alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

OMG! Belasan Pria Berbadan Kekar Aniaya Pengurus Sekolah Harapan Bunda

JIMBARAN – Sekolah Harapan Bunda yang berada di kawasan Jimbaran, Uluwatu Badung digeruduk oleh puluhan pria berbadan kekar, Selasa (25/6) malam sekitar pukul 21.00.

Puluhan pria kekar diduga anggota ormas tersebut merusak sejumlah fasilitas sekolah. Mereka juga secara tega menganiaya pemilik sekolah, Jeanne Selvya Damorita.

Selain itu, mereka juga menganiaya anak pemilik sekolah  bernama Mario Alcrisdo L. Bhalu dan karyawan Jemris Lukas Molina serta Benjamin Pesireron.

Akibatnya, keempatnya kini dirawat ke rumah sakit akibat luka penganiayaan. 

Menurut informasi, kejadian berlangsung sekitar pukul 20.45 di halaman Sekolah Harapan Bunda, Jimbaran.

Saat itu, pemilik sekolah, Jeanne Selvia sedang berbincang dengan Bhabinkamtibmas terkait permasalahan jalan menuju sekolah yang masih sengketa dan masih akan dibicarakan bersama Bendesa Adat Jimbaran.

Baca Juga:  Apes, Ditinggal Sebentar, Rumah Turis Tiongkok Dibobol Maling

Sekitar pukul 21.00, tiba-tiba puluhan pria berbadan kekar datang ke lokasi. “Mereka memaksa masuk ke dalam areal sekolahan dengan berteriak mengancam,” kata Yanuar Nahak, Kuasa Hukum Korban, Rabu (26/6) siang. 

Saat berhasil masuk, korban Jeanne Selvia yang saat itu duduk di teras ditarik-tarik serta dianiaya oleh beberapa orang.

Korban Mario Alcrisdo, yang saat itu melihat ibunya ditarik dan dianiaya berusaha melerai. Namun, dia malah terkena pukulan pada bagian dada kiri atas sebanyak satu kali.

Demikian pula korban Benjamin Pesireron yang pada saat itu duduk di diluar juga menjadi sasaran penganiayaan sehingga korban tergeletak lantai akibat dihantaman kursi. 

Korban Jemris Lukas yang melihat berusaha menolong tetapi juga menjadi sasaran penganiayaan para pelaku. Setelah menganiaya, para pelaku pergi begitu saja.

Baca Juga:  [Heboh]Mobdin Bupati Badung Dilempari Batu Orang Tak Dikenal di Mengwi

Terkait masalah ini, pihak korban pun telah melaporkan kasus ini ke kepolisian Polsek Kuta Selatan.

“Klien saya baru keluar dari rumah sakit. Sekarang kami sedang mengurus laporan di Polsek Kuta Selatan,” tandas Yanuar. 



JIMBARAN – Sekolah Harapan Bunda yang berada di kawasan Jimbaran, Uluwatu Badung digeruduk oleh puluhan pria berbadan kekar, Selasa (25/6) malam sekitar pukul 21.00.

Puluhan pria kekar diduga anggota ormas tersebut merusak sejumlah fasilitas sekolah. Mereka juga secara tega menganiaya pemilik sekolah, Jeanne Selvya Damorita.

Selain itu, mereka juga menganiaya anak pemilik sekolah  bernama Mario Alcrisdo L. Bhalu dan karyawan Jemris Lukas Molina serta Benjamin Pesireron.

Akibatnya, keempatnya kini dirawat ke rumah sakit akibat luka penganiayaan. 

Menurut informasi, kejadian berlangsung sekitar pukul 20.45 di halaman Sekolah Harapan Bunda, Jimbaran.

Saat itu, pemilik sekolah, Jeanne Selvia sedang berbincang dengan Bhabinkamtibmas terkait permasalahan jalan menuju sekolah yang masih sengketa dan masih akan dibicarakan bersama Bendesa Adat Jimbaran.

Baca Juga:  Kematian WNA Spanyol Masih Misteri, Diduga Sudah 6 Tahun Meninggal

Sekitar pukul 21.00, tiba-tiba puluhan pria berbadan kekar datang ke lokasi. “Mereka memaksa masuk ke dalam areal sekolahan dengan berteriak mengancam,” kata Yanuar Nahak, Kuasa Hukum Korban, Rabu (26/6) siang. 

Saat berhasil masuk, korban Jeanne Selvia yang saat itu duduk di teras ditarik-tarik serta dianiaya oleh beberapa orang.

Korban Mario Alcrisdo, yang saat itu melihat ibunya ditarik dan dianiaya berusaha melerai. Namun, dia malah terkena pukulan pada bagian dada kiri atas sebanyak satu kali.

Demikian pula korban Benjamin Pesireron yang pada saat itu duduk di diluar juga menjadi sasaran penganiayaan sehingga korban tergeletak lantai akibat dihantaman kursi. 

Korban Jemris Lukas yang melihat berusaha menolong tetapi juga menjadi sasaran penganiayaan para pelaku. Setelah menganiaya, para pelaku pergi begitu saja.

Baca Juga:  Awasi Pintu Keluar Bali, Polisi Bentuk Tim Khusus Buru 2 Tahanan Kabur

Terkait masalah ini, pihak korban pun telah melaporkan kasus ini ke kepolisian Polsek Kuta Selatan.

“Klien saya baru keluar dari rumah sakit. Sekarang kami sedang mengurus laporan di Polsek Kuta Selatan,” tandas Yanuar. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/