alexametrics
26.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Pencabul Bocah SD di Mengwi Teridentifikasi karena Sempat Difoto Teman Korban

BADUNG – Perbuatan EAP begitu kurang ajar. Lelaki berusia 44 tahun ini mencabuli NPAN, anak berusia 11 tahun yang masih duduk di bangku kelas 6 SD di sebuah desa di Kecamatan Mengwi, Badung, Bali. Beruntung, ia mudah teridentifikasi karena teman korban sempat memfoto pelaku.

Peristiwa itu berlangsung Kamis (28/4/2022) sekitar pukul 14.00 Wita di sebuah desa di Kecamatan Mengwi. Peristiwa ini berawal ketika korban NPAN bersama dua temannya berjalan kaki ke lapangan desa. Dari kejauhan, korban melihat pelaku duduk di atas sepeda motor dan terus memperhatikan korban dan kawannya. Pelaku sempat pergi menjauh tak jauh dari TKP.

Maka, korban dan teman-temannya terus berjalan menuju lapangan. Kira-kira 5 menit kemudian dari arah berlawanan tiba-tiba pelaku kembali datang menggunakan sepeda motornya dan langsung berhenti di sisi kanan korban. Pelaku langsung meremas payudara bagian kiri korban menggunakan tangan kanan. Sedangkan tangan kirinya masih memegang stang motor. Setelah melakukan perbuatannya, pelaku melepas tangannya dan pergi mengendarai sepeda motornya.

Tiga gadis itu pun ketakutan dan segera kembali ke rumah. Lalu Rabu (25/5/2022), dua teman korban mendatangi rumah korban untuk memberi tahu bahwa kedua temannya itu sempat memotret pelaku menggunakan kamera HP saat berhenti di pinggir jalan sebelum kejadian pelecehan terhadap korban.

Ternyata cerita itu sampai di telinga orang tua korban. Dari sana korban akhirnya berani menceritakan itu ke orang tuanya. Bermodal foto itu, orang tua korban mencari tahu sosok pelaku.

Orang tua korban mendapat informasi dari seorang penjual pot tanaman yang memberitahu bahwa pria yang dicari oleh orang tua korban bekerja berjualan frozen food di desa tersebut. Orang tua korban lalu menemui kepala lingkungan untuk bersama-sama.mendatangi kediaman terduga pelaku. Di sana pelaku akhirnya diamankan warga dan juga kepolisian Polres Badung.

“Pelaku mengakui bahwa sempat melakukan perbuatan cabul terhadap korban dengan cara memegang dan meremas payudara korban. Terlapor diamankan oleh warga sekitar di toko frozen food milik kakak pelaku,” tandas Kasi Humas Polres Badung, Iptu Ketut Sudana.

Kini pelaku disangkakan pasal tindak pidana pencabulan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 Jo Pasal 76 E UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 281 KUHP, ancaman hukuman minimal 5 Tahun maksimal 15 Tahun.






Reporter: Marsellus Nabunome Pampur


BADUNG – Perbuatan EAP begitu kurang ajar. Lelaki berusia 44 tahun ini mencabuli NPAN, anak berusia 11 tahun yang masih duduk di bangku kelas 6 SD di sebuah desa di Kecamatan Mengwi, Badung, Bali. Beruntung, ia mudah teridentifikasi karena teman korban sempat memfoto pelaku.

Peristiwa itu berlangsung Kamis (28/4/2022) sekitar pukul 14.00 Wita di sebuah desa di Kecamatan Mengwi. Peristiwa ini berawal ketika korban NPAN bersama dua temannya berjalan kaki ke lapangan desa. Dari kejauhan, korban melihat pelaku duduk di atas sepeda motor dan terus memperhatikan korban dan kawannya. Pelaku sempat pergi menjauh tak jauh dari TKP.

Maka, korban dan teman-temannya terus berjalan menuju lapangan. Kira-kira 5 menit kemudian dari arah berlawanan tiba-tiba pelaku kembali datang menggunakan sepeda motornya dan langsung berhenti di sisi kanan korban. Pelaku langsung meremas payudara bagian kiri korban menggunakan tangan kanan. Sedangkan tangan kirinya masih memegang stang motor. Setelah melakukan perbuatannya, pelaku melepas tangannya dan pergi mengendarai sepeda motornya.

Tiga gadis itu pun ketakutan dan segera kembali ke rumah. Lalu Rabu (25/5/2022), dua teman korban mendatangi rumah korban untuk memberi tahu bahwa kedua temannya itu sempat memotret pelaku menggunakan kamera HP saat berhenti di pinggir jalan sebelum kejadian pelecehan terhadap korban.

Ternyata cerita itu sampai di telinga orang tua korban. Dari sana korban akhirnya berani menceritakan itu ke orang tuanya. Bermodal foto itu, orang tua korban mencari tahu sosok pelaku.

Orang tua korban mendapat informasi dari seorang penjual pot tanaman yang memberitahu bahwa pria yang dicari oleh orang tua korban bekerja berjualan frozen food di desa tersebut. Orang tua korban lalu menemui kepala lingkungan untuk bersama-sama.mendatangi kediaman terduga pelaku. Di sana pelaku akhirnya diamankan warga dan juga kepolisian Polres Badung.

“Pelaku mengakui bahwa sempat melakukan perbuatan cabul terhadap korban dengan cara memegang dan meremas payudara korban. Terlapor diamankan oleh warga sekitar di toko frozen food milik kakak pelaku,” tandas Kasi Humas Polres Badung, Iptu Ketut Sudana.

Kini pelaku disangkakan pasal tindak pidana pencabulan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 Jo Pasal 76 E UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 281 KUHP, ancaman hukuman minimal 5 Tahun maksimal 15 Tahun.






Reporter: Marsellus Nabunome Pampur


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/