alexametrics
26.7 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Joging saat Nyepi, Bule Amerika Dirantai Pecalang Desa Adat Kampial

KUTA SELATAN – Seorang bule asal Amerika Serikat diamankan pecalang Desa Adat Kampial, Kuta Selatan, Rabu (25/3) kemarin.

Bagaimana tidak, pria berkacamata yang tidak diketahui identitasnya itu malah keluar dari villa tempat dia menginap saat umat Hindu Bali tengah menjalani Hari Raya Nyepi.

Kepada pecalang, bule itu menyatakan hendak joging pagi. Walhasil dia diamankan oleh pecalang yang sedang berjaga. Foto dirinya dirantai pun viral di media sosial.

Kapolsek Kuta Selatan AKP Yusak Agustinus Sooai mengatakan, bule tersebut diketahui menginap di Umi Mai Villa, Jimbaran, Kuta Selatan.

Rabu (25/3) pagi, bule itu keluar dari villa tempatnya menginap untuk joging. Dia sempat dilarang oleh petugas villa untuk tidak keluar karena sedang Nyepi. 

Baca Juga:  OMG! Tak Terlihat Sejak Nyepi, Guru Ngaji Asal Bangli Tewas Membusuk

“Tapi, bule ini ngeyel. Dia tidak menghiraukan larangan pihak villa. Padahal, sudah dikasih tahu kalau Nyepi, orang tidak boleh keluar rumah. Apalagi sampai pergi joging,” terang AKP Yusak saat dikonfirmasi Kamis (26/3) sore.

Ternyata benar saja, di tengah perjalanan dia bertemu dengan kelompok pecalang yang sedang berjaga. Saat itu, pecalang Desa Adat Kampial sudah berusah memberi penjelasan.

Si bule disuruh kembali ke villa. Namun, bule itu tetap ngotot ingin joging. Karena masih membandel, si bule kemudian dirantai oleh pecalang.

“Dia masih ngotot juga dengan pecalang. Padahal sudah disuruh kembali ke vila dan dijelaskan bahwa kalau Nyepi orang tidak boleh kemana-mana.

Saat itu, anggota kami diberitahu pecalang untuk mengamankannya. Sesampainya anggota kami di sana, rantainya sudah dilepas,” tambah AKP Yusak.

Baca Juga:  Kehabisan Stok, Bule Spanyol Curi Makanan di Supermarket di Seminyak

Saat diamankan ke Polsek Kuta Selatan, dia masih terus ngotot. Dia masih mempertanyakan kenapa dia dilarang keluar dari villanya.

Saat ditanya, bule itu mengaku baru pertama kali ke Bali. “Orangnya sangat tidak mau mengerti. Kami pun susah menjelaskannya lagi. Sehingga kami antar kembali dia ke vilanya,” tandasnya.

 

 



KUTA SELATAN – Seorang bule asal Amerika Serikat diamankan pecalang Desa Adat Kampial, Kuta Selatan, Rabu (25/3) kemarin.

Bagaimana tidak, pria berkacamata yang tidak diketahui identitasnya itu malah keluar dari villa tempat dia menginap saat umat Hindu Bali tengah menjalani Hari Raya Nyepi.

Kepada pecalang, bule itu menyatakan hendak joging pagi. Walhasil dia diamankan oleh pecalang yang sedang berjaga. Foto dirinya dirantai pun viral di media sosial.

Kapolsek Kuta Selatan AKP Yusak Agustinus Sooai mengatakan, bule tersebut diketahui menginap di Umi Mai Villa, Jimbaran, Kuta Selatan.

Rabu (25/3) pagi, bule itu keluar dari villa tempatnya menginap untuk joging. Dia sempat dilarang oleh petugas villa untuk tidak keluar karena sedang Nyepi. 

Baca Juga:  Miris, Begini Kesaksian Yuliana Temukan Bayi Bule yang Dibuang Ibunya…

“Tapi, bule ini ngeyel. Dia tidak menghiraukan larangan pihak villa. Padahal, sudah dikasih tahu kalau Nyepi, orang tidak boleh keluar rumah. Apalagi sampai pergi joging,” terang AKP Yusak saat dikonfirmasi Kamis (26/3) sore.

Ternyata benar saja, di tengah perjalanan dia bertemu dengan kelompok pecalang yang sedang berjaga. Saat itu, pecalang Desa Adat Kampial sudah berusah memberi penjelasan.

Si bule disuruh kembali ke villa. Namun, bule itu tetap ngotot ingin joging. Karena masih membandel, si bule kemudian dirantai oleh pecalang.

“Dia masih ngotot juga dengan pecalang. Padahal sudah disuruh kembali ke vila dan dijelaskan bahwa kalau Nyepi orang tidak boleh kemana-mana.

Saat itu, anggota kami diberitahu pecalang untuk mengamankannya. Sesampainya anggota kami di sana, rantainya sudah dilepas,” tambah AKP Yusak.

Baca Juga:  Temukan Kondom dan Bong, Kalapas Janji Perketat Pintu Masuk Barang

Saat diamankan ke Polsek Kuta Selatan, dia masih terus ngotot. Dia masih mempertanyakan kenapa dia dilarang keluar dari villanya.

Saat ditanya, bule itu mengaku baru pertama kali ke Bali. “Orangnya sangat tidak mau mengerti. Kami pun susah menjelaskannya lagi. Sehingga kami antar kembali dia ke vilanya,” tandasnya.

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/