alexametrics
28.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Diduga Iptu E yang Aniaya Cewek Grahadi Juga Punya Hubungan Spesial

DENPASAR-Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum anggota Satreskrim Polresta Denpasar berinisial E terhadap salah seorang cewek pemandu lagu Karaoke Grahadi bernama Maya terus viral.

 

Terkait kasus yang mencoreng korp Bhayangkara, ini Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi, saat dikonfirmasi, Rabu (26/5) membenarkan jika kasus itu sudah berakhir damai.

 

Kendati demikian, menurut Kombes Syamsi meski kasusnya sudah berdamai tapi oknum anggota polisi itu tetap diperiksa Propam. 

 

Menurut dia, sejatinya anggota polri dilarang keras berada di tempat hiburan malam selain karena tugas dan dilengkapi surat tugas dari pimpinannya.

 

Sementara itu, dari informasi terbaru, selain diduga saat melakukan penganiayaan dalam kondisi mabuk berat. Iptu E juga disebut-sebut punya hubungan special dengan korban (Maya).

Baca Juga:  Lagi, 20 TSK Narkoba Dibikin Malu di Depan Monumen Perjuangan Rakyat

“Dugaannya begitu. Antara pelaku dengan korban punya hubungan special,”terang sumber.

 

Dugaan kuat adanya hubungan special itu, karena sebelum kejadian, pelaku juga sempat menjeput korban di kosannya di bilangan Denpasar.

 

Sempat memesan minuman bersama dan pindah room, usai pindah room, korban meninggalkan terduga pelaku.

 

Diduga kesal karena ditinggal korban, pelaku yang ketika itu sudah dalam keadaan mabuk sempat mendorong korban hingga jatuh saat berada di parkiran.

 

Selanjutnya, karena kesal didorong pelaku, korban kemudian membanting hanphone miliknya ke arah mobil pelaku.

 

Kemudian, tak terima karena mobilnya dilempar handphone, pelaku kemudian keluar mobil dan menganiaya korban hingga babak belur.

Baca Juga:  Soal Kasus Paedofil, Polda Bali; Kalau Korban Melapor Kami Proses

 

 


DENPASAR-Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum anggota Satreskrim Polresta Denpasar berinisial E terhadap salah seorang cewek pemandu lagu Karaoke Grahadi bernama Maya terus viral.

 

Terkait kasus yang mencoreng korp Bhayangkara, ini Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi, saat dikonfirmasi, Rabu (26/5) membenarkan jika kasus itu sudah berakhir damai.

 

Kendati demikian, menurut Kombes Syamsi meski kasusnya sudah berdamai tapi oknum anggota polisi itu tetap diperiksa Propam. 

 

Menurut dia, sejatinya anggota polri dilarang keras berada di tempat hiburan malam selain karena tugas dan dilengkapi surat tugas dari pimpinannya.

 

Sementara itu, dari informasi terbaru, selain diduga saat melakukan penganiayaan dalam kondisi mabuk berat. Iptu E juga disebut-sebut punya hubungan special dengan korban (Maya).

Baca Juga:  [Heboh] Penghuni Kos Ditemukan Tewas Misterius di Kamar

“Dugaannya begitu. Antara pelaku dengan korban punya hubungan special,”terang sumber.

 

Dugaan kuat adanya hubungan special itu, karena sebelum kejadian, pelaku juga sempat menjeput korban di kosannya di bilangan Denpasar.

 

Sempat memesan minuman bersama dan pindah room, usai pindah room, korban meninggalkan terduga pelaku.

 

Diduga kesal karena ditinggal korban, pelaku yang ketika itu sudah dalam keadaan mabuk sempat mendorong korban hingga jatuh saat berada di parkiran.

 

Selanjutnya, karena kesal didorong pelaku, korban kemudian membanting hanphone miliknya ke arah mobil pelaku.

 

Kemudian, tak terima karena mobilnya dilempar handphone, pelaku kemudian keluar mobil dan menganiaya korban hingga babak belur.

Baca Juga:  Diduga Terdampak Corona, 250 Warga Gianyar Bercerai di Tahun 2020

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/