alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Terungkap, Oknum Polisi yang Aniaya Cewek Grahadi Mabuk Berat

DENPASAR-Maya, seorang pemandu lagu di Karaoke Grahadi Bali Jalan Bypass Ngurah Rai Kuta, Selasa (25/5), menjadi korban penganiayaan oknum polisi.

 

Oknum polisi berinisial Iptu E dan diketahui bertugas sebagai anggota Satuan Reskrim Polresta Denpasar itu diduga menganiaya korban hingga mengalami memar disekujur tubuhnya.

 

Dari informasi yang berhasil dihimpun radarbali.id, selain ditonjok, korban juga ditendang oleh oknum polisi tersebut.

 

“Kejadian sekitar pukul 20.00 WITA.  Itu bermula saat korban dijemput oleh Iptu E (terduga pelaku) di kosannya di Denpasar sore harinya,”ujar sumber. 

- Advertisement -

 

 

Usai dijemput, Maya lalu diantar ke tempat kerjanya sebagai pemancmdu karaoke di Grahadi Bali.

 

Di sana (Karaoke Grahadi), usai mengganti pakaian di ruang ganti, korban lalu masuk ke room B3. Di sana Iptu E sudah menunggu. 

 

Selanjutnya, keduanya (pelaku dan korban) lalu memesan minum berdua sambil berkaraoke.

Baca Juga:  Terungkap, Tiga WN Turki Pembobol ATM Mandiri Bermodal Key Card Hotel

 

“Di room itu, oknum E ini dikabarkan bersama tiga rekannya,” terang sumber, Rabu (26/5).

 

Beberapa waktu kemudian, korban dan pelaku pindah ke room berbeda. Di sana, Maya keluar dari room karena kesal dengan oknum polisi E. 

 

Melihat hal itu, E lalu pergi ke parkiran mobil hendak pulang.

 

Di sana dia melihat Maya. Diduga kesal dengan korban yang sempat keluar dari room karaoke, oknum E yang diduga mabuk berat itu langsung menampar Maya dan mendorongnya hingga jatuh.

 

Usai mendorong Maya, oknum E kembali ke mobilnya. 

 

Melihat hal itu, Maya yang merasa kesal dan malu karena dianiaya di depan rekan-rekannya yang lain pun terpancing emosi.

 

Korban lalu melempar handphone ke arah mobil E.

Baca Juga:  Mimih, Eks Perbekel Takut Corona, Hakim Tipikor Kabulkan Penangguhan

 

Tak terima mobilnya dilempar HP, Iptu E kembali keluar dari mobilnya dan langsung menganiaya Maya dengan menendang dan juga menamparnya. 

 

“Di situ banyak rekan dari Maya dan tamu lain,” imbuh sumber.

 

Melihat pelaku menganiaya korban, Satpam yang melihat hal itu langsung melerai.

 

Tersiar kabar bahwa kasus ini sudah sampai ke Propam Polda Bali. Hanya saja kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan. 

 

Terkait kejadian itu, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi membenarkan jika kasus itu sudah berakhir damai.

Kendati demikian, menurut dia meski kasusnya sudah berdamai tapi oknum anggota polisi itu tetap diperiksa Propam. 

 

Menurut dia, sejatinya anggota polri dilarang keras berada di tempat hiburan malam selain karena tugas dan dilengkapi surat tugas dari pimpinannya.

- Advertisement -

DENPASAR-Maya, seorang pemandu lagu di Karaoke Grahadi Bali Jalan Bypass Ngurah Rai Kuta, Selasa (25/5), menjadi korban penganiayaan oknum polisi.

 

Oknum polisi berinisial Iptu E dan diketahui bertugas sebagai anggota Satuan Reskrim Polresta Denpasar itu diduga menganiaya korban hingga mengalami memar disekujur tubuhnya.

 

Dari informasi yang berhasil dihimpun radarbali.id, selain ditonjok, korban juga ditendang oleh oknum polisi tersebut.

 

“Kejadian sekitar pukul 20.00 WITA.  Itu bermula saat korban dijemput oleh Iptu E (terduga pelaku) di kosannya di Denpasar sore harinya,”ujar sumber. 

 

 

Usai dijemput, Maya lalu diantar ke tempat kerjanya sebagai pemancmdu karaoke di Grahadi Bali.

 

Di sana (Karaoke Grahadi), usai mengganti pakaian di ruang ganti, korban lalu masuk ke room B3. Di sana Iptu E sudah menunggu. 

 

Selanjutnya, keduanya (pelaku dan korban) lalu memesan minum berdua sambil berkaraoke.

Baca Juga:  Terungkap, Tiga WN Turki Pembobol ATM Mandiri Bermodal Key Card Hotel

 

“Di room itu, oknum E ini dikabarkan bersama tiga rekannya,” terang sumber, Rabu (26/5).

 

Beberapa waktu kemudian, korban dan pelaku pindah ke room berbeda. Di sana, Maya keluar dari room karena kesal dengan oknum polisi E. 

 

Melihat hal itu, E lalu pergi ke parkiran mobil hendak pulang.

 

Di sana dia melihat Maya. Diduga kesal dengan korban yang sempat keluar dari room karaoke, oknum E yang diduga mabuk berat itu langsung menampar Maya dan mendorongnya hingga jatuh.

 

Usai mendorong Maya, oknum E kembali ke mobilnya. 

 

Melihat hal itu, Maya yang merasa kesal dan malu karena dianiaya di depan rekan-rekannya yang lain pun terpancing emosi.

 

Korban lalu melempar handphone ke arah mobil E.

Baca Juga:  Konslet di Bagian Pengapian, Mobil Karimun Terbakar di Mambal

 

Tak terima mobilnya dilempar HP, Iptu E kembali keluar dari mobilnya dan langsung menganiaya Maya dengan menendang dan juga menamparnya. 

 

“Di situ banyak rekan dari Maya dan tamu lain,” imbuh sumber.

 

Melihat pelaku menganiaya korban, Satpam yang melihat hal itu langsung melerai.

 

Tersiar kabar bahwa kasus ini sudah sampai ke Propam Polda Bali. Hanya saja kasus itu diselesaikan secara kekeluargaan. 

 

Terkait kejadian itu, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi membenarkan jika kasus itu sudah berakhir damai.

Kendati demikian, menurut dia meski kasusnya sudah berdamai tapi oknum anggota polisi itu tetap diperiksa Propam. 

 

Menurut dia, sejatinya anggota polri dilarang keras berada di tempat hiburan malam selain karena tugas dan dilengkapi surat tugas dari pimpinannya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/