alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Bersepakat Damai, Korban Cabut Laporan Polisi, Pelaku Minta Maaf

SEMPAT dilaporkan dan dijadikan tersangka atas dugaan tindak pencurian gara-gara memungut ponsel milik orang lain, I Putu Sada, 54, kini merasa sedikit lega.

Pasalnya atas kasus ini, kedua pihak sepakat berdamai. Pihak korban yakni I Made Adi Dharma Putra akhirnya mencabut laporan. Sedangkan pelaku telah meminta maaf.

JULIADI, Tabanan

TEMUAN ponsel di Banjar Dinas Geluntung Kelod, Desa Geluntung, Marga akhirnya berakhir happy ending

Sempat heboh dan masuk laporan polisi, akhirnya kedua belah pihak sepakat menempuh jalur kekeluarga.

Kedua pihak (korban dan pelaku) sudah saling bertemu dan bersepakat tidak akan melanjutkan proses hukum kasus pencurian yang kini ditangani Polsek Marga.

Kapolsek Marga AKP I Gede Budiarta saat dihubungi Sabtu (25/12), menjelaskan Korban I Made Adi Dharma Putra berencana akan mencabut laporan Senin (27/12) mendatang di Polsek Marga.

Baca Juga:  Anggota Mata Elang Pengeroyok hingga De Budi Tewas Dituntut 4 Tahun

Pasalnya, Tersangka I Putu Sada telah bertemu dengan korban. Dan meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuat. Dan tidak mengulangi perbuatan yang telah dilakukan.

“Karena dasar inilah korban tadi (Sabtu red) datang mengkonfirmasi ke Mapolsek Marga untuk mencabut laporan kasus pencurian handphone,” kata AKP Budiarta.

Lebih lanjut, kapolsek menambahkan, tidak ada masalah sejatinya jika korban mencabut laporan. Niat baik kedua belah pihak untuk menyelesaikan perkara ini secara kekeluarga dan damai itu lebih baik.

Apalagi barang bukti sebuah handphone yang dipungut pelaku, sayangnya pelaku tidak mengembalikan dan korban melaporkan ke polisi nilai kerugian sangat sedikit sekitar Rp 2 juta lebih.

“Jadi niat baik kedua belah pihak kami sangat apresiasi jika diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Lagi, Pencurian Terjadi di Pura, Maling Gasak Gamelan

Seperti diketahui I Putu Sada, 54 ditangkap setelah dianggap melakukan aksi pencurian ponsel milik korban I Made Adi Dharma Putra, 17 warga Banjar Dinas Geluntung Kelod, Desa Geluntung, Marga. 

Kasus pencurian yang dilaporkan korban lantaran pelaku memungut handphone milik korban yang terjatuh ketika korban mencari ambengan (alang-alang) Oktober lalu. 

 

Sayangnya saat itu pelaku tidak mengembalikan handphone milik korban. Meski kala itu korban mencoba menghubungi pelaku.

 

Kasus ini pun akhirnya dilaporkan ke Polsek Marga. Setelah tiga bulan lama baru polisi berhasil menangkap pelaku di rumahnya di Banjar Dinas Payangan Kaja, Desa Payangan, Marga, Tabanan.


SEMPAT dilaporkan dan dijadikan tersangka atas dugaan tindak pencurian gara-gara memungut ponsel milik orang lain, I Putu Sada, 54, kini merasa sedikit lega.

Pasalnya atas kasus ini, kedua pihak sepakat berdamai. Pihak korban yakni I Made Adi Dharma Putra akhirnya mencabut laporan. Sedangkan pelaku telah meminta maaf.

JULIADI, Tabanan

TEMUAN ponsel di Banjar Dinas Geluntung Kelod, Desa Geluntung, Marga akhirnya berakhir happy ending

Sempat heboh dan masuk laporan polisi, akhirnya kedua belah pihak sepakat menempuh jalur kekeluarga.

Kedua pihak (korban dan pelaku) sudah saling bertemu dan bersepakat tidak akan melanjutkan proses hukum kasus pencurian yang kini ditangani Polsek Marga.

Kapolsek Marga AKP I Gede Budiarta saat dihubungi Sabtu (25/12), menjelaskan Korban I Made Adi Dharma Putra berencana akan mencabut laporan Senin (27/12) mendatang di Polsek Marga.

Baca Juga:  Anggota Mata Elang Pengeroyok hingga De Budi Tewas Dituntut 4 Tahun

Pasalnya, Tersangka I Putu Sada telah bertemu dengan korban. Dan meminta maaf atas kesalahan yang telah diperbuat. Dan tidak mengulangi perbuatan yang telah dilakukan.

“Karena dasar inilah korban tadi (Sabtu red) datang mengkonfirmasi ke Mapolsek Marga untuk mencabut laporan kasus pencurian handphone,” kata AKP Budiarta.

Lebih lanjut, kapolsek menambahkan, tidak ada masalah sejatinya jika korban mencabut laporan. Niat baik kedua belah pihak untuk menyelesaikan perkara ini secara kekeluarga dan damai itu lebih baik.

Apalagi barang bukti sebuah handphone yang dipungut pelaku, sayangnya pelaku tidak mengembalikan dan korban melaporkan ke polisi nilai kerugian sangat sedikit sekitar Rp 2 juta lebih.

“Jadi niat baik kedua belah pihak kami sangat apresiasi jika diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pelajar SMA di Denpasar Otaki Pencurian Motor

Seperti diketahui I Putu Sada, 54 ditangkap setelah dianggap melakukan aksi pencurian ponsel milik korban I Made Adi Dharma Putra, 17 warga Banjar Dinas Geluntung Kelod, Desa Geluntung, Marga. 

Kasus pencurian yang dilaporkan korban lantaran pelaku memungut handphone milik korban yang terjatuh ketika korban mencari ambengan (alang-alang) Oktober lalu. 

 

Sayangnya saat itu pelaku tidak mengembalikan handphone milik korban. Meski kala itu korban mencoba menghubungi pelaku.

 

Kasus ini pun akhirnya dilaporkan ke Polsek Marga. Setelah tiga bulan lama baru polisi berhasil menangkap pelaku di rumahnya di Banjar Dinas Payangan Kaja, Desa Payangan, Marga, Tabanan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/