alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Terungkap, Tersangka Palu Kepala Korban Berkali-kali Hingga Tewas

Polisi akhirnya melakukan rekonstruksi terkait kasus pembunuhan yang terjadi di Banjar Dinas Munduk, Desa Banjar, Kecamatan Banjar.

Rekonstruksi itu dilakukan di Aula Mapolsek Banjar, pada Jumat pagi (26/2).

Polisi sengaja menggelar rekonstruksi di Mapolsek Banjar dengan berbagai pertimbangan. Pihak keluarga korban menyatakan masih trauma dengan peristiwa tersebut.

Sehingga meminta polisi melakukan rekonstruksi di tempat lain.

Lalu seperti apa proses adegan reka ulang dari kasus ini?

 

EKA PRASETYA, Banjar

 

WAJAH garang terlihat saat Tersangka Ida Kade Suarsana alias Ida Lempog memperagakan adegan demi adegan.

Mengenakan pakaian tahanan baju oranye, pria berkumis dan sedikit berjenggot itu juga tampak lancer saat meperagakan ulang adegan sadis menghabisi nyawa korban Kadek Sutarjana, 49.

Saat rekonstruksi di Aula Polsek Banjar, awalnya penyidik kepolisian hanya merancang 17 adegan.

Namun saat reka ulang berlangsung, muncul fakta-fakta baru dalam proses rekonstruksi. Sehingga reka ulang berkembang menjadi 19 adegan.

Fakta baru itu ditemukan pada adegan ke-13 dan adegan ke-14. Dalam adegan tersebut, terungkap bahwa tersangka Ida Kade Suardana alias Ida Lempog, 39, nekat menghabisi nyawa korban Kadek Sutarjana, 48, dengan cara melayangkan palu (alu atau antam penumbuk padi) ke kepala korban.

Tersangka juga memukul kepala korban bertubi-tubi. Tersangka sendiri mengaku tak ingat berapa kali memukul kepala korban, karena sudah gelap mata.

Dalam rekonstruksi itu juga terungkap bahwa awalnya antara tersangka dan korban sempat adu mulut.

Belakangan korban sempat melayangkan alu ke arah kepala dan kaki tersangka. Namun tidak sampai melukai tersangka.

Tersangka Ida Lempog lantas menyapu kaki korban, hingga korban terjungal. Alu itu pun terlepas dari genggaman tangan korban.

“Jadi setelah korban jatuh terlentang, baru dipukul kepalanya. Saat korban jatuh, tersangka ini langsung berpindah posisi ke atas kepala korban dan memukul kepala korban berkali-kali. Tersangka ini juga sempat diam di TKP untuk memastikan bahwa korban benar-benar meninggal, baru pergi dari TKP,” jelas Agus Dwi.

Selanjutnya dari fakta yang terungkap, polisi memutuskan menjerat tersangka dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia dengan ancaman hukuman  7 tahun penjara.

Seperti diketahui, warga Banjar Dinas Munduk, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, Senin lalu (8/2) sempat dihebohkan dengan kasus pembunuhan.

Kadek Sutarjana, warga Dinas Munduk ini ditemukan dalam kondisi meregang dengan kondisi luka parah di kepalanya.

Korban tewas usai dianiaya Ida kade Suarsana alias Ida Lempog warga Desa Joanyar, Seririt, Buleleng, saat mereka sedang menggelar pesta miras.

Tragisnya, aksi pembunuhan itu dilakukan di depan Widani istri korban.

Usai menghabisi nyawa korban, tersangka lalu kabur dan bersembunti di sebuah rumah kosong di wilayah Desa Sulanyah, Seririt. Namun tak berselang lama, polisi akhirnya berhasil membekuk tersangka yang saat itu masih dalam pengaruh minuman beralkohol.



Polisi akhirnya melakukan rekonstruksi terkait kasus pembunuhan yang terjadi di Banjar Dinas Munduk, Desa Banjar, Kecamatan Banjar.

Rekonstruksi itu dilakukan di Aula Mapolsek Banjar, pada Jumat pagi (26/2).

Polisi sengaja menggelar rekonstruksi di Mapolsek Banjar dengan berbagai pertimbangan. Pihak keluarga korban menyatakan masih trauma dengan peristiwa tersebut.

Sehingga meminta polisi melakukan rekonstruksi di tempat lain.

Lalu seperti apa proses adegan reka ulang dari kasus ini?

 

EKA PRASETYA, Banjar

 

WAJAH garang terlihat saat Tersangka Ida Kade Suarsana alias Ida Lempog memperagakan adegan demi adegan.

Mengenakan pakaian tahanan baju oranye, pria berkumis dan sedikit berjenggot itu juga tampak lancer saat meperagakan ulang adegan sadis menghabisi nyawa korban Kadek Sutarjana, 49.

Saat rekonstruksi di Aula Polsek Banjar, awalnya penyidik kepolisian hanya merancang 17 adegan.

Namun saat reka ulang berlangsung, muncul fakta-fakta baru dalam proses rekonstruksi. Sehingga reka ulang berkembang menjadi 19 adegan.

Fakta baru itu ditemukan pada adegan ke-13 dan adegan ke-14. Dalam adegan tersebut, terungkap bahwa tersangka Ida Kade Suardana alias Ida Lempog, 39, nekat menghabisi nyawa korban Kadek Sutarjana, 48, dengan cara melayangkan palu (alu atau antam penumbuk padi) ke kepala korban.

Tersangka juga memukul kepala korban bertubi-tubi. Tersangka sendiri mengaku tak ingat berapa kali memukul kepala korban, karena sudah gelap mata.

Dalam rekonstruksi itu juga terungkap bahwa awalnya antara tersangka dan korban sempat adu mulut.

Belakangan korban sempat melayangkan alu ke arah kepala dan kaki tersangka. Namun tidak sampai melukai tersangka.

Tersangka Ida Lempog lantas menyapu kaki korban, hingga korban terjungal. Alu itu pun terlepas dari genggaman tangan korban.

“Jadi setelah korban jatuh terlentang, baru dipukul kepalanya. Saat korban jatuh, tersangka ini langsung berpindah posisi ke atas kepala korban dan memukul kepala korban berkali-kali. Tersangka ini juga sempat diam di TKP untuk memastikan bahwa korban benar-benar meninggal, baru pergi dari TKP,” jelas Agus Dwi.

Selanjutnya dari fakta yang terungkap, polisi memutuskan menjerat tersangka dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia dengan ancaman hukuman  7 tahun penjara.

Seperti diketahui, warga Banjar Dinas Munduk, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, Senin lalu (8/2) sempat dihebohkan dengan kasus pembunuhan.

Kadek Sutarjana, warga Dinas Munduk ini ditemukan dalam kondisi meregang dengan kondisi luka parah di kepalanya.

Korban tewas usai dianiaya Ida kade Suarsana alias Ida Lempog warga Desa Joanyar, Seririt, Buleleng, saat mereka sedang menggelar pesta miras.

Tragisnya, aksi pembunuhan itu dilakukan di depan Widani istri korban.

Usai menghabisi nyawa korban, tersangka lalu kabur dan bersembunti di sebuah rumah kosong di wilayah Desa Sulanyah, Seririt. Namun tak berselang lama, polisi akhirnya berhasil membekuk tersangka yang saat itu masih dalam pengaruh minuman beralkohol.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/