan ke kiri. Sesekali ia menaikkan kedua tangannya.

Duduknya juga tidak tegak. Husein paling sering menggosok hidung dan memegang kening. Kemudian ia meringis. Giginya gemertak saling beradu.

Saat dipanggil hakim ke depan jalannya sempoyongan. Anehnya lagi, Husein membentak dua saksi polisi anggota Buser Polresta Denpasar.

“Hei, kalian berdua! Kalian ngomong muter-muter seperti film India tidak laku!” teriak Hussein sambil melotot.

Sontak teriakan seluruh ruang sidang terkejut. Majelis hakim yang diketuai Esthar Oktavi dengan anggota Kony Hartono dan Novita Riama tak kalah kaget.

Saksi polisi Cok Sutrisna yang awalnya kaget membentak balik Hussein. “Maksudnya apa?!  Saya ini saksi polisi, bukan tersangka (terdakwa).

Kamu mau tanya sama siapa?!” sahut Cok dengan nada meninggi sambil menatap Hussein. Tempat duduk antara Husein dengan Cok cukup berdekatan membuat suasana tegang.

Perilaku Husein di luar dugaan itu langsung ditegur hakim. Bahkan, hakim sempat mengancam mengeluarkan Husein dari ruang sidang. Peringatan dari hakim itu membuat Husein gelagapan dan meminta maaf. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/