alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Iseng Tanam Ganja, Pelatih Diving di Bali Asal Jakarta Dibui 10 Tahun

DENPASAR-Lagi-lagi berdalih iseng karena sepi aktivitas saat pandemi, seorang pelatih diving, Giovanni Biondi harus meringkuk di dalam bui sangat lama.

Bahkan gara-gara perbuatannya, pria berusia 30 tahun ini diganjar hukuman penjara selama 10 tahun.

Seperti terungkap saat sidang pembacaan amar putusan atau vonis secara daring dengan Ketua Majelis Hakim Angeliky Handajani Day.

“Menjatuhkan pidana penjara selama sepuluh tahun dan denda Rp 1 miliar. Jika tidak bisa membayar diganti pidana penjara selama tiga bulan,” tegas hakim Angeliky Handajani Day.

Diuraikan, vonis satu dekade yang dijatuhkan bagi pria asal Jakarta, ini karena majelis hakim menilai, terdakwa terbukti melanggar Pasal 111 ayat (2) UU Narkotika. Pria asal Jakarta itu menanam pohon ganja dan menyimpan ganja seberat 1, 7 kilogram. 

 

Atas vonis hakim yang lebih ringan 5 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum I Wayan Maret, dimana sebelumnya JPU menuntut terdakwa dengan hukuman pidana selama 15 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara, baik terdakwa Giovanni yang didampingi Kuasa Hukumnya Aji Silaban maupun JPU sama-sama menyatakan menerima putusan.

Seperti terungkap dalam surat dakwaan, bergulirnya kasus ini berawal dari penangakapan Giovanni oleh anggota Ditnarkoba Polda Bali, pada tanggal 13 Oktober 2020, sekitar pukul 19.00 di Banjar Anyar Kelod, Desa Kerobokan, Kuta Utara, Badung.

Dalam penangkapan tanpa perlawanan itu, polisi menemukan satu plastik klip berisi ganja seberat 3,70 gram.

Terdakwa juga mengaku masih menyimpan ganja di tempat tinggalnya di Kamar Pondok Nini Ubud, Jalan Gunung San Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar.

Polisi kemudian mendatangi lokasi tersebut dan kembali menemukan 7 paket ganja dan 9 pot plastik masing-masing berisi batang tanaman ganja. 

.

Total dati penangakapan terdakwa, polisi mengamankan narkotika jenis ganja seberat 1,7 kilogram dan 9 pot berisi batang tanaman ganja.

Selanjutnya usai ditangkap dan diinterogasi, terdakwa berdalih membeli ganja sebanyak itu untuk stok jangka panjang karena dalam suasana pandemi. 

Selain itu, terdakwa juga mengaku jika pendapatannya sebagai pelatih diving sepi selama pandemi.

Ganja dibeli terdakwa dengan harga Rp 10 juta.

Pria kelahiran Jakarta, 2 Januari 1990 itu mengaku ganja untuk dipakai sendiri. Sedangkan ganja yang ditanam di dalam pot, terdakwa mengaku iseng.



DENPASAR-Lagi-lagi berdalih iseng karena sepi aktivitas saat pandemi, seorang pelatih diving, Giovanni Biondi harus meringkuk di dalam bui sangat lama.

Bahkan gara-gara perbuatannya, pria berusia 30 tahun ini diganjar hukuman penjara selama 10 tahun.

Seperti terungkap saat sidang pembacaan amar putusan atau vonis secara daring dengan Ketua Majelis Hakim Angeliky Handajani Day.

“Menjatuhkan pidana penjara selama sepuluh tahun dan denda Rp 1 miliar. Jika tidak bisa membayar diganti pidana penjara selama tiga bulan,” tegas hakim Angeliky Handajani Day.

Diuraikan, vonis satu dekade yang dijatuhkan bagi pria asal Jakarta, ini karena majelis hakim menilai, terdakwa terbukti melanggar Pasal 111 ayat (2) UU Narkotika. Pria asal Jakarta itu menanam pohon ganja dan menyimpan ganja seberat 1, 7 kilogram. 

 

Atas vonis hakim yang lebih ringan 5 tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum I Wayan Maret, dimana sebelumnya JPU menuntut terdakwa dengan hukuman pidana selama 15 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara, baik terdakwa Giovanni yang didampingi Kuasa Hukumnya Aji Silaban maupun JPU sama-sama menyatakan menerima putusan.

Seperti terungkap dalam surat dakwaan, bergulirnya kasus ini berawal dari penangakapan Giovanni oleh anggota Ditnarkoba Polda Bali, pada tanggal 13 Oktober 2020, sekitar pukul 19.00 di Banjar Anyar Kelod, Desa Kerobokan, Kuta Utara, Badung.

Dalam penangkapan tanpa perlawanan itu, polisi menemukan satu plastik klip berisi ganja seberat 3,70 gram.

Terdakwa juga mengaku masih menyimpan ganja di tempat tinggalnya di Kamar Pondok Nini Ubud, Jalan Gunung San Banjar Ambengan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar.

Polisi kemudian mendatangi lokasi tersebut dan kembali menemukan 7 paket ganja dan 9 pot plastik masing-masing berisi batang tanaman ganja. 

.

Total dati penangakapan terdakwa, polisi mengamankan narkotika jenis ganja seberat 1,7 kilogram dan 9 pot berisi batang tanaman ganja.

Selanjutnya usai ditangkap dan diinterogasi, terdakwa berdalih membeli ganja sebanyak itu untuk stok jangka panjang karena dalam suasana pandemi. 

Selain itu, terdakwa juga mengaku jika pendapatannya sebagai pelatih diving sepi selama pandemi.

Ganja dibeli terdakwa dengan harga Rp 10 juta.

Pria kelahiran Jakarta, 2 Januari 1990 itu mengaku ganja untuk dipakai sendiri. Sedangkan ganja yang ditanam di dalam pot, terdakwa mengaku iseng.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/