alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Sadis, Benturkan Kepala Aipda Suanda ke Tembok, Sandi Otak Pembunuhan

DENPASAR – Penangkapan empat pembunuh purnawirawan Polri Aiptu Made Suanda pekan lalu membuka tabir kasus mengerikan secara terang benderang.

Empat pelaku yang diamankan di dua tempat berbeda, Tabanan dan Buleleng itu masing-masing Gede Ngurah Astika alias Sandi, Dewa Made Budianta, Dewa Made Sudiana, dan Putu Very Permadi.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, dalang peristiwa keji itu mengerucut pada nama Gede Ngurah Astika alias Sandi alias Gede Alit.

Nama inilah yang diduga kuat mengambil inisiatif membenturkan kepala korban ke tembok hingga membuat korban tewas seketika.

Nama ini pula yang berinisiatif menjual mobil Honda Jazz DK 1985 CN milik korban asal Dharmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung tersebut.

Baca Juga:  Teriak Perampok, Cewek Karyawan Bank di Bali Tewas Berlumuran Darah

“Otak pembunuhan Aipda (Purn) I Made Suanda adalah Gede Ngurah Astika alias Sandi,” tegas sumber Jawa Pos Radar Bali.

Terungkap pula yang berniat bunuh diri pasca tertangkap adalah Gede Ngurah Astika. Karena ulahnya itu, yang bersangkutan masih menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Denpasar dengan pengawalan ketat aparat.

Sayangnya, Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo enggan menyebut siapa dalang pembunuh korban yang baru pensiun dari Polri empat bulan lalu itu.

Dia hanya bersedia menyebut identitas pelaku. “Ngurah Astika, Dewa Made Budianta, Dewa Made Sudiana, Putu Very Permadi.

Mereka pelakunya (pembunuhan Aipda Purn Suanda),” ungkap Kombes Hadi Purnomo Minggu (24/12) malam.



DENPASAR – Penangkapan empat pembunuh purnawirawan Polri Aiptu Made Suanda pekan lalu membuka tabir kasus mengerikan secara terang benderang.

Empat pelaku yang diamankan di dua tempat berbeda, Tabanan dan Buleleng itu masing-masing Gede Ngurah Astika alias Sandi, Dewa Made Budianta, Dewa Made Sudiana, dan Putu Very Permadi.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, dalang peristiwa keji itu mengerucut pada nama Gede Ngurah Astika alias Sandi alias Gede Alit.

Nama inilah yang diduga kuat mengambil inisiatif membenturkan kepala korban ke tembok hingga membuat korban tewas seketika.

Nama ini pula yang berinisiatif menjual mobil Honda Jazz DK 1985 CN milik korban asal Dharmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung tersebut.

Baca Juga:  Boby dan Eka SID Jadi Saksi di Sidang, Sebut JRX Berkarakter Baik

“Otak pembunuhan Aipda (Purn) I Made Suanda adalah Gede Ngurah Astika alias Sandi,” tegas sumber Jawa Pos Radar Bali.

Terungkap pula yang berniat bunuh diri pasca tertangkap adalah Gede Ngurah Astika. Karena ulahnya itu, yang bersangkutan masih menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Denpasar dengan pengawalan ketat aparat.

Sayangnya, Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo enggan menyebut siapa dalang pembunuh korban yang baru pensiun dari Polri empat bulan lalu itu.

Dia hanya bersedia menyebut identitas pelaku. “Ngurah Astika, Dewa Made Budianta, Dewa Made Sudiana, Putu Very Permadi.

Mereka pelakunya (pembunuhan Aipda Purn Suanda),” ungkap Kombes Hadi Purnomo Minggu (24/12) malam.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/