alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Korban Pembobolan Dana Milik Nasabah Bank Mega di Bali Bertambah

DENPASAR– Kasus dugaan pembobolan dana deposito milik nasabah Bank Mega Cabang Gatot Subroto, Denpasar, Bali benar-benar bikin was-was.

Pasalnya, setelah 9 (Sembilan) nasabah mengaku dana deposito yang mereka simpan di bank senilai Rp 33,45 miliar raib.

Kini giliran korban lain menyusul. Dari informasi yang diterima radarbali.id, ada 5 (lima) korban. Mirisnya, kelima korban yang merupakan nasabah Bank Mega Cabang Gatsu Tengah, Denpasar, Bali, ini masih satu keluarga.

Seperti diungkap Suryatin Lijaya,SH selaku kuasa hukum kelima nasabah saat ditemui di kantornya, Jumat (26/3)

 

“Jadi lima orang ini merupakan satu keluarga. Ada anak, menantu dan sebagainya. Mereka menanam dana deposito di Bank Mega, total senilai 23 miliar,” ujar Suryatin Lijaya, SH.

Selanjutnya, dengan bertambahnya lima nasabah terduga korban pembobola. Hal ini menambah deretan panjang kasus hilangnya dana nasabah di Bank Mega Cabang Gatsu Tengah, Denpasar.

Dimana dari sebelumnya, ada sembilang orang nasabah dengan nilai dana sebesar Rp 33,43 miliar raib.

Baca Juga:  Pemkab Badung Menerima Penghargaan sebagai TPID Berprestasi Tahun 2020

Dengan bertambahnya lima korban, maka total korban sementara menjadi 14 orang dengan nilai dana nasabah yang hilang di Bank Mega sebesar Rp 56, 43 miliar.

 “Jadi klien saya ini dapat kabar kalau ada temannya yang saat narik dana deposito, tetapi tidak bisa. Mendengar itu, mereka (lima orang) ini ramai-ramai ke bank untuk mencoba cairkan dana mereka. Namun ternyata juga tidak bisa. Itu di Bulan November 2020 juga,” ujar Suryatin.

Sementara dari hasil konfirmasi kepada pihak Bank Mega, terkait raibnya dana deposito milik kliennya, pihak bank (Bank Mega) kata Suryatin, pihak bank mengatakan, bahwa uang tersebut sudah ditarik oleh nasabah sendiri.

Hal ini tentu membuat geram nasabah. Sebab, menurut kelima nasabah ini, pihaknya mengaku tak pernah menarik dana jenis deposito berjangka tersebut.

 “Saat di bank, petugas bank mengatakan tidak ada lagi dananya. Klien saya kaget. Padahal klien saya tak pernah menarik uangnya sama sekali. Klien saya justru diminta membuat surat pengaduan oleh petugas bank,” ujarnya.

Baca Juga:  Diciduk di Hotel, Polisi Amankan Bandar Narkoba dengan BB Ratusan Juta

Namun, sejak bulan November 2020 hingga Maret 2021 ini, kata Suryatin, surat pengaduan kliennya tersebut tidak ada tindaklanjutnya.

Untuk itulah, Suryatin selaku kuasa hukum dari kelima nasabah mengirimkan surat ke Bank Mega Cabang Gatsu Tengah dan ke Bank Mega di pusat untuk diteruskan ke pihak OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

“Kalau dari Bank Mega sendiri sampai sekarang belum ada tanggapan. Sedangkan dari pihak OJK, mengirimkan surat bahwa surat pengaduan kami sudah diterima dan diteruskan ke Bank Mega. Namun sampai sekarang, tidak ada jawaban kepastian adanya pengembalian uang ke klien kami,” ujarnya.

Selanjutnya, atas ketidakpastian dari pihak Bank Mega, Suryatin menuding bahwa Bank Mega tidak memiliki itikad baik.

“Apa susahnya pihak Bank Mega memanggil nasabah kami? Apakah Bank Mega tidak punya itikad baik untuk menyelesaikan kasus ini? Dan kapan dana klien kami bisa dikembalikan?, itu pointnya yang kami mau,” pungkasnya.


DENPASAR– Kasus dugaan pembobolan dana deposito milik nasabah Bank Mega Cabang Gatot Subroto, Denpasar, Bali benar-benar bikin was-was.

Pasalnya, setelah 9 (Sembilan) nasabah mengaku dana deposito yang mereka simpan di bank senilai Rp 33,45 miliar raib.

Kini giliran korban lain menyusul. Dari informasi yang diterima radarbali.id, ada 5 (lima) korban. Mirisnya, kelima korban yang merupakan nasabah Bank Mega Cabang Gatsu Tengah, Denpasar, Bali, ini masih satu keluarga.

Seperti diungkap Suryatin Lijaya,SH selaku kuasa hukum kelima nasabah saat ditemui di kantornya, Jumat (26/3)

 

“Jadi lima orang ini merupakan satu keluarga. Ada anak, menantu dan sebagainya. Mereka menanam dana deposito di Bank Mega, total senilai 23 miliar,” ujar Suryatin Lijaya, SH.

Selanjutnya, dengan bertambahnya lima nasabah terduga korban pembobola. Hal ini menambah deretan panjang kasus hilangnya dana nasabah di Bank Mega Cabang Gatsu Tengah, Denpasar.

Dimana dari sebelumnya, ada sembilang orang nasabah dengan nilai dana sebesar Rp 33,43 miliar raib.

Baca Juga:  Bank BPD Bali: QRIS Peta Jalan Pengembangan UMKM Indonesia

Dengan bertambahnya lima korban, maka total korban sementara menjadi 14 orang dengan nilai dana nasabah yang hilang di Bank Mega sebesar Rp 56, 43 miliar.

 “Jadi klien saya ini dapat kabar kalau ada temannya yang saat narik dana deposito, tetapi tidak bisa. Mendengar itu, mereka (lima orang) ini ramai-ramai ke bank untuk mencoba cairkan dana mereka. Namun ternyata juga tidak bisa. Itu di Bulan November 2020 juga,” ujar Suryatin.

Sementara dari hasil konfirmasi kepada pihak Bank Mega, terkait raibnya dana deposito milik kliennya, pihak bank (Bank Mega) kata Suryatin, pihak bank mengatakan, bahwa uang tersebut sudah ditarik oleh nasabah sendiri.

Hal ini tentu membuat geram nasabah. Sebab, menurut kelima nasabah ini, pihaknya mengaku tak pernah menarik dana jenis deposito berjangka tersebut.

 “Saat di bank, petugas bank mengatakan tidak ada lagi dananya. Klien saya kaget. Padahal klien saya tak pernah menarik uangnya sama sekali. Klien saya justru diminta membuat surat pengaduan oleh petugas bank,” ujarnya.

Baca Juga:  Lakukan Penistaan Agama, PGN Bali Bakal Laporkan UAS ke Mabes Polri

Namun, sejak bulan November 2020 hingga Maret 2021 ini, kata Suryatin, surat pengaduan kliennya tersebut tidak ada tindaklanjutnya.

Untuk itulah, Suryatin selaku kuasa hukum dari kelima nasabah mengirimkan surat ke Bank Mega Cabang Gatsu Tengah dan ke Bank Mega di pusat untuk diteruskan ke pihak OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

“Kalau dari Bank Mega sendiri sampai sekarang belum ada tanggapan. Sedangkan dari pihak OJK, mengirimkan surat bahwa surat pengaduan kami sudah diterima dan diteruskan ke Bank Mega. Namun sampai sekarang, tidak ada jawaban kepastian adanya pengembalian uang ke klien kami,” ujarnya.

Selanjutnya, atas ketidakpastian dari pihak Bank Mega, Suryatin menuding bahwa Bank Mega tidak memiliki itikad baik.

“Apa susahnya pihak Bank Mega memanggil nasabah kami? Apakah Bank Mega tidak punya itikad baik untuk menyelesaikan kasus ini? Dan kapan dana klien kami bisa dikembalikan?, itu pointnya yang kami mau,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/