alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Wanta dan Istrinya Punya Hubungan Saudara, Ayah Serahkan ke Polisi

GIANYAR – Aksi barbar yang lakukan Nengah Wanta terhadap istrinya, Ni Kadek Setyawati, 29, mendapat tanggapan ayah korban, Nengah Buda. Pria asal Banjar Buayang, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung itu menyatakan antara putrinya dengan pelaku atau menantunya itu masih ada hubungan keluarga.

 

“Saya tidak tahu apa masalahnya, saya ditelepon, pas saya mau tidur, disuruh kesini (ke rumah sakit, red),” ujarnya. 

 

Buda mengaku tidak tahu permasalahan antara putrinya dengan pelaku yang merupakan menantunya.

 

“Pelaku itu anak dari kakak saya. Untuk masalah ini saya tidak tahu, saya kan di Klungkung, dia disini (Batubulan), apalagi saya jarang ketemu,” imbuhnya.

- Advertisement -

 

 

Menurutnya, peristiwa itu telah melewati batas. Apalagi membuat anaknya mengalami banyak luka tusukan.

 

“Jadi terserah pihak kepolisian. Pokoknya saya ndak bisa membantu masalah ini,” pungkasnya.

Baca Juga:  Beli Sabu via Online, Pedagang Online Diganjar 4,5 Tahun Penjara

 

 

Diketahui, selain menusuk istrinya, Kadek Setyawati sebanyak 32 kali tusukan, Wanta juga membacok Jupriadi, teman istrinya hingga tewas. Peristiwa pembacokan itu sendiri berlangsung Senin (24/1) pukul 19.00.

 

Saat itu Nengah Wanta datang ke counter pulsa Setia Cell, milik istrinya di Jalan Pasekan Nomor 16 Banjar Kapal, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar.  Saat datang, pelaku sudah membawa sabit yang diselipkan di celana belakang dan menyelipkan pisau belati di saku celana.

 

Di counter itu, pelaku Nengah Wanta melihat istrinya bercakap-cakap dengan korban Jupriadi. Pelaku sejak lama menduga istrinya dengan Jupriadi berselingkuh.

 

Pelaku Wanta kemudian mendekati Jupriadi. Saat didekati, Jupriadi jongkok untuk menghidupkan rokok. Pelaku langsung teriak.

 

“Bangsat kamu, menyelingkuhi istri saya,” teriak Wanta. 

 

Baca Juga:  Lima Fakta Kematian Mahayoni Ditangan Suami, Fakta Ketiga Mengejutkan

Saat itu juga, pelaku langsung membacok punggung korban sebanyak dua kali sampai mata sabit terlepas dari gagangnya. Atas bacokan yang dialami, Jupriadi berusaha menyelamatkan diri ke arah sawah yang ada di selatan dengan posisi mata sabit masih tertancap di punggung.

 

Jupriadi dilarikan ke RS Ganesha, Desa Celuk, Kecamatan Sukawati. Pada Selasa (25/1) pukul 00.05 korban Jupriadi dinyatakan meninggal dunia.

 

Setelah membacok Jupriadi, pelaku menusuk istrinya, Kadek Setyawati sebanyak 32 kali tusukan. Sebelum penusukan dilakukan, dia sempat menghardik istrinya.

 

“Nyai selingkuh buin, ngaku sing, lamen sing lakar matiang (Kamu selingkuh lagi, mengaku tidak, kalau tidak mengaku akan saya bunuh),” teriak Wanta kepada istrinya.

 

Warga pun datang melerai kemudian membawa Kadek Setyawati ke RS Premagana di Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

 

- Advertisement -

GIANYAR – Aksi barbar yang lakukan Nengah Wanta terhadap istrinya, Ni Kadek Setyawati, 29, mendapat tanggapan ayah korban, Nengah Buda. Pria asal Banjar Buayang, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung itu menyatakan antara putrinya dengan pelaku atau menantunya itu masih ada hubungan keluarga.

 

“Saya tidak tahu apa masalahnya, saya ditelepon, pas saya mau tidur, disuruh kesini (ke rumah sakit, red),” ujarnya. 

 

Buda mengaku tidak tahu permasalahan antara putrinya dengan pelaku yang merupakan menantunya.

 

“Pelaku itu anak dari kakak saya. Untuk masalah ini saya tidak tahu, saya kan di Klungkung, dia disini (Batubulan), apalagi saya jarang ketemu,” imbuhnya.

 

 

Menurutnya, peristiwa itu telah melewati batas. Apalagi membuat anaknya mengalami banyak luka tusukan.

 

“Jadi terserah pihak kepolisian. Pokoknya saya ndak bisa membantu masalah ini,” pungkasnya.

Baca Juga:  Durhaka! Pembunuh Istri Juga Sempat Aniaya Ayah Kandung Sebelum Kabur

 

 

Diketahui, selain menusuk istrinya, Kadek Setyawati sebanyak 32 kali tusukan, Wanta juga membacok Jupriadi, teman istrinya hingga tewas. Peristiwa pembacokan itu sendiri berlangsung Senin (24/1) pukul 19.00.

 

Saat itu Nengah Wanta datang ke counter pulsa Setia Cell, milik istrinya di Jalan Pasekan Nomor 16 Banjar Kapal, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar.  Saat datang, pelaku sudah membawa sabit yang diselipkan di celana belakang dan menyelipkan pisau belati di saku celana.

 

Di counter itu, pelaku Nengah Wanta melihat istrinya bercakap-cakap dengan korban Jupriadi. Pelaku sejak lama menduga istrinya dengan Jupriadi berselingkuh.

 

Pelaku Wanta kemudian mendekati Jupriadi. Saat didekati, Jupriadi jongkok untuk menghidupkan rokok. Pelaku langsung teriak.

 

“Bangsat kamu, menyelingkuhi istri saya,” teriak Wanta. 

 

Baca Juga:  Terbukti Gunakan Jasa Para Tersangka, Polisi juga Tindak Pihak Finance

Saat itu juga, pelaku langsung membacok punggung korban sebanyak dua kali sampai mata sabit terlepas dari gagangnya. Atas bacokan yang dialami, Jupriadi berusaha menyelamatkan diri ke arah sawah yang ada di selatan dengan posisi mata sabit masih tertancap di punggung.

 

Jupriadi dilarikan ke RS Ganesha, Desa Celuk, Kecamatan Sukawati. Pada Selasa (25/1) pukul 00.05 korban Jupriadi dinyatakan meninggal dunia.

 

Setelah membacok Jupriadi, pelaku menusuk istrinya, Kadek Setyawati sebanyak 32 kali tusukan. Sebelum penusukan dilakukan, dia sempat menghardik istrinya.

 

“Nyai selingkuh buin, ngaku sing, lamen sing lakar matiang (Kamu selingkuh lagi, mengaku tidak, kalau tidak mengaku akan saya bunuh),” teriak Wanta kepada istrinya.

 

Warga pun datang melerai kemudian membawa Kadek Setyawati ke RS Premagana di Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/