Selasa, 07 Dec 2021
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Tewasnya Rombongan Turis di Gianyar

Ternyata, Dua Wisatawan Korban Longsor Asal Banten Masih Kakak Beradik

25 November 2021, 21: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Ternyata, Dua Wisatawan Korban Longsor Asal Banten Masih Kakak Beradik

Jasad Julius Hans Putra korban tewas tertimbun longsor di Gianyar. (Istimewa)

Share this      

PETAKA dialami wisatawan domestik (wisdom) asal Tangerang, Banten, Kamis (25/11).

Niat ingin bersenang-senang menikmati rafting bersama istri dan kedua anaknya di Gianyar Bali, Martin indrawijaya malah kehilangan kedua buah hatinya.

Kedua anaknya, yakni Julius Hans Wijaya, 10 meninggal dunia. Sedangkan anak keduanya Marvel Sanjaya, 8, masih dalam pencarian akibat tertimbun longsor usai batal rafting dan hendak menaiki tangga di area Tukad Ayung, di Banjar Begawan, Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan, Gianyar, pada Kamis (25/11) siang.

Baca juga: Terkuak, Tega Pukuli Istri Siri karena Kesal Tak Dibela dan Disalahkan

IB INDRA PRASETYA, Gianyar. 

TAK hanya syok, teriakan dan tangisan histeris juga langsung pecah saat Martin dan Fina menyaksikan kedua anaknya (Julius dan Marvel) tertimpa material longsor.

Pasangan suami istri (pasutri) asal Tangerang, Banten, ini tak menyangka jika liburannya ke Pulau Bali justru menjadi perpisahan mereka dengan kedua buah hatinya.

Apalagi akibat kejadian itu, Julius Hans Putra pertamanya ditemukan meninggal dunia. Sedangkan anak keduanya Marvel Sanjaya belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian petugas akibat tertimbun material longsor.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya mengatakan, saat menerima laporan tersebut, pihaknya langsung memimpin anggota ke lokasi kejadian.

Saat tiba di lokasi, tim penyelamat sempat menemui kendala dalam proses evakuasi. "Kondisi TKP (Tempat Kejadian Perkara, red) ekstrim, mulai dari terjal, tanah labil dan saat itu juga sedang turun hujan disertai angin," ujarnya, saat evakuasi.

Sehingga pergerakan evakuasi sempat menemui sedikit kendala. "Dengan begitu, penyelamatan yang dilakukan menyebabkan tanah kembali ada yang jatuh," ujarnya. 

Upaya evakuasi membuahkan hasil. Sekitar pukul 18.00, satu persatu korban ditemukan dalam timbunan longsor. Dua orang ditemukan dalam keadaan meninggal. "Yang meninggal kami bawa ke RSU Payangan," ujarnya.

Sedangkan, hingga petang kemarin, satu korban masih dalam pencarian. "Satu orang masih belum ditemukan, sekarang kami masih proses evakuasi," tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Payangan, AKP I Putu Ady Wijaya, juga mengakui kejadian itu. Namun, hingga kini, belum dikantongi identitas korban. "Kami masih di TKP, dua meninggal. Identitasnya belum," pungkasnya.

Beberapa unsur SAR Gabungan yang ikut terlibat dalam Operasi Pencarian dan Pertolongan diantaranya Basarnas Bali, Dit SAR Sabhara Polda Bali, Polsek Payangan, BPBD Kabupaten Gianyar, TRC Gianyar, PMI Gianyar, Tim Medis RSU Payangan dan masyarakat.

(rb/dra/pra/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia