alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Gilang Tuding Fendi jadi Dalang Kabur dari Tahanan Polres Jembrana

Gilang Adrianto, tahanan yang sempat kabur dari rumah tahanan (rutan) Polres Jembrana menyebut bahwa otak dari pelarian adalah Fendi Saputra yang juga kabur dari tahanan.

M. BASIR, Negara

PENYIDIK Polres Jembrana melimpahkan perkara Gilang Adrianto, tersangka pencurian tiga tempat kejadian perkara (TKP) kepada Kejari Jembrana, Rabu (26/1). Selanjutnya, tersangka menjadi tahanan Kejari Jembrana dan tetap dititipkan di tahanan Polres Jembrana.

Kasipidum Kejari Jembrana Delfi Trimariono yang memeriksa langsung tersangka Gilang, mencecar mengenai kasus pencurian yang dilakukan di tiga TKP berbeda.

“Tersangka mengakui semua pencurian yang dilakukan,” ungkapnya.

Tiga TKP pencurian tersebut, di SMKN 5 Negara, di Kecamatan Pekutatan. Tersangka masuk ke ruang tamu sekolah dan mengambil satu unit tablet. Karena sekolah libur, tersangka dengan leluasa sempat hendak membuka brangkas dengan menggunakan dua buah linggis, obeng dan gunting.

Tersangka mengakui telah melakukan pencurian di sekretariat kwarcab Pramuka Jembrana satu unit kamera DSLR, uang tunai Rp 50 ribu, satu dus mie instan, satu buah kapak dan satu buah pisau. Bahkan mengaku sempat makan mie yang dimasak di dapur dalam sekretariat. Serta pencurian motor salah satu rumah warga Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem.

Baca Juga:  P-21, Empat Penyelundup Ganja 97 Kilo ke Bali Segera Disidang

Saat melakukan aksinya, tersangka ditemani rekan pencurinya berinisial L dengan mudah mencuri motor yang parkir di halaman rumah karena kunci motor ada di dashboard sebelah kanan.

“Semua barang bukti pencurian yang dilakukan tersangka sudah diserahkan juga oleh penyidik,” imbuhnya.

Delfi juga sempat mengintrogasi mengenai kaburnya Gilang dari rutan Polres Jembrana. Gilang mengaku kabur pada hari Minggu (16/1) sekitar pukul 9.30 WITA, saat diberi waktu olahraga setelah selesai sarapan.

Namun menurut Gilang, otak yang merencanakan kabur adalah Fendi Saputra, pengamen badut yang tersangka pencurian dengan kekerasan.

“Gilang nyebut, otaknya Fendi itu,” ujarnya.

Gilang juga mengaku juga ada keinginan untuk kabur, tetapi karena sudah yakin tidak bisa lolos dari Bali mengurungkan niatnya. Karena ada kesempatan kabur melalui plafon rutan Polres, akhirnya kabur bersama Fendi Saputra dan Ahmad Rozianto.

Baca Juga:  Fakta Baru! Diduga Balita 2,5 Tahun juga Jadi Korban Kekerasan Seksual

Hingga akhirnya, ketiganya ditangkap. Fendi Saputra dan Ahmad Rozianto ditangkap lebih dulu pada hari yang sama saat kabur dan Gilang ditangkap di Klungkung setelah beberapa hari kabur.

Di samping itu, kata Delfi, Gilang juga mengungkapkan bahwa awalnya Fendi Saputra mengajak Gilang untuk merencanakan kabur saat sudah di dalam rutan kelas II B Negara. Menurut Gilang, Fendi mengajak karena Gilang sudah pernah ditahan di rutan kelas II B Negara, sehingga sudah lebih tahu seluk beluknya dan bisa lebih mudahkan cara untuk kabur.

Sementara itu, mengenai berkas tersangka Fendi Saputra dan Ahmad Rozianto, Kejari Jembrana sudah menerima berkas tahap pertama. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan berkas. Jika sudah dinyatakan lengkap atau P21, maka akan meminta penyidik untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti atau tahap dua ke Kejari Jembrana. 

- Advertisement -

- Advertisement -

Gilang Adrianto, tahanan yang sempat kabur dari rumah tahanan (rutan) Polres Jembrana menyebut bahwa otak dari pelarian adalah Fendi Saputra yang juga kabur dari tahanan.


M. BASIR, Negara

PENYIDIK Polres Jembrana melimpahkan perkara Gilang Adrianto, tersangka pencurian tiga tempat kejadian perkara (TKP) kepada Kejari Jembrana, Rabu (26/1). Selanjutnya, tersangka menjadi tahanan Kejari Jembrana dan tetap dititipkan di tahanan Polres Jembrana.

Kasipidum Kejari Jembrana Delfi Trimariono yang memeriksa langsung tersangka Gilang, mencecar mengenai kasus pencurian yang dilakukan di tiga TKP berbeda.

“Tersangka mengakui semua pencurian yang dilakukan,” ungkapnya.

Tiga TKP pencurian tersebut, di SMKN 5 Negara, di Kecamatan Pekutatan. Tersangka masuk ke ruang tamu sekolah dan mengambil satu unit tablet. Karena sekolah libur, tersangka dengan leluasa sempat hendak membuka brangkas dengan menggunakan dua buah linggis, obeng dan gunting.

Tersangka mengakui telah melakukan pencurian di sekretariat kwarcab Pramuka Jembrana satu unit kamera DSLR, uang tunai Rp 50 ribu, satu dus mie instan, satu buah kapak dan satu buah pisau. Bahkan mengaku sempat makan mie yang dimasak di dapur dalam sekretariat. Serta pencurian motor salah satu rumah warga Lingkungan Satria, Kelurahan Pendem.

Baca Juga:  Bikin Malu, Bule Cewek Penampar Petugas Imigrasi "Hilang" Jelang Vonis

Saat melakukan aksinya, tersangka ditemani rekan pencurinya berinisial L dengan mudah mencuri motor yang parkir di halaman rumah karena kunci motor ada di dashboard sebelah kanan.

“Semua barang bukti pencurian yang dilakukan tersangka sudah diserahkan juga oleh penyidik,” imbuhnya.

Delfi juga sempat mengintrogasi mengenai kaburnya Gilang dari rutan Polres Jembrana. Gilang mengaku kabur pada hari Minggu (16/1) sekitar pukul 9.30 WITA, saat diberi waktu olahraga setelah selesai sarapan.

Namun menurut Gilang, otak yang merencanakan kabur adalah Fendi Saputra, pengamen badut yang tersangka pencurian dengan kekerasan.

“Gilang nyebut, otaknya Fendi itu,” ujarnya.

Gilang juga mengaku juga ada keinginan untuk kabur, tetapi karena sudah yakin tidak bisa lolos dari Bali mengurungkan niatnya. Karena ada kesempatan kabur melalui plafon rutan Polres, akhirnya kabur bersama Fendi Saputra dan Ahmad Rozianto.

Baca Juga:  Kurangi Penggunaan Senpi, Polres Badung Tingkatkan Teknik Bela Diri

Hingga akhirnya, ketiganya ditangkap. Fendi Saputra dan Ahmad Rozianto ditangkap lebih dulu pada hari yang sama saat kabur dan Gilang ditangkap di Klungkung setelah beberapa hari kabur.

Di samping itu, kata Delfi, Gilang juga mengungkapkan bahwa awalnya Fendi Saputra mengajak Gilang untuk merencanakan kabur saat sudah di dalam rutan kelas II B Negara. Menurut Gilang, Fendi mengajak karena Gilang sudah pernah ditahan di rutan kelas II B Negara, sehingga sudah lebih tahu seluk beluknya dan bisa lebih mudahkan cara untuk kabur.

Sementara itu, mengenai berkas tersangka Fendi Saputra dan Ahmad Rozianto, Kejari Jembrana sudah menerima berkas tahap pertama. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan berkas. Jika sudah dinyatakan lengkap atau P21, maka akan meminta penyidik untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti atau tahap dua ke Kejari Jembrana. 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/