alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Memanas! Dilaporkan Nasabah ke OJK, BPR Lestari Bali Warning Balik

DENPASAR – Setelah beberapa waktu lalu sempat diadukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan DPRD Badung oleh nasabah dan mantan nasabahnya, BPR Lestari Bali akhirnya angkat suara. Melalui tim hukumnya, BPR Lestari menyangkal fakta-fakta yang diuraikan para nasabah yang melapor.

 

“Fakta-fakta yang disampaikan para pelapor dalam pengaduan dan pelaporan tidak benar dan tidak sesuai fakta yang sebenarnya,” tegas J Robert Khuana, koordiantor tim hukum BPR Lestari dalam siaran persnya kemarin (25/1).

 

Robert didampingi pengacara kawakan lainnya Warsa T. Bhuwana dan I Ketut Ngastawa. Robert melanjutkan, BPR Lestari senantiasa berpegang teguh pada iktikad baik dalam penyelesaian masalah dengan mengindahkan kewajiban masing-masing.

 

Kata Robert, BPR Lestari secara resmi telah mengundang sejumlah nasabah yang merupakan debitur untuk membahas masalah yang dihadapi.

 

“Kami juga masih membuka kesempatan seluas-luasnya kepada sejumlah debitur untuk duduk bersama, dan mencari jalan keluar terbaik untuk kepentingan bersama,” tukas pria berkacamata itu.  

 

Robert juga menyayangkan adanya pemberitaan yang cenderung mendiskreditkan BPR Lestari Bali. Selama ini tidak pernah ada klarifikasi dan konfirmasi kepada pihaknya.

Baca Juga:  Komit #MakeanImpact, BPR Lestari Group Distribusikan 8 Ton Beras

 

“Berita yang berkembang faktanya diputarbalikan,” cetus pengacara yang kerap menangani kasus narkoba dengan terdakwa WNA itu.

 

Robert mengungkapkan, dalam pengaduan debitur ke OJK, pihak debitur mengeluhkan model pembayaran kredit yang mereka ambil.

 

Pihak BPR kemudian menawarkan kredit tambahan atau top up kredit yang kemudian digunakan untuk membayar kredit sebelumnya. Pola top up ini lazim digunakan pihak perbankan.

 

Kredit tambahan itu pun disebut-sebut tak bisa ditarik untuk keperluan lain. Hal lain yang dilaporkan adalah mengenai mekanisme lelang yang dianggap kurang terbuka dan tidak tahu persis nilainya.

 

Terkait hal itu, Robert menyebut sebagian debitur menggunakannya untuk membayar utang agar tidak dilakukan lelang jaminan.

 

“Tapi tidak benar kalau disebut ditahan oleh pihak bank. Kami memiliki bukti, ada juga debitur yang menariknya,” kata Ngastawa.

 

Menurut Ngastawa, pihak Bank malah memberi kelonggaran pada debitur. BPR Lestari tidak serta merta melelang meskipun sudah tiga kali telambat bayar. Bahkan bank memberikan kelonggaran hingga 20 kali untuk tidak membayar.

Baca Juga:  PNS Bawa Sabu-sabu Diberhentikan Sementara, Gaji tetap Dapat 50 Persen

 

“Padahal, dalam perjanjian, jika tiga kali berturut-turut tidak membayar bank berhak melelang. Tapi, itu tidak kami lakukan,” cetusnya.

 

Robert dkk memastikan kondisi BPR Lestari saat ini sehat dan tidak terdampak pandemi Covid-19. BPR Lestari juga selalu dalam pengawasan dan pemeriksaan periodik oleh OJK.

 

Berdasar hasil penilaian OJK, bahwa saat ini BPR di Bali menunjukkan perbaikan kinerja. BPR Lestari tetap berupaya melakukan pendekatan secara kekeluargaan.

 

Dengan nada meninggi, Robert memberikan warning terhadap pihak-pihak yang mendiskreditkan BPR Lestari.

 

“Kami minta pihak-pihak jangan mendiskreditkan BPR Lestari tanpa bukti konkret. Kami ingin mengingatkan segala sesuatu yang mendeskreditkan memiliki implikasi hukum,” seru Robert. 

 

Ditanya implikasi hukum apa yang dimaksud, Robert menyebut bisa masuk pencemaran nama baik atau tuduhan palsu. Pihaknya akan mengkaji berbagai implikasi hukum dari waktu ke waktu.

 

“Sekali lagi, kami selaku membuka diri bagi nasabah. Silakan hubungi bank jika ada masalah,” pungkasnya.


DENPASAR – Setelah beberapa waktu lalu sempat diadukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan DPRD Badung oleh nasabah dan mantan nasabahnya, BPR Lestari Bali akhirnya angkat suara. Melalui tim hukumnya, BPR Lestari menyangkal fakta-fakta yang diuraikan para nasabah yang melapor.

 

“Fakta-fakta yang disampaikan para pelapor dalam pengaduan dan pelaporan tidak benar dan tidak sesuai fakta yang sebenarnya,” tegas J Robert Khuana, koordiantor tim hukum BPR Lestari dalam siaran persnya kemarin (25/1).

 

Robert didampingi pengacara kawakan lainnya Warsa T. Bhuwana dan I Ketut Ngastawa. Robert melanjutkan, BPR Lestari senantiasa berpegang teguh pada iktikad baik dalam penyelesaian masalah dengan mengindahkan kewajiban masing-masing.

 

Kata Robert, BPR Lestari secara resmi telah mengundang sejumlah nasabah yang merupakan debitur untuk membahas masalah yang dihadapi.

 

“Kami juga masih membuka kesempatan seluas-luasnya kepada sejumlah debitur untuk duduk bersama, dan mencari jalan keluar terbaik untuk kepentingan bersama,” tukas pria berkacamata itu.  

 

Robert juga menyayangkan adanya pemberitaan yang cenderung mendiskreditkan BPR Lestari Bali. Selama ini tidak pernah ada klarifikasi dan konfirmasi kepada pihaknya.

Baca Juga:  Kisruh Internal Diskotik Sky Garden, Begini Respons DPRD Badung

 

“Berita yang berkembang faktanya diputarbalikan,” cetus pengacara yang kerap menangani kasus narkoba dengan terdakwa WNA itu.

 

Robert mengungkapkan, dalam pengaduan debitur ke OJK, pihak debitur mengeluhkan model pembayaran kredit yang mereka ambil.

 

Pihak BPR kemudian menawarkan kredit tambahan atau top up kredit yang kemudian digunakan untuk membayar kredit sebelumnya. Pola top up ini lazim digunakan pihak perbankan.

 

Kredit tambahan itu pun disebut-sebut tak bisa ditarik untuk keperluan lain. Hal lain yang dilaporkan adalah mengenai mekanisme lelang yang dianggap kurang terbuka dan tidak tahu persis nilainya.

 

Terkait hal itu, Robert menyebut sebagian debitur menggunakannya untuk membayar utang agar tidak dilakukan lelang jaminan.

 

“Tapi tidak benar kalau disebut ditahan oleh pihak bank. Kami memiliki bukti, ada juga debitur yang menariknya,” kata Ngastawa.

 

Menurut Ngastawa, pihak Bank malah memberi kelonggaran pada debitur. BPR Lestari tidak serta merta melelang meskipun sudah tiga kali telambat bayar. Bahkan bank memberikan kelonggaran hingga 20 kali untuk tidak membayar.

Baca Juga:  KLIR! ORI Bali: Hak Karyawan Sky Garden Tanggungjawab Manajemen Baru

 

“Padahal, dalam perjanjian, jika tiga kali berturut-turut tidak membayar bank berhak melelang. Tapi, itu tidak kami lakukan,” cetusnya.

 

Robert dkk memastikan kondisi BPR Lestari saat ini sehat dan tidak terdampak pandemi Covid-19. BPR Lestari juga selalu dalam pengawasan dan pemeriksaan periodik oleh OJK.

 

Berdasar hasil penilaian OJK, bahwa saat ini BPR di Bali menunjukkan perbaikan kinerja. BPR Lestari tetap berupaya melakukan pendekatan secara kekeluargaan.

 

Dengan nada meninggi, Robert memberikan warning terhadap pihak-pihak yang mendiskreditkan BPR Lestari.

 

“Kami minta pihak-pihak jangan mendiskreditkan BPR Lestari tanpa bukti konkret. Kami ingin mengingatkan segala sesuatu yang mendeskreditkan memiliki implikasi hukum,” seru Robert. 

 

Ditanya implikasi hukum apa yang dimaksud, Robert menyebut bisa masuk pencemaran nama baik atau tuduhan palsu. Pihaknya akan mengkaji berbagai implikasi hukum dari waktu ke waktu.

 

“Sekali lagi, kami selaku membuka diri bagi nasabah. Silakan hubungi bank jika ada masalah,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/